Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Janda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Janda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Ngentotin Janda Tetanggaku

 vidio sex
aku mau cerita pengalamanku beberapa hari yang lalu, pengalaman yang sangat indah buatku, karena berhasil menaklukkan hati seorang janda sekaligus membuatnya menyerah melayani nafsuku yang sudah kutahan sejak lama... hari itu Senin pagi, aku memutuskan untuk tidak pergi kerja, karena memang tubuhku pegal-pegal, minggunya aku kerja bakti seharian dan malamnya ditantang futsal dengan teman-temanku. oh capek banget...
aku bangun sekitar jam 7 pagi, aku memutuskan untuk mandi kemudian sarapan dan tidur-tiduran di depan TV. karena tidak ada rencana keluar rumah aku tiduran hanya mengenakan celana kolor, itupun tanpa celana dalam... tok..tok..tok..
suara pintu seperti ada yang mengetuk, aku teriak "buka aja, ga dikunci kok" ternyata, mbak lidya yang masuk sambil membawa sebuah rantang sepertinya makanan, memang kami sebagai tetangga sering saling mengirim makanan.. tapi yang kuperhatikan bukan makanannya, ya tentu saja tubuhnya. pagi itu dia masih mengenakan baju tidur transparan putih, samar-samar terlihat baju dalamnya berwarna putih juga.. woow... pikiran jorok ku pun melayang... ( Vimax Izon Asli )
"udah sarapan mas, ini aku bikin nasi goreng pedes, enak loh, bikinan ku sendiri" kata mbak lidya memecah suasana. "oya mbak makasih... tolong taruh di situ aja" kataku sambil menunjuk meja dekat TV, karena aku malas sekali bangun... pelan-pelan dia menuju meja dan otomatis melewati depanku, sambil tiduran aku melirik ke arah bokongnya, wow gede juga, dan pemandangan yang indah kudapati ketika dia meletakkan rantangnya di meja, agak jongkok terlihat jelas roknya sedikit tersingkap dan terlihat celana dalamnya, oh indahnya...
"boleh ga ikut nonton, lagi nonton apa sich?' tanyanya dia duduk agak di depanku, aku jawab sekenanya "biasa berita pagi" aku melihat kakinya yang direntangkan terlihat putih mulus... beberapa menit aku perhatikan tubuhnya dari belakang, pikiran kemana-mana, dan sebagai lelaki normal pengin banget aku peluk dia dan entot dia sepuasnya...
Vimax Obat Pembesa Penis
 di luar sana gerimis mulai turun sepertinya akan hujan, mbak lidya menoleh ke pintu, aku pikir mau pergi. ternyata cuma bertanya "punya jemuran ga, hujan tuh..." "ga mbak, mbak ga jemur" jawabnya, "ga.. udah aku cuci kemarin, boleh ga aku pinjem payung, mau pulang ga bawa payung" "disini dulu aja kenapa, lagian di rumah mau ngapain?" "ah takut ganggu, kamu kalau ga kerja biasanya sedang kecapekan kan, kamu pasti butuh istirahat" "ah gapapa, sukur-sukur mau mijitin" godaku "beneran mau dipijit, upahnya apa" oh aku pikir dia mau marah atau cuek aja, ternyata kena juga godaanku... dia pegangin kakiku sambil memijit-mijit pelan, dan pijitan itu semakin membangkitkan gairahku ga sadar penisku mengeras saat kutahan dari tadi.. "eh ada yang bergerak-gerak tuh..." dia ternyata melihat penisku yang menegang... "hehe iya sory mbak, seperti nya mau dipijit juga dia" aku semakin mencoba menggodanya "aku tutup pintunya, tambah dingin nih, hujannya deres" "oya mbak, sekalian dikunci aja, biar ga ada yang ganggu pijitannya" "ah nakal nih... bentar aku tutup dulu" mbak lidya menuju ke pintu, aku ikutin dari belakang tepat saat dia mengunci pintu aku peluk dia dari belakang, dia diam saja, sepertinya membiarkan aku menikmati tubuhnya, aku gesekin penisku ke pantat gedenya, kuciumi lehernya, dia menggeliat. aku pojokkan dia kepintu dan terus kugesekkan penisku di pantatnya... "ah sabar dong... " dia membalikkan tubuhnya dan menciumi bibirku...
oh aku semakin tidak tahan.. kubuka kancing bajunya perlahan, dan tampaklah belahan dada putihnya, aku semakin kesetanan kuciumi belahan dada itu... dia mengerang... tanganku mulai meraba vaginanya yang ternyata sudah mulai basah, kusingkapkan roknya dan ku raba terus vaginanya. sepertinya dia juga tidak tahan melawan nafsu, dia buka sendiri tali BH nya, dan menyembulah dua gunung yang semakin membangkitkan gairahku...
kupelorotkan celana dalamnya... dan singkat saja karena memang aku sudah terlalu bernafsu pengin ngentot... kuangkat dia ke sofa sambil terus kuciumi dadanya. aku membuka kolorku dan penisku menegang ingin segera dimasukkan ke vaginanya... dia terbangun, saat itu wajahnya tepat berada di depan penisku, dan sudah kuduga apa yang akan dia lakukan... oh dia mengulum penisku... oh... oh... nikmat sekali penisku pun basah karena air liurnya dan semakin membesar... dia terus kulum dan kulum oh... nikmatnya...
Obat Pembesar Penis
setelah beberapa saat dia seperti capek mengulum, dia kemudian membalikkan tubuhnya dan menungging di atas sofa... aku pun di hadapkan dengan pemandangan yang tak kalah indahnya...
oh gaya doggy style favoritku... ku arahkan penisku ke vaginanya kami melakukan gaya doggy style... kuentot dia...
terus oh... oh.. mbak lidya memang lihai, sambil menggoyang-goyangkan pantatnya dia terus mendesah... aku lanjutkan terus menggenjot penisku di vaginanya... vaginanya semakin basah suara entotan itupun semakin jelas karena basah... tapi penisku sangat hangat dan nyaman di dalam vagina mbak lidya... setelah beberapa saat aku cabut penisku karena seperti ingin orgasme, kuarahkan ke mulut mbak Lidya... mbak Lidya mengemut lagi penisku sambil mengocoknya dengan tangannya... dan ohhhh.... cruuuuttt.. spermaku keluar di mulut mbak lidya.... kami berdua lemas di ruang tamu, dia tertidur di atas sofa dan aku di bawahnya... thanks mbak Lidya, pengalaman ini sudah lama kunantikan,dan akhirnya tercapai juga kuentot dirimu...ohhh... lidya ku sayang pasti akan kuulang, karena vaginamu benar-benar nikmat...






Selasa, 07 April 2015

Kisah seks dengan mbak juminten pembantuku

Kisah seks dengan mbak juminten pembantuku
Namaku Agus, 28 tahun, kisah ini terjadi 3 tahun lalu ketika aku mengawali karir baru sebagai auditor di PTPN IV di kawasan perkebunan Teh di Jawa Barat.
Obat Pembesar Penis Jakarta
Aku tinggal seorang diri di rumah dinas mungil serta asri semi permanen di kurang lebih kebun. Untuk keperluan bersih2 rumah serta mencuci pakaian aku mempekerjakan seorang pesuruh harian, mbak Juminten.
Wanita ini berusia 44 tahun, hitam manis, tinggi skitar 160 serta tubuhnya sedikit gempal. Mbak Juminten orisinil Solo, dirinya menikah serta ikut suami yg bekerja di perkebunan ini. 5 tahun yg lalu suaminya wafat serta meninggalkan seorang balita perempuan berusia 5 tahun. Mbak Juminten mengontrak rumah kecil di desa kurang lebih perkebunan bersama bunda mertuanya yg sdh tua.
5 bulan mbak Juminten melayani keperluanku dgn baik, meski agak pendiam serta terbukti kami jarang berjumpa kecuali di akhir pekan. Gaji yg aku berbagi sebetulnya diatas pasaran, ttp mungkin sebab besarnya kebutuhan beliau sesekali meminjam uang dariku. Akhir-akhir mbak Juminten meminjam uang lebih besar dari biasanya, seusai aku tanya dgn detail akhirnya dirinya mengakui telah terjebak rentenir dampak kebiasanya membeli togel serta arisan.
Tidak mengerankan, hanya berbagai bulan berlalu mbak Juminten telah meminjam uangku lebih dari 2 jt, serta pada usahanya meminjam terbaru aku menolaknya dengan halus.
Pagi itu dirinya sangat bimbang serta panik, dengan meneteskan air mata beliau mencoba terus memohon utk memberinya pinjaman kurang lebih 1,5 jt utk menutupi tuntutan hutang dari bandar judi togel di desa.
 vidio sex
Aku kembali menolak dengan tegas, serta mbak juminten terus terisak.
Aku memperhatikan wanita paruh baya ini dgn seksama, wajahnya semacam kbanyakan wanita jawa pada umumnya,tdk cantik tp aku akui tetap terkesan lebih muda dari umurnya. Serta sebetulnya selama ini juga aku sesekali melirik tubuh bawahnya yg msh kencang serta bahenol meski pikiran kotorku tdk melangkah lebih jauh.
Semalam, aku serta berbagai temanku pernah iseng nonton film blue sambil makan sate kambing dari warung makan Pak Kirun di ujung desa serta minum berbagai botol anker bir.
Pagi itu terasa akumulasinya. Kesadaranku belum begitu pulih.
Aku mencoba menepis pikiran itu, bagaimanapun itu bukan diriku yang sebenarnya. Mbak Juminten juga jauh dari jenis wanita yg aku inginkan. Terlebih aku takut dengan dampak yg dapat saja terjadi. Bagaimana kalau dikemudian hari kenekatanku bakal berbalik menjadi bencana utk diriku serta karir.
Pikiranku tetap silih berganti antara pertimbangan kotor serta waras. Mbak Juminten tetap duduk bersimpuh di depanku sambil melelehkan air mata. Ruangan menjadi sunyi. Well, aku tidak mungkin tega menolak permohonanya, tapi setidaknya dirinya wajib belajar utk berfikir panjang.
“Jangan duduk di lantai mbak, dikursi aja, saya maka gak enak” aku mengawali bicara.
“Nggih Den..”
Dia bangkit untuk berdiri,bagian bawah pada daster lusuh itu sedikit tersingkap ketika dirinya berdiri, ada tahap yg tidak sengaja menyangkut pada tonjolan kepala peniti pada kancing terbawahnya,sebagian pahanya yang besar serta lututnya terkuak
dihadapanku berbagai detik. Buru2 dirinya menariknya kebawah begitu tersadar. Pikiranku kembali kacau.
“Hmm…bingung saya mbak..”Jawabku, kepalaku tetap terasa pusing hasil minum2 semalam, aku menekan segi kiri kepalaku.
“Kenapa den, pusing?” Tanya mbak Juminten.
“Iyah, semalem begadang sm temen2..” Jawabku.
“Mbak ambilin aer putih sebentar..”Serunya sambil segera berlalu ke dapur.
Sekelebat aku tetap pernah melihatnya melangkah pelan, setan makin kuat mempermainkan pikiranku. Bongkahan pantat itu bergoyang2 dibalik daster, mungkin pakaian dalamnya sdh sempit, serta bayangan mengenai pahanya yg td pernah terkesan itu makin menggangguku.
“Makasih mbak” ujarku ketika menerima segelas air putih serta meminumnya perlahan.
Mbak Juminten tetap berdiri di depanku, menungguku berakhir minum. Aku menyumpahinya dalam hati, melihat tubuhnya lebih dekat semacam itu pikiranku makin terpuruk.
“Duduk aja mbak, santai aja, kami bicarain dengan tenang ” ujarku.
“Iya den..” Jawabnya pelan.
“Gak tidak sedikit mbak mo minjem segitu?, terus terang saya keberatan, kayaknya yg kemaren2 telah cukup..” Ujarku mengawali kembali pembicaraan.
“Sebenernya utangnya sejuta tuju ratus den, tapi mbak nambain pake simpenan dirumah, tolong banget den, mbak sebenernya malu banget tp kepaksa..”Jawabnya dengan suara lirih.
“Waduh..”Jawabku terputus.
Aku kembali terdiam, kepalaku tetap terasa pusing. Aku menatap pemandangan luar dari jendela. Sebetulnya tidak maka soal utk soal jumlah uangnya, cuma segi gelapku tetap mencoba meyakinkanku utk mengambil kesempatan.
Mbak Juminten menatap ke lantai, pikiranya tetap kalut. Dirinya menanti jawabanku dengan putus asa. Aku akhirnya menyerah, biarlah, ini utk terbaru aku membantunya, serta berharap dirinya segera pulang supaya sesuatu yg terburuk tidak terjadi pagi ini.
“Okay mbak, sebetulnya ini berat buat saya..” Ujarku.
“Mbak rela ngelakuin apa aja den supaya den percaya mbak mau balikin uangnya..”Sergahnya.
“Apa aja..” Waduh, kata2 itu sangat menggelitik benakku. Perempuan bodoh, seruku dalam hati.
“Ngelakuin apa aja maksudnya apa nih mbak..”Tanyaku sambil tersenyum.
“Apa aja yg den agus minta mbak kerjain ..”Jawabnya lugu.
“Selain urusan rumah terbukti apa lagi yg dapat mbak kasih ke saya?” Kalimatku mulai menjebak.
“Hehe..apa aja den..” Jawabnya sambil tersipu.
“Mbak..mbak..hati2 klo ngomong..”Aku menghela nafas menahan gejolak batin.
“Maksudnya apa den..”Tanyanya heran.
“Saya ini laki2 mbak, kelak kalo saya minta macem2 gimana..”Lanjutku mulai berani.
“Mbak gak paham den..” Wajahnya tetap bingung.
“Yaa gak usah bingung, katanya mau ngelakuin apa aja..”Godaku.
“Yaa sebut aja den, kelak mbak usahain kalo terbukti agak berat dikerjain..”Jawabnya.
“Walah..mbak..mbak..yaa telah saya ambil uangnya sebentar, tapi janji yah dikembaliin secepatnya”aku berusaha menyudahi perbincangan ini.
“Makasih den..makasih banget..”Jawabnya lega.
“Tapi emangnya den Agus tadi mau ngomong apa,mungkin mbak dapat bantu?”Lanjutnya.
Aku yg tengah berjalan menuju kamar terhenti, hari ini pikiranku telah tidak terkontrol lagi, kalimat itu semacam bakal meledak keluar dari mulutku.
Aku membalikan badan, menatapnya dengan seringai aneh.
“Mbak yakin mau nurutin apa aja kemauan saya?”Sergahku.
“Iya den, ngomong aja..”Jawabnya.
Dasar perempuan bego ujarku dalam hati.
” Saya kepengen mbak masuk ke kamar saya..”Kalimat selanjutnya semacam tercekat ditenggorokan.
“Terus Den?” Tanyanya penasaran.
” Mbak temenin saya tidur..”Ucapanku serasa melayang diudara, jantungku berdegup kencang.
Wajahnya sontak kaget serta bingung. Aku tau dirinya tentu bakal bereaksi semacam itu, tapi salahnya sendiri. Aku telah berusaha keras utk menahan diriku utk tidak berniat aneh pada dirinya tapi kesadaranku belum penuh utk melawan kegilaan ini.
“Maksudnya..maksudnya apa den..mbak kok maka takut..”Wajahnya mulai memucat.
“Iya temenin saya di ranjang, saya lagi kepengen gituan dengan perempuan sekarang..”Jawabku, aku tau mukaku memerah.
“Mmm…tapi..tapi itu kan gak mungkin den..”Ujarnya dengan suara pelan.
“Mungkin aja kalo itu syaratnya mbak mau pinjem uang..”Jawabku .
Ruangan kembali sunyi, mbak Juminten tertunduk, menggenggam kedua tanganya dengan gelisah. Ada rasa sesal telah mengucapkan kalimat tadi, tapi telah terlanjur. Aku telah tidak mungkin menariknya, kini biar segi gelapku yg bertindak.
“Gimana mbak?” Tanyaku sambil kembali duduk dikursiku.
“Tapi itu gak mungkin Den..gak mungkin..mbak bukan perempuan kaya gitu..” Jawabnya, suaranya kembali lirih.
“Hhhh…” Aku menghela nafas berat.
Mbak Juminten wajahnya kembali muram, matanya menatap ke luar pintu, kosong, sperti berpikir keras.
“Mbak gak nyangka kok aden dapat2nya minta yang kaya gitu..mbak ini sdh tua..gak pantes ..”
Aku diam berbagai saat. Ada rasa amarah tanpa argumen bermain dipikiranku.
“Itulah laki2 mbak..” Hanya itu kalimat yg dapat meluncur dari mulutku.
Dia mungkin rugi telah mengucap kata2 yg tadi memancing kenekatanku. Tapi situasinya telah terjepit, wanita lain mungkin bakal menghardiku serta segera berangkat menjauh, sementara mbak Juminten tidak punya opsi lain.
“Sekarang terserah mbak, saya tetep kasih uang yg mbak minta, kalo mbak mau menuhin kemauan saya okay, gak juga silahkan..”Jawabku pelan sambil melangkah ke kamar.
Aku kembali ke ruang tamu dengan sejumlah uang ditangan. Aku meletakanya pelan di atas meja kecil di depannya. Wajahnya tetap terkesan tegang, dirinya hanya melirik sebentar ke arah meja kemudian kembali tenggelam dalam pikiranya.
Kami kembali sama2 membisu. Sesekali aku menatapnya, dirinya menyadari tengah diperhatikan olehku.
“Den…apa aden yakin …?” Tiba2 dirinya berucap.
“Sebetulnya saya gak tega mbak, tapi entahlah..itu yg ada dalam otak saya sekarang..terserah mbak de..”Jawabku dengan tenang.
Matanya berkaca2 menatap langit2 ruangan, perasaanya tentu tertekan. Dirinya kembali terdiam.
“Hmmmm…baiklah Den..mbak gak tau lagi mo ngomong apa, alias wajib kaya mana sekarang..kalo itu maunya aden..terserahlah..jujur aja mbak teh takut banget..mbak bukan prempuan gitu den..mbak terbukti janda..tapi bukan..”
“Sudahlah mbak, klo terbukti bersedia, skarang saya tunggu di kamar, kalo keberatan, silahkan ambil uangnya serta segera pulang..”Ujarku tegas, kemudian aku bangkit berdiri serta melangkah ke kamar.
Aku menggeletakkan tubuhku di kasur, trus terang aku pun dilanda ketakutan.Aku tengah dilanda gairah, tapi was2 dengan kemungkinan kurang baik yg dapat saja terjadi.
Butuh berbagai menit menunggu, pintu kamarku yg terbukti tidak terkunci perlahan2 bergerak terbuka. Mbak Juminten melangkah masuk sambil tertunduk, terkesan sangat kikuk.
Dia berdiri menatapku di samping ranjang, tatapanya penuh arti. Well, kalo saja aku tidak terlanjur berpikiran mesum mungkin aku segera berlari keluar kamar, aku merasakan takut yg sama semacam yg dirasa mbak Juminten.
Tapi aku berusaha tenang, aku bangkit serta duduk di pinggir kasur.
“Mbak yakin mau ngelakuin ini”?tanyaku.
“Hhh..sekarang smuanya terserah aden aja..”Jawabnya pasrah.
Aku menatapnya lekat2, pandanganku menelusuri seluruh tubuhnya, semacam ingin menelannya hidup2.
Tangan kananku meraih jemari kiri tanganya. Aku memegangnya pelan, jemari itu terasa dingin serta gemetar.
Memang telah wajib kejadianya semacam ini, apa lagi yg aku tunggu ujarku dalam hati. Makin cepat makin baik, setan itu membisiki bertubi2.
Aku luar biasa tangan itu supaya tubuhnya mendekat. Niatku sebelumnya ingin memeluknya terlebih dahulu, tapi nafsuku telah tidak tertahankan. Aku segera meneruskan dorongan tubuhnya yg limbung terhempas ke atas kasur.
Begitu dirinya terhenyak di sampingku, aku langsung menerkamnya, menghimpitnya dibawah tubuhku serta ciumanku langsung mendarat dibibirnya.
Aku tidak memberikanya waktu utk berpikir, aku melumat2 bibirnya, menciumi dengan kasar lehernya serta trus bergerak menjelajahi tahap dadanya.
Nafasnya tersengal, wajah itu tetap terkaget2 dengan apa yg sedang aku lakukan. Jemariku segera beraksi, aku menjamah bongkahan pahanya dibawahku, daster itu telah tersingkap ke atas.
Aku semacam kesetanan menciumi pahanya yg besar, mengecup berkali2 selangkanganya serta jemari tanganku yg lain langsung meremas buah dadanya. Gerakanku cepat terburu nafsu.
Sebentar saja seluruh tubuhnya telah ku jamah. Aku tetap menciuminya membabi buta. Tidak lama kemudian aku bergerak cepat membuka lepas pakaianya.
“Den..jangan den..sudaah..” Serunya ketika aku kembali menciuminya,hanya hanya bra serta celana dalamnya yg tersisa menutupi tubuhnya. Seraya kedua tanganya berusaha mendorong tubuhku.
Aku tidak memperdulikan perlawananya. Aku menduduki perutnya sambil kedua tanganku bergerak melepas bajuku.
Nafasku memburu, yg keluar dari mulutku hanyalah desahan penuh nafsu angkara murka. Wanita ini makin ketakutan melihatku.
Kemudian aku bangkit berdiri di atasnya. Kedua tanganku bergerak cepat melepas celana singkat serta celana dalamku. Mbak Juminten menangis.
Aku tidak perduli lagi, kejantananku telah berdiri mengacung di atasnya, mbak Juminten makin panik melihatku. Jemariku bergerak2 mengocok2 cepat batang penisku maka terus keras berdiri, matanya terpejam basah.
“Den..sudahlah den…jangan..sudahlah..mbak gak maka pinjem uang..sudaaah..”Jeritnya ketika aku kembali menduduki perutnya. Dirinya berusaha meronta tapi kedua tanganku dengan kuat menahan tanganya pada kedua segi bantal.
“Sudah terlambat mbak” Suaraku bergetar menghardiknya.
Aku memaksa kedua paha sekel itu terbuka, dirinya tetap berusaha menutupnya rapat. Kami bergumul berbagai saat, begitu ada lubang aku segera menekan kuat selangkanganku di dalam jepitan pinggul mbak Juminten.
Dengan gerakan kasar aku luar biasa ke samping paha kirinya. Tanganku langsung bergerak menuntun penisku ke arah vaginanya.
Aku pernah salah memposisikanya, dorongan penisku menggesek keluar di atas permukaan kemaluanya. Pada percobaan kedua kepala penis itu langsung menusuk masuk.
Mbak Juminten menjerit terperikan oleh rasa sakit..Wajahnya meringis,matanya menyipit menahan perih diselangkanganya. Dirinya sangat terkejut ketika benda itu menerobos masuk.
“Ahhh…shhh…oohhh..” Desahku,terasa nikmat menjalar melewati kejantananku hingga naik ke otak, aku semacam terbakar. Melihat kemaluan mbak Juminten yg berbulu lebat membuatku makin bernafsu. Tubuh kami tetap terdiam kaku berbagai saat.
Aku sedikit luar biasa penisku serta menusuknya kembali di dalam, mbak Juminten kembali tersedak,urat lehernya menegang, matanya menatap ke arah selangkangan, lelehan air mata itu tetap mengalir dipipinya.
Aku kembali mengulanginya, hari ini aku mendorongnya lebih keras. Mbak Juminten makin menjadi tangisnya.
“Ouhh..huuhuu..huhuu..deen..sudah denn…sudaaah..” Rintihnya sambil memegang bahuku keras.
….Selanjutnya aku lupa diri, aku meliuk2 menyodok selangkanganya. Penuh tenaga, makin lama makin cepat gerakanku. Bunyi derit ranjang kayu itu meningkatkan seru suasana.
Wanita ini mempunyai tubuh yg lumayan menawan. Meski telah berusia tapi kulitnya tetap kencang, bokongnya tebal serta bahenol. Pahanya yg besar itu mulus meski tidak putih, melingkari pinggulku.
Aku beringas menghempas2 tubuhnya di bawahku. Mbak Juminten telah berhenti menangis, matanya terpejam, hanya terdengar suara nafasnya yg terputus2, buah dadanya bergoyang2 mengikuti gerakanku. Wanita ini telah pasrah dengan apa yg tengah terjadi.
Bahkan ketika aku mengubah posisi, membawa kedua pahanya ke atas, menahanya tergantung di udara dengan kedua lenganku,kembali penisku terbenam,mbak Juminten hanya diam. Hujamanku makin leluasa serta dalam menjajah vaginanya yg terkuak lebar.
“.. Plok..plok..plok..” Suara gesekan selangkangan itu terdengar jelas ditelingaku.
Kemaluan mbak Juminten yg basah makin menghangatkan batang penisku di dalam. Sesaat lagi aku telah tidak kuat menahan desakan, aku semacam kesetanan menggenjotnya. Mbak Juminten semacam mengerti apa yg bakal segera terjadi.
“Den..tolong.. jgn keluarin di dalem den..tolongg…” Serunya memohon dengan suara gemetar.
Aku tidak menjawab, aku tengah fokus ingin menuntaskan aksiku. Sedikit lagi bakal hingga.
Mbak Juminten memekik menyebut namaku saat tusukanku tiba2 berhenti, tubuhku tengah meregang.
“Deenn..cabut deen…” Serunya panik sambil menekan perutku ke belakang.
Aliran sperma itu bergerak naik mendekati pangkal penisku berkat obat pembesar penis mbak juminten lemas, jemariku telah kuat mencengkram sprei. Beruntung aku tetap pernah luar biasa batang penisku keluar serta cocok sedetik kemudian semprotan pertamanya melompat keluar.
“Ahhhhh…sshhhhhh…mbaaak…aduuhhhh…..” Jeritku panik.
Belasan kali cairan hangat itu menghantam sebagian perut mbak Juminten. Aku terpapar kenikmatan luar biasa, mataku terpejam berbagai saat hingga akhirnya semuanya usai.
Mbak Juminten melihat proses akhir tadi dengan seksama, dirinya memperhatikan wajahku yg meregang, matanya was2 melihat penisku memuntahkan cairan kental itu membaluri perutnya.
“Sudah den..sudah puas ?” Ujarnya berbagai saat ketika aku tetap tersengal diam di atasnya, air mata itu kembali mengalir dari pinggir pipinya.Kalimat itu serasa menamparku.
Rasa penyesalan perlahan2 merayap . My gosh, aku baru saja menodai perempuan ini. Bagaimana mungkin hingga aku dapat sebejat itu.
“Maafin saya mbak..saya bener2 khilaf..” Jawabku bingung.
Aku beringsut mundur, memungut seluruh pakaianku, melangkah ke kamar serta meninggalkanya terbaring di ranjang.
Aku melepas kekalutan pikiranku dengan menghisap sebatang rokok di ruang tamu. Mudah2an mbak Juminten tidak memperkarakanku, menganggapnya berakhir hanya di sini. Aku menepuk2 keningku menyesali kebodohanku.
Mbak Juminten keluar kamar berbagai menit kemudian. Matanya sembab, dirinya duduk di kursi di sampingku, tanpa bicara. Suasana hening, aku tidak berani menatapnya alias mengawali pembicaraan.
“Ini uangnya saya ambil den, kelak diusahain dikembaliin kok..” Ujarnya pelan, suaranya berat,hidungnya semacam tersumbat cairan.
“Iya mbak, gak usah dipikirin soal kembalianya..dan..maaf soal yg tadi..”Jawabku tanpa menoleh kepadanya.
“Gak papa den..gak papa..”Jawabnya, tangisnya kembali pecah sedetik kemudian, bahunya terguncang2, aku hanya dapat terdiam.
“Sekali lagi maaf mbak..”
Dia mengangguk pelan sambil menunduk,tetes2 air mata itu tetap berjatuhan dipangkuanya. Aku meraih uang itu, melipatnya,kemudian memasukanya ke dalam kantung dasternya.
Jemariku menyentuh pangkal tangannya, menepuknya pelan kemudian tanpa bicara aku melangkah masuk ke kamar sambil menutup pintu. Aku tidak mampu lagi melihat wanita itu menangis. Aku terbaring,penat terasa, pinggangku nyeri.
Aku melihat Jam di dinding, pukul 2 siang, aku mungkin telah tertidur lebih dari 2 jam. Perutku sangat lapar, aku melangkah keluar kamar. Mbak Juminten mungkin telah lama pulang. Aku kembali didera pikiran buruk. Dendamkah dirinya padaku, dapat saja tiba2 orang sekampung timbul mendatangiku dengan tuduhan cabul atas laporan darinya. Hhhh..sudah terjadi, yg kelak urusan nanti.
Aku berangkat kerja agak terlambat keesokan harinya, aku sengaja menantikan mbak Juminten datang, memastikan bahwa kekawatiranku tidak terjadi. Jam 8 mbak Juminten tiba, perasaanku tidak karuan ketika dirinya membuka pintu depan.
“Loh belum kerja den?” Tanyanya, wajah itu terkesan datar, malah ada senyuman kecil menghias bibirnya.
“Ini dah mau jalan mbak, sengaja nunggu mbak dateng..”Jawabku berusaha tenang.
“Hehe..kenapa, takut saya gak bakal dateng lagi ya?” Tertawanya membuatku lega.
“Iya mbak..takut aja, …mm..”
“Mm.. Apa den..?” Lanjutnya sambil tetap berdiri di depanku.
“Maaf yg kmaren mbak…”Jawabku.
“…..ya ndak papa den…mmm..yo wis..lupain aja..” Serunya, dirinya melangkah ke dapur tanpa menantikan reaksiku selanjutnya.
Yah sudahlah, yg jelas tidak bakal ada masalah, dirinya telah menerima perlakuanku kemarin. Aku segera berlalu menuju kantor.
Hari2 selanjutnya berjalan normal, kami hanya berjumpa di akhir pekan, tidak ada bahasan lagi soal momen itu. Mbak Juminten tetap melakukan pekerjaanya dengan baik. Kami hanya sesekali mengobrol basa basi.
Satu bulan berlalu, aku mulai melupakan momen itu. Kerjaanku makin tidak sedikit mendekati akhir tahun. Aku juga makin tidak jarang menghabiskan waktu di luar bersama teman2 di akhir pekan.
Hingga pada sebuahpagi di hari sabtu aku tersadar serta terjebak dalam lamunan mengenai mbak Juminten. Malam itu aku mimpi erotis, dengan mbak Juminten, cairan sperma itu sebagian telah mengering memenuhi celana dalamku.
Dalam mimpi itu aku menggauli mbak Juminten dari belakang, bongkahan pantat itu terpapar jelas dalam penglihatanku. Damn it, kenapa faktor ini kembali menggangguku.
Jam 9 pagi, wanita itu telah datang semacam biasanya. Aku baru saja berakhir mandi serta tengah bersiap utk sarapan.
” Dah sarapan mbak? Ayo ini saya tadi beli dua bungkus nasi uduknya, satu utk mbak..” ujarku sambil tersenyum ramah.
“Makasih den..nanti aja, mbak mau beres2 cucian pakaian dulu..” Jawabnya.
“Santai aja dulu..temenin saya sarapan dulu..” Ntah kenapa pagi itu aku agresif.
“Nggih den, sebentar ambil piring serta sendok dulu..” Jawabnya seraya melangkah ke dapur.
Aku melihat tubuhnya dari belakang, rok merah sepanjang bawah betis itu lumayan jelas mencetak lekukan pinggul, pantat serta pahanya. My gosh, darahku berdesir, mimpi semalam membikin hayalanku makin parah.
Otaku segera bereaksi, mencari jalan pintas, berandai2 seandainya hari ini aku kembali dapat memperdayainya. Aku segera menepis pikiran kurang baik itu.
Mbak Juminten telah kembali, duduk bersebrangan di depanku serta telah bersiap utk makan.
“Gimana berita orang rumah mbak, sehat semua?” Tanyaku basa basi.
“Sehat den…” Jawabnya santai.
“Anaknya kapan mulai sekolah mbak, taun depan?”
“Iya den, rencana taun depan..mdh2an rejekinya lancar..”
“Yaa selama saya di sini tetep aja kerja di sini mbak..klo mbak mau tambahan, mungkin coba mulai masak katering utk anak2 sini, kemaren ada dialog kami di sini soal itu. Pada bosen katanya makan masakan luar, lebih boros juga…” Lanjutku.
“Wahh keren tu den..tapi butuh modal, bunda mertua saya pinter masak..”Jawabnya semangat.
“Gampang soal modal, kelak saya pinjemin..klo mau mulai depan mbak..nanti saya tawarin temen2 saya..”
“Gak enak klo dipinjemin melulu, kasian den Agus..” Jawabnya.
“Yaa klo utk bisnis kenapa gak mbak, sama2 bantu..saya jg kelak minta harga diskon dong..hehe..” Jawabku.
“Hehe..untuk den Agus gratis aja..lha uangnya kan dari aden jg..”
“Yaa gak boleh gitu mbak, bisnis tetep bisnis..”Jawabku.
“Duh saya makin tidak sedikit utang budi dong den..”Lanjutnya.
“Jgn berpikir gitu..saling bantu wajar aja mbak..”
“Yo wis, kelak tidak bilangin sama bunda mertua, dirinya tentu seneng..”
“Iya mdh2an jalan mbak..semangat yg penting..”Jawabku.
Obrolan pagi itu terasa menyenangkan, spertinya dirinya benar2 melupakan kejahatanku waktu itu. Aku merasa lega, meski dalam hati aku mengharapkan kehangatanya lagi. Tentu kelak ada jalannya, sabar aja, setan itu kembali membisiki.
Minggu pagi, keesokan harinya, mbak Juminten datang membawa anak perempuanya ke rumah.
“Maaf yaa den, si Rini saya bawa, mbahnya td pagi dijemput ipar saya ke Solo, mau ada agenda kawinan sodaranya.”
“Yaa gak papa mbak, biar dirinya dapat maen di sini, hei pa berita cantik..” Seruku sambil tersenyum ramah terhadap anaknya.
Bocah itu tersipu serta bersembunyi dibalik kaki ibunya.
“Saya mau jalan dulu ya mbak, ada agenda kawinan anak kantor..siang baru pulang..”
“Nggih den….monggo..” Jawabnya.
Aku segera berlalu, mbak Juminten terkesan manis pagi ini, rambutnya terurai ikal menjuntai ke bahu. Paduan kaos biru serta celana jeans ketatnya itu membuatnya terkesan lebih muda. Well..well..well..kapan kami dapat dapat berdua di kamar lagi mbak, ucapku dalam hati.
Hujan turun dengan lebatnya sesampainya aku kembali di rumah. Sebagian kemeja serta celanaku telah basah kuyup.
“Waah keujanan den..ini dipake handuknya dulu, kelak mbak bikinin aer panas..”Serunya ketika membuka pintu.
“Makasih mbak..” Aku langsung berlalu ke kamar, mengelap kepala serta tubuhku dengan handuk serta mengganti pakaian.
“Rini kemana mbak, kok sepi..” Ujarku ketika duduk diruang tamu.
” Barusan tidur di kamar belakang den..sudah kenyang tidur dia..wah..kenceng ya anginya..”Jawabnnya.
“Iya mbak, telah lama jg gak ujan..”
“Ini mbak bikinin teh anget pake jahe den..diminum..” Lanjutnya.
” mantep nih..makasih mbak..”Jawabku sambil menerima cangkir dari tanganya.
Teh itu tidak terlalu lama mengepul, udara dingin perkebunan ini membuatnya segera tidak begitu panas lagi. Udara diluar gelap seperi senja. Angin menerpa atap seng,menimbulkan suara berisik.
“Masih sibuk mbak, santai aja dulu duduk2 di sini..”Ujarku melihatnya mondar mandir.
“Iya den, sebentar mau mindahin air panas ke termos..”Jawabnya.
Tak lama dirinya menghampiriku dengan membawa sepiring biskuit serta teh utk dirinya. Kami belum mengawali obrolan. Aku tetap sibuk membalas sms teman2ku.
“Mbak gimana kabarnya, urusan yg dulu itu telah selesai..” Ujarku mengawali pembicaraan.
Dia sedikit terusik dengan pertanyaanku.
“Sudah den..mbak telah kapok gak mau lagi maen gituan..gak ada gunanya..”Jawabnya.
“Hehe..iya mbak, ngapain jg..dikerjain bandar aja kalo togel sih..”Jawabku tersenyum.
“Uangnya kelak pelan2 mbak angsur yaa den..maaf..”Lanjutnya.
“Gak papa mbak, santai aja, kelak klo kateringnya lancar mbak dapat dapet tambahan..tenang aja..” Jawabku.
“Makasih den..”
Kami kembali terdiam. Tiba2 aku tergelitik utk bertanya mengenai momen dulu itu. Sedikit ragu apabila itu membuatnya tidak enjoy tapi kalimat itu mengalir tanpa dapat kutahan.
“Mbak..maaf boleh saya nanya..”
“Boleh den..mo nanya apa..”Jawabnya.
“Yg kemaren itu..mbak gak marah dengan saya ?” Lanjutku.
Dia terdiam berbagai saat,aura wajahnya berubah.
“Mmm..mbak ikhlas kok den..salah mbak juga..sudahlah gak papa..”jawabnya pelan sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela.
“Boleh nanya lagi mbak..” Lanjutku.
“Monggo den..”
“Apa yg mbak rasa waktu itu,..mm..waktu di kamar..” kalimatku makin menjebak.
“….mmmm…gimana ya..gak tau den..”Jawabnya, wajahnya terkesan canggung.
” Sakit..atau jijik mbak..”
“Jijik kenapa..sakit sih iya..” Jawabnya pelan.
“..aden kok dapat begitu waktu itu..mbak ini jauh lebih tua..kok dapat..” Lanjutnya.
” ..nafsu laki2 mbak..liar..kadang gak dapat kontrol ..”Jawabku.
“Soal tua sih gak maka soal..jujur aja, mbak tetap luar biasa kok..”Lanjutku makin berani.
“Menarik apanya..aden tetap muda..cari pacar yang muda, cantik..gak susah..”Jawabnya.
“…well..saya tetap belum berminat utk pacaran lagi mbak..”
” Apa yg aden pikir semenjak kejadian itu soal mbak..”Tanyanya kembali.
” Maksudnya..?”
“Yaa apa aden pikir mbak ini maka perempuan gimanaa gitu di pandangan den agus..”
“Saya nyesel sesudahnya mbak, gak tega bikin mbak gitu..yaa selanjutnya saya tetap respek kok sama mbak..”Jawabku.
“..mbak juga nyesel..”
” tapi kalo boleh jujur..maaf yaaa mbak..”
“Apa den..ngomong aja..”Jawabnya penasaran.
“.. Saya pengen ngulangin lagi..saya tau itu gak mungkin..maaf yaa mbak..”Suaraku sedikit bergetar, jantungku berdetak cepat.
“….mmm…apa yg aden cari..mbak semacam ini, perempuan kampung, gak cantik..dah tua lagi..” Wajahnya lekat2 menatapku.
” ..masih tetep luar biasa kok mbak..saya tetap suka inget2 kejadian itu..”Jawabku.
Mbak Juminten tersenyum tipis, aku penasaran apa yg ada dalam pikiranya.
“Apa yg aden inget waktu kejadian itu..” Ujarnya.
“Yaa indah mbak..malem sabtu kemaren saya sempet mimpiin mbak gituan sama saya..sorry..”Jawabku.
“hehe..aden tetap muda, wajar kalo pikiran ke arah itunya tetap kuat, jadi..”
“Sekarang jg lagi mikirin itu mbak..”Aku memotong kalimatnya.
“..hmm…yaaa mbak berat hati utk begitu lg ..takut den..”Jawabnya.
“Kalo saya minta tolong supaya mbak gak takut lagi gimana..”Responku mencecar pikiranya.
“Yaaaa..gimana den..gak usah de..yg telah yaa sudah..”Jawabnya.
Aku paham dirinya tengah dilanda kebingungan, di satu segi dirinya segan menepis godaanku, di segi lain dirinya tidak ingin terjerembab dalam perzinahan bersamaku lagi.
Aku menggeserkan dudukku mendekat. Tanganku memegang jemari tanganya. Wanita ini terkesiap dgn kenekatanku.
“Mbak..gak butuh takut..mbak dapat minta apa aja dari saya..” Ujarku sambil menatap kedua matanya lekat2.
” Jangan den..dosa….”Jawabnya ketakutan.
Tapi dirinya telah terlambat, ciuman bibirku telah mendarat di bibirnya. Aku memagut2 bibir itu pelan.
Obat Pembesar Penis Alami
Wajahnya pucat pasi..antara kaget serta bimbang dengan apa yg dirinya tengah rasa. Aku kembali menciumi wajahnya, bibir kami kembali bertemu, tanganku telah melingkar dengan manis di lehernya.
Dia hanya terdiam..tanpa reaksi. Tidak ada penolakan, aku makin berani merapatkan tubuhku. Hari ini selain bibir serta kurang lebih wajahnya, ciumanku mendarat di leher serta belakang telinganya. Mbak Juminten bergidik, tubuhnya merinding.
Mendung terus gelap diluar, petir sesekali menggelegar diiringi deru angin kencang. Aku berdiri, kedua tanganku menggapai tanganya, menariknya keatas kemudian membawanya melangkah mengikutiku, ke arah kamar…
Mbak Juminten sama sekali tidak bereaksi, dirinya kikuk mengikuti langkahku. Wajahnya takut2 melihatku ketika pintu kamar itu tertutup rapat.
Ruangan kamar lumayan gelap, hanya sebagian tubuh atas kami yg terkesan jelas. Tidak butuh lagi berkata2, segera tuntaskan apa yg ada dalam hati.
Aku membimbingnya utk berbaring diranjang. Wajahnya menatapiku tanpa henti,menanti kejutan2 selanjutnya. Aku kembali menciumi bibir itu, tidak ada balasan berarti darinya. Seluruh leher serta tahap dadanya yg tertutup kaos itu habis ku kecup. Nafas mbak Juminten terdengar menderu.
Tidak butuh lagi basa basi, aku segera melepas habis pakaian yg dikenakanya. Hanya tertinggal bra serta celana dalam lusuh itu menutupi. Tubuhku pun telah hampir telanjang, pakaianku berserakan di lantai. Aku langsung menindih tubuhnya.
Mbak Juminten mendesah, jantungnya terdengar cepat berdetak di telingaku, mulutku tengah puas mencium serta menggigit2 payudaranya yg lumayan besar.
Kulit kami saling menempel, bulu2 diperutku mungkin membuatnya makin merinding. Tanganku telah kesana kemari meraba tubuhnya, jemariku lincah menggosok2 kurang lebih selangkanganya.
Penisku telah sedari tadi diruang tamu mengacung keras, diranjang ini dirinya terus garang menempel serta kadang2 menggesek cocok ditengah2 selangkangan mbak Juminten. Dirinya makin terbuai oleh rangsangan dariku. Wanita ini siap sedia untuku hari ini, aku sangat beruntung.
Akhirnya kami telah sama2 siap tempur. Vaginya telah terkuak lebar serta basah. Permainan lidahku tadi di situ telah membuatnya tanpa sungkan2 merintih serta mencengkram erat kepalaku.
Pahanya terkulai lebar ke samping, aku telah bersiap menusuk. Sedikit demi sedikit batang itu terbenam diiringi dengan rintihan mbak juminten serta desis yg keluar dari mulutku. Kami berpelukan erat ketika penis itu telah sukses menyentuh dasar vaginanya. Oh my gosh, nikmat sekali.
Kami kembali berpagutan, pelan2 aku luar biasa ulur selangkanganku. Mbak Juminten hingga memeluk pantatku merasakan sensasi itu.
Obat Pembesar Penis Alami
“Nikmatilah mbak,nikmati yg telah lama tidak kau rasakan. Usiaku terbukti terlalu muda untukmu, tapi aku mampu memberimu kepuasan,” ujarku dalam hati.
Aku ingin menikmati moment ini lebih lama, aku mengaduk2 kewanitaanya perlahan serta lembut. Suasana begitu romantis.
“Uhh..uhh..shhh..hhhh…” Mbak Juminten mendesah setiap kali aku menusuk selangkanganya. Tanganya lembut memeluk punggungku.
Kami terus berpagutan, pantatku meliuk2 menghantam. Makin lama gerakanku makin cepat. Tenagaku semacam tidak habis membawanya pada kenikmatan. Mungkin lebih dari 15 menit berlangsung, mbak Juminten mulai kewalahan. Jepitan pahanya makin kuat sementara pantatnya tidak henti bergerak ke atas menyambut penisku, nafasnya telah tersengal. Mungkin tidak lama lagi mbak Juminten mencapai klimaks.
“Buuuk..ibuuuk..di manaaa…rini pengen pipis..” Tiba2 suara anaknya terdengar nyaring di depan pintu kamar.
Kami yg tengah melambung terkesiap kaget serta melepas pelukan. Sekejap saja kami telah berdiri, saling bertatapan dalam kebingungan.
“Buuk…ibuuuk..”Lanjut bocah itu.
Damn it..aku menyumpah dalam hati.
“Iya sebentar naaaak..pipis aja di dapur..ada kamar mandi di situ..ibu lagi beresin kamar..sebentar lagi keluar..” Jawab mbak Juminten panik berusaha memungut pakaianya yg berserakan di kasur.
“Iya buk..” Jawab bocah itu.
“Nanti baring aja lagi di kamar, bunda kelak nyusul..”Jawabnya sambil berusaha meraih celana dalamnya.
Aku menahan tanganya, “biar aja mbak..tanggung sebentar lagi..” Ujarku.
“Jangan..nanti dirinya curiga..” Jawabnya menepis tanganku.
“Nggak..sebentar lagi..tenang aja..”Seruku.
“Jangan Den..” Jawabnya, tapi kalimat itu terpotong.
Aku luar biasa tubuhnya, nafsuku telah memuncak. Aku mendorong tubuh telanjangnya menghadap meja kecil di hadapan kami. Dengan sekali kibasan seluruh benda2 kecil di atasnya berlompatan jatuh ke lantai dengan suara yg berisik.
“Den..nanti den…sabar..” Jawabnya kebingungan.
Aku tidak memperdulikan ucapanya. Tubuhnya ku dorong merapat ke pinggir meja, kedua kakinya aku paksa untuk melebar, pantatnya aku tarik ke belakang. Posisi mbak Juminten telah menungging di depanku, belahan pantat itu mempertontonkan lubang anusnya.
Aku menjadi kian brutal, pantat besar serta bahenol itu ku angkat, tahap vagina serta rambut2 halus itu terpampang didepan selangkanganku. Penisku langsung mendekat, langsung menghujam masuk. Pemandangan dibawaku membuatku makin bernafsu.Batang penis itu perlahan menghilang diantara bongkahan pantatnya.
O gosh..nikmat sekali, aku mendesis2 menahan geli. Segera saja tubuhku menyodok2 dengan kuat. Tubuh mbak Juminten maju mundur terpapar seranganku. Sebentar saja dirinya kembali merintih.
Permainan kami berjalan cepat, kekagetan tadi itu meningkatkan selera, bunyi gesekan kemaluan kami mengiringi. Mbak Juminten memutar2 pinggulnya berusaha segera meraih akhir perjuangan. Peniskupun telah semacam ingin meledak.
Tubuhku terus kuat menekannya kedepan, mbak Juminten gemulai memutar pantatnya kesana kemari, makin liar serta binal serta akhirnya dirinya meraih klimaks.
“Uhhhh…uhhh…dennn….aduuuhh..uuhh..huhhu..huh uuu..uuhh..” Jeritnya sambil terisak.
Kedua pahanya mengejang kaku,kepalanya hingga terbaring dipermukaan meja sambil terus merintih tiada henti. Cairan hangat kewanitaanya membasahi penisku di dalam.
Aku ingin segera merasakan faktor yg sama, sodokanku makin cepat melabraknya.Beberapa kali bandul akhirnya pantatku berhenti bergerak bersiap meregang, tanganku kuat mencengkram pinggulnya.
“Cabut den..cabut…jangan didalem..”Serunya panik.
Aku tetap pernah luar biasa penisku keluar cocok ketika spermaku datang menerjang.
“Ahhhhh….mbakkk..oooh…shhh..ahhh…”Jeritk u ketika sperma itu menyemprot panas cocok diatas bongkahan pantat bahenol mbak Juminten.
Sebagian mendarat di dalam belahan pantatnya, mengalir turun menelusuri permukaan anusnya. Jari tangan mbak Juminten menyelusup pada tahap situ, menahan ajaran sperma itu mendekati vaginanya serta menyekanya dengan cepat.
Kami terkesima dengan nafas tersengal. Nikmat tetap menjalari benak kami dalam bisu. Akhirnya permainan ini usai.
Aku terduduk lemas di pinggir ranjang menatap mbak Juminten yg tetap berdiri dari belakang, badanya limbung memegang pinggiran meja. Cairan sperma itu berkilauan pada tahap pantatnya. Juga terkesan cairan putih kental dari dalam vaginanya yg tertahan bulu lebat kemaluan mbak Juminten.
Hujan telah reda ketika kami duduk di ruang tamu. Bocah kecil itu tengah serius melihat tivi di belakang kami. Dirinya tidak menyadari bahwa ibunya baru saja telah bertarung canggih di kamar bersamaku.
Mata kami yg hanya berkata saat itu, apa yg telah terjadi tadi membungkam kami tenggelam dalam pikiran masing2.
Semenjak hari itu hubungan kami berada dalam suasana yg baru. Usaha katering yg kujanjikan berjalan sukes, tarah nasib mbak Juminten meningkat lebih baik.
Hingga hari ini mbak Juminten tetap menemani gairah mudaku yg tidak kenal batas. Ada terbersit dalam hati untuk menikahinya sebuahhari nanti, biarlah waktu yg menentukan akhirnya. Udara dingin perkebunan teh ini membikin kami terus larut.
Kisah seks dengan mbak juminten pembantuku



Rabu, 01 April 2015

Solusi Tepat Cara Memperbesar Penis Anda dengan MAKSIMAL !!!


Pembesar Penis Alami hanya dengan cara memperbesar penis asli dari vimax herbal produk kami vimax original bergaransi.
Silahkan tonton video berikut untuk obat pembesar penis
Cara Memperbesar Penis Alami

Obat Pembesar Penis Alami Vimax Canada | Pembesar Penis Vimax 081222264774


Pembesar Penis Alami Vimax NO 1 INDONESIA
Pembesar Penis Vimax | No 1 Indonesia
Pembesar Penis vimax indonesia UKURAN PENIS Kalian Tidak lebih Besar ?
Berhubungan Cepat Keluar/ Ejakulasi Dini ?
Sulit Ereksi Atau Ereksi Tidak Keras ?
KAMI PUNYA SOLUSI Tutorial Memperbesar Penis TERDAHSYAT !
GARANSI UANG KEMBALI Bila Tidak Puas ! “Tahukah Kalian Fakta Berikut Ini ?”
7 Dari 10 Pria Mengalami Ejakulasi Dini ? Ukuran Penis Bisa Bertambah Walaupun Usia Diatas 60 Tahun?67 % Wanita Tidak Puas Dengan Ukuran Penis Pasangannya ? Ejakulasi dini Bukankah Problem Ini Sangat Meresahkan Serta Menyedihkan?
Tahukah Kalian Kalau Istri Kalian Menyembunyikan Airmatanya Setiap Malam?
Mungkin Pernah Terjadi....Bahwa Beberapa Malam Terakhir Ini Kalian Selalu Terkesan Egois Serta Terburu-Buru Dalam Melakukan Hubungan Suami-Istri. Kalian Selalu Lebih Dulu Mencapai Klimaks Padahal Baru Saja Melakukan Tahap Pemanasan Ataupun Baru 1-4 Menit Penetrasi... Ejakulasi Terjadi Terlalu Dini Yang Sebetulnya Tidak Kalian Inginkan! Sebagai Istri Yang Baik Tentu Saja Dia Berusaha Memaklumi Kondisi Anda, Tetapi Sadarkah Kalian Didalam Hatinya Dia Selalu Menjerit Sedih Serta Kecewa?
Tak Terasa Air Matanya Pun Mengalir Hampir Setiap Malam. Hingga Kapan Kondisi Ini Akan Berlanjut? Apakah Itu Saja Masalahnya??...


Pembesar Penis Alami Vimax | No 1 Indonesia MALE VIRILITY ENHANCEMENT DIETARY SUPLEMENT | Pembesar Penis Vimax Kemasan 1 Botol Isi 30 Kapsul 100% HERBAL MADE IN CANADA, Sangat Ampuh Memperbesar Serta Memperpanjang Serta Memper Besar Penis Dalam Waktu Yang Relatif Sangt Cepat No 1 indonesia, Kegunaaan Lain Dari VIMAX INDONESIA Yaitu Membantu MEMPERKUAT EREKSI, DAN MEMPERBESAR PENISOBAT PEMBESAR PENIS Menambah Kembali Hasrat Seks Anda, Menambah Kesehatan Sexual, Di Formulasikan Dari Tumbuh-Tumbuhan Di Seluruh Dunia Yang Sudah Terbukti Serta Teruji Dengan tutorial Klinis Mampu Mempercepat Proses Pembesaran Serta Memperpanjang Penis Dengan Sangat Cepat Tanpa Khawatir Efek Samping 100% NATURAL PRODUCT VIMAX CANADA ORIGINAL, Bahan Pertama Kali Di Temukan Di POLINESIA, Serta Di Kembangkan Hingga Saat Ini Untuk Kalian Yang Mempunyai Ukuran Penis Tidak lebih Besar Atau Tidak lebih Panjang Bisa Juga Di Bisakan Di MALAYSIA.
Pembesar Penis Alami Vimax Paling Ampuh Besar Panjangin Penis Dlm Waktu Yang Cepat OBAT VIMAX No.1 DI DUNIA MANFAAT Obat Pembesar Penis Alami Vimax : Memperbesar Ukuran Penis Kalian Hingga 3-4 Inci Serta Permanen. Menambah Ketebalan Penis Hingga 25%. Menambah Hasrat Sexual Serta Menambah Kesehatan Sexual Anda. Kuat Serta Lebih Intens Dalam Orgasme.
Menyembuhkan Penyakit Ejakulasi Dini Anda.
Pembesar Alami Penis Vimax | No 1 Indonesia 100% Asli NATURAL PRODUCT | Pembesar Penis Vimax Bisa Digunakan Pria Dari Usia 18 Tahun Hingga 70 Tahun, Tanpa Adanya Laporan Dampak Serta Efek Smping Dari Pembesar Penis Vimax 100% NATURAL PRODUCT.


SEGERA ORDER SEKARANG JUGA ! BAHAN - BAHAN UTAMA Pembesar Penis Vimax : DODDER SEED ( SEMAN CUSCUTAE ) Mengatasi Masalah Sexual Seperti Impotensi Serta Ejakulasi Dini.
EPIMEDIUM SAGITTATUM 4:1 EXT ( BARK ) Berkhasiat Menambah Libido Serta Menambah Ereksi.
PANAX GINGSENG ( ROOT ) Berkhasiat Membantu Infertilitas, Membangun Darah Serta Mengentalkan Sperma.
GINGKO BILOBA PWD Berkhasiat Mampu Menambah Sirkulasi Perifer Serta Oksigenasi.
SAW PALMETTO POWDER Berkhasiat Merangsang Libido Yang Rendah Pada Pria Serta Untuk Menambah Energi Sexualitas Anda.
AVENA SATIVA EXT 10:1 ( OAT STRAW EXT ) Berkhasiat Untuk Merangsang Libido Kalian Dengan Cepat Serta Terbukti Sangat Efektif.
CAYENNE PEPPER Berkhasiat Untuk Menangkal Penyakit Serta Menyamankan Sirkulasi Darah Anda, Hal Ini Juga Bisa Mencegah.
STROKE Serta SERANGAN JANTUNG Dengan Tutorial Menambah Kinerja JANTUNG Kalian Agar Tidak Selalu Tertekan.
CAYENNE PEPPER Mempunyai Kemampuan Untuk Membangun Kembali Jaringan Serta Juga Membantu Mengurangi Kelelahan Setelah BerAktifitas Seharian Penuh.

Ada 7 MANFAAT :

Pembesar Penis Alami Vimax MEMPERBESAR Ukuran Serta PANJANG Penis Hingga Dengan 8 Cm (HASIL PERMANEN).
Pembesar Penis Alami Vimax Menambah KETAHANAN Serta HASRAT
Pembesar Penis Alami Vimax kuat serta tahan lama Dalam Berhubungan Seks.
Pembesar Penis Alami Vimax memperkental sperma.
Pembesar Penis Alami Vimax Mencegah DISFUNGSI EREKSI Serta Menambah INTENSITAS ORGASME.
Pembesar Penis Alami Vimax Membuat Pasangan SEMAKIN LENGKET LEBIH PERCAYA DIRI Serta MACHO.
Pembesar Penis Alami Vimax Keharmonisan Rumah Tangga Semakin NYAMAN & TENTRAM.



Pemakai  Pembesar Penis Vimax | No 1 Indonesia yang berhasil

ATURAN MINUM Pembesar Penis Vimax 100% NATURAL PRODUCT : Diminum 1X Sehari Setelah Makan, Serta Di Usahakan Minum Dengan Air Putih Hangat, Agar Proses Kerja Obat Lebih Efektif.
Pembesar Penis Alami Vimax | No 1 Indonesia PER DAFTAR HARGA : Harga Promo Bulan Ini Isi 30 kapsul URAIAN NILAI
1 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 500.000,-
2 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 1.000.000,-
3 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 1.300.000,-
4 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 1.800.000,-
Pembelian 2 botol VIMAX bonus Oil Pembesarnya.
pembelian 4 botol VIMAX bonus 1 botol isi 30.
Harga Promo Bulan Ini Isi 60 kapsul.




Berikut cara-cara pemesanan barang.
1.Pilih produk yang Kalian inginkan.
2.Pemesanan Hubungi Di Nomor.

081 2222 64 774 (Simpati)

081 7777 96 1255 ( XL)

 Pin BB: 29DA00C1

3.Setelah melakukan pemesanan Lakukan pembayaran terlebih dahulu sesuai dengan harga produk ke No.Rekening Kami.

BRI , BNI , BCA , MANDIRI

4.Setelah Kalian transfer, konfirmasi ke kami via SMS / Telp
5.Format konfirmasi transfer :
Nama lengkap#Alamat lengkap#Nama produk#Nominal transfer#Nama pemilik Rek#Tanggal pentranferan. {serta bukti tranfer}
6.Setelah konfirmasi Kalian selesai, kami segera cek valid transfer anda.
7.Pesanan kalian bisa langsung kami kirim sesuai dengan Nama+Alamat lengkap Kalian Via jasa pengiriman kilat.

TIKI , JNE , POS
8.Setelah itu kami akan beritahukan ke Kalian bahwa pesanan Kalian sudah kami kirimkan.
9. Terakhir kalian tinggal duduk manis menanti barang pesanan anda.

Pemesanan produk Diluar kota / Pulau / Negeri kami kirin lewat jasa pengiriman kilat :
TIKI , JNE , POS


Pesan antar langsung Untuk Wilayah Jakarta Serta sekitarnya.

Jumat, 27 Maret 2015

Tips Kencan Dengan Wanita Tomboy


 vidio sex
Jikalau Kamu sempat merasa kasmaran terhadap perempuan tomboi yg menawan, janganlah terburu-buru buat menciptakan generalisasi mengenai dirinya. Meski tomboy barangkali mempunyai ciri-ciri lebih maskulin, mereka serta mampu cantik sekali & mempunyai segi feminin. Tomboy barangkali tak menggunakan rok pendek, gaun & tidak sedikit perhiasan, tetapi ia tetap dapat tampak teramat menarik. Umumnya tomboy atletis, lebih gemar bergaul dgn laki laki & berolahraga daripada bertolak berbelanja bersama gadis-gadis. Seperti Kamu, ia gemar olahraga, computer & mempunyai lebih tidak sedikit sahabat laki-laki daripada rekan cewek. Lemari baju mereka terutama berisi celana, t-shirt, celana pendek & sepatu kets. Mereka menolak standar feminin konvensional, menghindari baju pink, lipstik, & cat kuku, & sangat sering top dalam olahraga.
Sebanyak gede laki laki punya anggapan tomboy itu menarik, tetapi kesalahan gede yg dibuat laki laki waktu berhadapan bersama tomboy ialah asumsi bahwa mereka tak tertarik terhadap cinta & gairah. Walaupun dia kemungkinan bukan perempuan bersama perawatan mahal yg merawat kukunya, miliki tidak sedikit perhiasan atau tak mengikuti tren fashion paling baru, jadi tomboy tak menghentikannya buat jadi seseorang perempuan & mau diperlakukan dgn hormat & sensitivitas.

Tomboy mampu seksi dalam trick mereka sendiri & tidak jarang disalahartikan juga sebagai bi-seksual atau lesbian cuma sebab mereka berlainan dari biasanya perempuan. Sebahagian gede dikala, tomboy bakal berteman bersama seseorang laki laki sebelum dia sejak mulai menyukainya & sesudah ia tertarik, dirinya condong jadi lebih tegang di lebih kurang cowok yg disukai dikarenakan mau dianggap sbg wanita.

Ingat, tomboy bisa jadi mempunyai penampakan keras, namun dirinya konsisten seseorang perempuan. Waktu kencan tomboi, ia barangkali membutuhkan kala utk terhubung, tetapi ia serta mencintai & penuh kasih seperti gadis-gadis lain. Jikalau Kamu menunjukkan kesediaan buat memperlakukannya seperti perempuan, Kamu dapat mendapat hatinya.
Tips Kencan Dengan Wanita Tomboy

Sabtu, 14 Maret 2015

Kos Sebelah Adek Kecilku Sex


 vidio sex
Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuhnya mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu kututup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.
Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Melda, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku mengintip. Melda sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat ke dalam kamarnya.


Pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Melda lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya. Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama.

Aku bergetar lemas melihatnya, sedangkan penisku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Melda mulai melepaskan celana dalamnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Melda naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.

Melda menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Melda bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. Kasihan Melda.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Melda kemudian mengambil spidol.., dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang vaginanya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu.

"Ahh.., ahh", Lalu dicopotnya spidol itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam vaginanya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, "Oohh.., ohh.., ahh", tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.

Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat vagina si Melda yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Melda rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, "Ahh.., ahh.., ahh", rupanya dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.

Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi "ON". Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, "Akhh", aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada vagina Melda yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Melda yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capai dan lelah.

Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Melda.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya

Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Melda yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.

Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.

Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, "Alaamaak", Melda memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku. "Ohh.., glekk", aku menelan ludah sendiri dan repotnya, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu.

Setelah aku yakin bahwa Melda benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan membuat penisku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk. Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Melda bangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Melda benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana dalamnya dan melihat vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang.

"Huaa", aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melda, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung hanya untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika Melda bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang tidur pulas.

Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini melda benar-benar telanjang bulat.

Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Melda ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang indah itu.

Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuatku terkejet-kejet, penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Melda terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah sangat besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Melda masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang sudah basah. Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Melda, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Melda.

Sayang Melda tertidur pulas, andaikata Melda dapat merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya itu, tapi walaupun Melda saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis,..nikmat yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.

Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, lalu pada clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, "sleepp.., slesepp", kepala penisku yang gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala penisku sudah masuk ke dalam vagina Melda yang hangat nikmat itu.

Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melda masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat, "Ehhss.., ehh.., ss", seperti orang ngigau. Lalu kucabut lagi penisku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, "Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya vaginamu Melda, betapa seretnya lubangmu sayang". Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melda, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa enaknya vaginamu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu.

Lalu kembali kutekan agak dalam lagi penisku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, "Bleess.., blessess", "Akhh.., akhh", sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai vagina seenak dan segurih milik Melda ini.

Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melda agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa melda pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.

Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk semua ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang diberikan oleh vagina Melda ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang. Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melda, tak akan kutinggalkan kamu.

Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan melda ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku dalam-dalam. Aakh, sumur Melda memang bukan main, walaupun lubang vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa.

Lama-kelamaan, ketika penisku benar-benar kuhunjamkan habis dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku. "Ohh.., ohh", kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, takut Melda terbangun.

Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Melda keluar dan tersenyum padaku.

"Mau berangkat Pak?", tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.
"Kok Melda nggak sekolah?".
"Nanti Pak, Melda giliran masuk siang", akupun tersenyum dan Meldapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor.

TAMAT

Minggu, 01 Maret 2015

Cerita Sex Terbaru Atas Ok Bawah Ok Tante Sempurna

 vidio sex

Cerita Sex Terbaru | Atas Ok Bawah Ok Tante Sempurna - Memang Kejadian ini terjadi sekitar sebulan yang lalu  Saya berumur 23 tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Jakarta  Dan saya berasal dari keluarga baik-baik  Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah Bogor  Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu (umur 3 dan 5 tahun)  serta memiliki istri yang cukup cantik (menurut saya) umurnya sekitar 27 tahun


Pada Awal kejadiannya adalah pada hari sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut  yang tidak lain adalah om saya dengan tante saya  Yang Ternyata penyakit ‘gatel’ om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama temannya  Hal tersebut sangat menyakitkan tante saya  karena di sana Ternyata om saya akan mabuk-mabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Lalu Minggu malam  Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama teman-temannya  Dan pada saat itu hanya aku bertiga saja di rumah: saya  Om Pram dan Si Tante Sis

 Braaaak    suara gelas pecah menghantam pintu  cukup membuat saya kaget  dan om saya dengan marah-marah berjalan keluar kamar  Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak   Nggak usah pulang sekalian  cepet ceraikan aku   Dalam hatiku berkata   Wah ribut lagi   Om Pram langsung berjalan keluar rumah  menstarter mobil Timornya dan pergi entah ke mana
Dan Di dalam kamar  aku mendengar Tante Sis menangis  Aku mau masuk ke dalam tapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku)  Tapi aku jadi penasaran juga  Takut nanti terjadi apa-apa terhadap Dan Tante Sis  Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri

Namun Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya  Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja rias  Aku berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis  Kuhampiri dia dan dengan pelan

Dan Aku bertanya   Kenapa Tan? Om kambuh lagi?
Dan Dia tidak menjawab  hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya  Dan Cukup lama aku berdiri di belakangnya  Pada waktu itu aku hanya memandangnya dari belakang  dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan baju tidur yang cukup menggiurkan  Pada saat itu aku belum berpikiran macam-macam  Dan Aku hanya berkesimpulan mungkin Tante Sis mengajak Om Pram  berdua saja di rumah  karena anak-anak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sista  Dan mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta (karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan  daster tipis  dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut)  Tetapi Om Pram tidak mau  dia lebih mementingkan teman-temannya dari pada Tante Sis

Lalu Tiba-tiba Tante Sis berkata   To  Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama Tante  Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke Stardust di Jakarta  ninggalin Tante sendirian di rumah  apa Tante udah nggak cakep lagi   Ketika Tante Rupanya Sis berkata demikian dia berbalik menatapku  Aku setengah kaget  ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya (kira-kira berukuran 34)  Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya  Aku lumayan Ia kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu
Lalu Aku terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu  aku langsung mendekatinya (dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih dekat lagi)
Kemudian Tante masih cantik kok  dan Om kan pergi sama temannya  Jadi nggak usah khawatir Tan!
Memang Iya tapi temennya itu brengsek semua  mereka pasti mabuk-mabukan lagi dan main perempuan di sana
Hingga Aku jadi bingung menjawabnya  Secara refleks kupegang tangannya dan berkata   Tenang aja Tan  Om nggak bakal macem-macem kok   (tapi pikiranku sudah mulai macam-macam)

 Tetapi Tante denger dia punya pacar di Jakarta  malahan Tante kemarin pergoki dia telponan ama cewek  kalo nggak salah namanya Sella
Dan Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal  mungkin itu temennya kali Tan  dan lagian Tante masih tetap cantik kok

Dan Tanpa Tante Sis sadari tangan kananku sudah di atas paha Tante Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya  Perlahan-lahan pahanya kuusap secara halus  hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki

Lalu Tiba-tiba tanganku yang memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis  dan berdiri dari duduknya   To  saya tantemu saya harap kamu jangan kurang ajar sama Tante  sekarang Tante harap kamu keluar dari kamar tante sekarang juga!  Memang Dengan nada marah Tante Sis mengusirku

Kini Cukup kaget juga aku mendengar itu  dan dengan perasaan malu aku berdiri dan meminta maaf  kepada Tante Sis karena kekurangajaranku  Aku berjalan pelan untuk keluar dari kamar tanteku  Sambil berjalan aku berpikir  aku benar-benar terangsang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini  Sejak aku putus dengan pacarku  terus terang kebutuhan biologisku kusalurkan lewat tanganku

Saat Setelah sampai di depan pintu aku menoleh kepada Tante Sis lagi  Dia hanya berdiri menatapku  dengan nafas tersenggal-senggal (mungkin marah bercampur sedih menjadi satu)  Aku membalikkan badan lagi dan di pikiranku aku harus mendapatkannya malam ini juga  Dengan masa bodoh aku menutup pintu kamar dari dalam dan menguncinya  lalu langsung berbalik menatap tanteku  Tante Sis cukup kaget melihat apa yang aku perbuat  Otakku sudah dipenuhi oleh nafsu binatang

Hemmm Mau apa kamu To?  tanyanya dengan gugup bercampur kaget
Dan Tante mungkin sekarang Om sedang bersenang-senang bersama pacar barunya  lebih baik kita juga bersenang-senang di sini  saya akan memuaskan Kemudian Tante   Dengan nafsu kutarik tubuh tanteku ke ranjang  dia meronta-ronta  tetapi karena postur tubuhku lebih besar (tinggiku 182 cm dan beratku 75 kg  sedangkan Tante Sis memiliki tinggi tubuh sekitar 165 cm dan berat kurang lebih 50 kg) aku dapat mendorongnya ke ranjang  lalu menindihnya
Eeeh Lepasin Tante  Dito   suara keluar dari mulutnya tapi aku sudah tidak peduli dengan rontaannya  Dasternya kusingkap ke atas

Dan Ternyata Tante Sis tidak mengenakan celana dalam sehingga terpampang gundukan bukit kemaluannya yang menggiurkan  dan dengan kasar kutarik dasternya bagian atas hingga payudaranya terpampang di depanku  Dengan bernafsu aku langsung menghisap putingnya  tubuh tanteku masih meronta-ronta  dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan nafsu kujilati seluruh tubuhnya terutama payudaranya  cukup harum tubuh tanteku

Hingga Akibat rontaannya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaianku  tapi pelan-pelan aku dapat membuka baju dan celanaku  Sambil membuka baju dan celanaku itu  dengan bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya yang menurutku mulai basah (mungkin Tante Sis sudah mulai terangsang walaupun masih berkurang tetapi frekuensinya agak menurun sedikit)

Kemudian Dengan tidak sabar aku langsung berusaha membenamkan kejantananku ke liang kewanitaannya   To  jangan To  aku Tantemu tolong lepasin To  ampun  Tante minta ampun   Aku sudah tidak peduli lagi rengekannya  Ketika lubang senggamanya kurasa sudah pas dengan dibantu cairan yang keluar dari liang kewanitaannya aku langsung menghujamkan senjataku

 Aaaaauuhhh  sakit To  aduh   Tante minta ampun… tolong To jangan   lepasin Tante To    Ketika mendengar rintihannya  aku jadi kasihan  tetapi senjataku sudah di dalam   Maaf Tante  saya sudah tidak tahan dan punyaku sudah masuk ke dalam  saya akan berusaha membuat Tante menikmatinya  tolong Tante sekali ini saja  biarkan saya menyelesaikannya   bisikku ke telinganya  Tante Sis hanya diam saja  Kemudian tidak berkata apa-apa
Lalu Dengan pelan dan pasti aku mulai memompa kemaluanku naik turun  dan Tante Sis sudah tidak meronta lagi  Dia hanya diam pasrah dan kulihat air matanya berlinang keluar  Kucium keningnya dan bibirnya  sambil membisikkan   Tante  Hingga Tante masih cantik dan tetap mengairahkan kok  saya sayang Tante  bila Om sudah tidak sayang lagi  biar Dito yang menyayangi Tante   Tante Sis hanya diam saja  dan kurasakan pinggulnya pun ikut bergoyang seirama dengan goyanganku

Kemudian Kira-kira 10 menit aku merasakan liang kewanitaan tanteku semakin basah dan kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuat-kuat (mungkin dia sudah orgasme)  dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya  Setelah pemerkosaan itu kami hanya diam saja  Tidak berkata apa  hanya diam  Aku sendiri harus ngapain  Tanteku kembali menitikkan air matanya  Dan aku pamit kepadanya  untuk keluar kamarnya  aku terus merenung  mengapa bisa begini

Dan Itulah kisahku  Sejak kejadian itu hubunganku dengan tanteku menjadi renggang  Aku bingung dengan apa yang harus kulakukan  Sudah sebulan aku tidak lagi ke Bogor  karena ada perasaan malu  Tetapi Tante Sis tidak menceritakan kepada siapapun kejadian ini  dan kadang jika malam aku tidur  selalu terbayang kejadian waktu itu  Ingin rasanya aku melakukan kembali tetapi aku takut  Maaf aku tidak menceritakannya secara vulgar  karena ini terjadi begitu saja .



Jumat, 27 Februari 2015

Cerita Dewasa Pelajaran Sex Untuk Anak Tetangga

 vidio sex
Kejadian ini terjadi di pertengahan bulan Januari 2004. Malam itu aku pulang lebih malam dari biasanya. Rapat di kantor yang berkepanjangan dan bertele-tele membuat aku cape setengah mati. Masuk ke kamar tidurku, aku membuka jas kantorku disusul dengan melorotkan rokku dan menjatuhkannya ke lantai begitu saja. Sambil berjalan ke arah lemari pakaian, aku membuka kancing-kancing blusku. Tepat di depan lemari pakaian aku melepaskan blusku dan menjatuhkannya ke lantai pula. Aku membuka lemari pakaianku. Sejenak aku memilih-milih pakaian dalam yang akan aku pakai. Akhirnya pilihanku jatuh pada celana dalam satin tipe thong warna kuning muda dan bra tanpa tali bahu yang berwarna sama. Kulemparkan celana dalam dan bra ke atas tempat tidurku. Setelah itu, aku menuju ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarku. Di dalam kamar mandi, aku membuka celana dalamku yang berwarna putih dan bra yang berwarna sama yang kukenakan sejak pagi. Kubiarkan saja tergeletak di lantai kamar mandi. Aku segera masuk ke dalam tempat shower dan mandi. Hanya dengan mandi yang bersih yang bisa mengusir segala kepenatanku seharian di kantor. Saat menyabuni badanku, aku menyabuni bagian payudara dan vaginaku agak lama. Aku menikmati sensasi saat kedua bagian tubuhku itu tersentuh, walaupun oleh tanganku sendiri. Tak lama kemudian acara mandiku berakhir. Aku kemudian keluar dari tempat shower dan menggapai handuk yang selalu tergantung di belakang pintu kamar mandiku. Dengan handuk itu, aku mengeringkan tubuhku. Kembali ke kamar tidur, aku kemudian mengambil pakaian dalam yang di taruh di atas tempat tidur dan kupakai. Setelah itu, handuk yang kupakai kuhamparkan di sandaran kursi yang ada di kamarku. Aku membaringkan diriku ke atas tempat tidur. Bagian tubuhku yang tidak terutup oleh bra dan celana dalam yang kupakai, langsung menyentuh lembutnya sprei tempat tidurku. Aku memutuskan untuk beristirahat. Saat baru saja hendak terlelap, aku mendengar suara bel pintu. Aku kemudian bangkit dari tempat tidurku dan menggapai jubah tidur satinku yang berwarna merah muda yang tergantung di balik pintu kamarku. Sambil berjalan ke arah pintu depan, aku memakai jubah tidurku dengan terburu-buru. Hal ini tentu saja menyebabkan pada bagian dada tidak tertutup dengan rapi. Langkah-langkah kakiku menyebabkan celana dalamku terlihat dari belahan jubah tidurku yang panjangnya hanya sepaha. Aku tidak perduli, aku hanya berpikir siapa yang datang. Saat aku membuka pintu, aku melihat seorang anak laki-laki berumur 14 tahun. Dia adalah anak dari tetangga di depan rumahku. Ditangannya dia membawa sebuah kotak. Pertama-tama sepertinya dia terkejut melihat penampilanku sebab dia bisa melihat sebagian bra yang tidak tertutup oleh jubah tidurku. "Ryan, ada apa, sayang?" tanyaku. Dengan agak gelalapan dia menjawabku, "Anu Tante, ini ada titipan dari Mama.." "Apa ini? ", tanyaku. Sambil menyodorkan kotak yang dibawanya, dia berkata, "Cuma kue saja." Aku kemudian mengambil kotak itu dari tangannya dan mempersilahkan dia masuk. "Mama kemana?", tanyaku. "Keluar sama papa. Mungkin agak malam baru pulang, soalnya mau ngurusi pesta" "Pesta apa?" "Perayaan ulang tahun perkawinan yang ke 25" "Oh begitu.." Aku kemudian mempersilahkan dia duduk di kursi ruang keluargaku. Aku kemudian mengambil air dari dapur dan membawanya keluar. "Ini silahkan di minum.." "Terima kasih, Tante.." Aku tersenyum kecil, sebab sewaktu aku menaruh air tadi ke meja, aku melihat kalau matanya melirik ke dalam jubah tidurku, tepat ke arah buah dadaku yang tertutup oleh braku. Diam-diam aku berencana untuk menggoda anak ini. Aku kemudian duduk di sebelahnya. Sejenak kemudian, anak itu aku ajak berbincang-bincang. Sebetulnya anak itu duduknya tidak tenang, tetapi aku pura-pura tidak memperhatikannya, sampai suatu ketika dia berkata, "Anu Tante, bra Tante bagus ya.." Aku tersenyum kecil. Dalam hatiku aku bersorak gembira. Anak ini memperhatikanku. "Memangnya bra Mamamu tidak bagus? ", tanyaku. "Ngak sebagus punya Tante" "Lho, pernah ngintip Mamanya ya..," godaku. Dengan muka yang agak kemerahan dia berkata, "Bukan gitu kan tahu dari jemuran.." "Kalau gitu cuma tahu branya aja? Celana dalamnya?" "Celana dalam juga" "Kalau gitu bagusan mana dengan punya Tante?" Aku kemudian mengangkat sedikit jubah tidurku. Celana dalamku terlihat dengan jelas oleh anak itu. Dengan muka yang tambah merah, Ryan menjawab, "Punya Tante jauh lebih bagus. Punya Mama potongannya biasa saja. Warnanya pun paling putih. Punya Tante bagus sekali .." Aku tersenyum dan terus bertanya, "Pernah lihat Mama hanya pakai bra sama celana dalam?" Anak itu menggeleng, "Belum .." "Mau lihat kalau Tante yang pakai?" Anak itu menganggukkan kepalanya. Aku segera berdiri. Sambil tersenyum aku melepaskan jubah tidurku. Kini di depannya aku hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. "Bagaimana? .." "Tante kelihatan cantik. Kayaknya Mamanya Ryan kalah deh" "Hush .. masa Mamanya Ryan kalah?" "Benar, Tante.. Tante cantik sekali.." Aku kembali duduk di sofa. Kali ini aku bertanya lebih berani, "Kamu pernah lihat payudara yang tidak tertutup bra?" "Ngak pernah" "Mau lihat?" Dengan muka memerah, dia mengangguk kecil. Sambil tersenyum aku melepaskan kait braku. Setelah lepas, braku kuhamparkan di samping sofa. Payudaraku terpampang untuknya. Mulut anak itu terngangga sedikit. "Tante betul-betuk cantik", hanya itu komentarnya. Matanya terus saja menggerayangi kedua payudaraku. Aku tambah nakal, lalu bertanya, "Mau Tante telanjang sekalian?" Dia mengangguk pula. Aku melepaskan celana dalam yang kupakai. Setelah itu, kubuka kedua kakiku. Vaginaku beserta bulu-bulunya terlihat olehnya. Kini seluruh tubuhku bebas dinikmati oleh anak itu. Matanya tak henti-hentinya melalap semua bagian tubuhku. Sebentar-sebentar terlihat sepertinya dia tidak tahan untuk tidak menyentuh tubuhku, tetapi karena dari aku tidak ada tanggapan, maka dia hanya bisa menahan saja. Setelah agak lama, aku kembali berusaha mencairkan suasana dengan obrolan yang lain. Mungkin karena tubuhku dalam keadaan telanjang, anak itu sepertinya kurang menanggapi. Akhirnya setelah beberapa saat, aku mengingatkannya agar segera pulang. Aku mengambil kembali celana dalam, bra dan jubah tidurku dan memakainya kembali di depan anak itu. Saat hendak keluar pintu, anak itu berkata kepadaku, "Tante, terima kasih ya. Tante betul-betul cantik" Aku tersenyum saja. Dia meneruskannya, "Maukah Tante merahasiakannya untuk kita berdua saja?" Sambil tersenyum aku mengangguk. Anak itu tersenyum juga. Dengan langkah yang riang, dia kembali ke rumahnya. Aku segera mengunci pintu dan kembali ke kamarku. Aku kembali melepaskan jubah tidurku. Hanya dengan mengenakan bra dan celana dalam, aku membaringkan tubuhku ke tempat tidur. Peristiwa tadi membuat aku sangat gembira sekaligus terangsang. Aku kemudian mengambil penis dari karet dari laci tempat tidurku. Aku membuka bra dan celana dalamku dan membaringkan tubuhku yang telanjang kembali ke ranjang. Penis karetku kumasukan ke liang vaginaku dan kugerakkan maju mundur. Pikiranku kupenuhi dengan adegan dimana aku menelanjangi diri di depan anak itu. Nafsuku yang semakin memuncak akhirnya membuatku orgasme. Setelah mengalami orgasme berkali-kali, aku serasa tidak punya tenaga untuk melakukan apa-apa lagi. Dengan tubuh telanjang yang terkulai lemas dan penis karet yang tertancap di liang vaginaku, aku tertidur dengan pulas sampai pagi. Sejak hari itu, anak tetanggaku selalu ke rumahku bila kedua orang tuanya pergi. Tentu saja setiap kali datang, aku selalu memamerkan pakaian dalam yang aku pakai dan tubuh telanjangku. Pernah satu dua kali aku membiarkannya melihatku sedang mandi. Selain itu, anak itu mulai berani meminjam pakaian dalamku untuk dipakai dan dimainkan. Kalau bertamu ke rumahku, dia akan meminjamnya dan memakainya selama di rumahku. Saat pulang, barulah dia memakai kembali pakaiannya. Tentu saja biasanya pakaian dalam yang dipakainya ikut dipakai ke rumah juga. Biasanya dikembalikan saat bertamu berikutnya. Aku memikirkan kalau bisa aku ingin memotret anak itu dengan memakai pakaian dalamku. Pasti terlihat sexy dan lucu. Selain untuk masturbasi di kamar, dia mengaku kalau sering memakainya ke sekolah apalagi saat ujian, pikirannya lebih encer. Aku sendiri agak heran juga, bagaimana kalau teman-temannya mengetahui dia pakai bra di balik seragamnya, tetapi sepertinya dia bisa menyiasatinya. Aku sangat senang kalau ternyata anak itu betul-betul mengagumiku, apalagi dia mau memakai pakaian dalamku. Aku tidak merasa jijik dengan laki-laki demikian, sebaliknya aku malah merasa senang. Anak itu paling menyukai kumpulan g-stringku, tetapi aku tidak mengijinkannya untuk dipakai, sebab harganya mahal. Bagaimanapun juga aku takut jika g-stringku menjadi rusak karena dipakai olehnya. Tentu saja gaun dan jubah tidur tidak boleh juga. Koleksi string bikiniku yang bermacam-macam model dan warna adalah yang paling sering dibawa pulang selain celana dalam dan braku yang biasa aku pakai ke kantor sebab string bikini berbahan awet sedangkan pakaian dalam yang kupakai ke kantor tidak terlalu mahal. Dalam hati diam-diam aku berharap suatu saat aku memperoleh kesempatan untuk mencicipinya, tetapi aku tidak boleh terlalu berani. Aku hanya berharap suatu saat dia akan memintaku untuk melayani nafsunya. Biasanya perasaan itu akan memuncak bila aku melihatnya memakai string bikiniku. Aku berharap bisa menyusui anak itu, walaupun tanpa air susu, hehehe.. Aku juga ingin mencoba kemaluannya yang masih tanpa bulu itu baik di mulut maupun di vaginaku. Aku belum pernah mencoba dengan anak yang belum dewasa. Mungkin rasanya akan berbeda, ya?