Pembesar Penis Vimax | No 1 Indonesia Pembesar Penis vimax indonesia UKURAN PENIS Kalian Tidak lebih Besar ? Berhubungan Cepat Keluar/ Ejakulasi Dini ? Sulit Ereksi Atau Ereksi Tidak Keras ? KAMI PUNYA SOLUSI Tutorial Memperbesar Penis TERDAHSYAT ! GARANSI UANG KEMBALI Bila Tidak Puas ! “Tahukah Kalian Fakta Berikut Ini ?” 7 Dari 10 Pria Mengalami Ejakulasi Dini ? Ukuran Penis Bisa Bertambah Walaupun Usia Diatas 60 Tahun?67 % Wanita Tidak Puas Dengan Ukuran Penis Pasangannya ? Ejakulasi dini Bukankah Problem Ini Sangat Meresahkan Serta Menyedihkan? Tahukah Kalian Kalau Istri Kalian Menyembunyikan Airmatanya Setiap Malam? Mungkin Pernah Terjadi....Bahwa Beberapa Malam Terakhir Ini Kalian Selalu Terkesan Egois Serta Terburu-Buru Dalam Melakukan Hubungan Suami-Istri. Kalian Selalu Lebih Dulu Mencapai Klimaks Padahal Baru Saja Melakukan Tahap Pemanasan Ataupun Baru 1-4 Menit Penetrasi... Ejakulasi Terjadi Terlalu Dini Yang Sebetulnya Tidak Kalian Inginkan! Sebagai Istri Yang Baik Tentu Saja Dia Berusaha Memaklumi Kondisi Anda, Tetapi Sadarkah Kalian Didalam Hatinya Dia Selalu Menjerit Sedih Serta Kecewa? Tak Terasa Air Matanya Pun Mengalir Hampir Setiap Malam. Hingga Kapan Kondisi Ini Akan Berlanjut? Apakah Itu Saja Masalahnya??...
Pembesar Penis Alami Vimax | No 1 Indonesia MALE VIRILITY ENHANCEMENT DIETARY SUPLEMENT | Pembesar Penis Vimax Kemasan 1 Botol Isi 30 Kapsul 100% HERBAL MADE IN CANADA, Sangat Ampuh Memperbesar Serta Memperpanjang Serta Memper Besar Penis Dalam Waktu Yang Relatif Sangt Cepat No 1 indonesia, Kegunaaan Lain Dari VIMAX INDONESIA Yaitu Membantu MEMPERKUAT EREKSI, DAN MEMPERBESAR PENISOBAT PEMBESAR PENIS Menambah Kembali Hasrat Seks Anda, Menambah Kesehatan Sexual, Di Formulasikan Dari Tumbuh-Tumbuhan Di Seluruh Dunia Yang Sudah Terbukti Serta Teruji Dengan tutorial Klinis Mampu Mempercepat Proses Pembesaran Serta Memperpanjang Penis Dengan Sangat Cepat Tanpa Khawatir Efek Samping 100% NATURAL PRODUCT VIMAX CANADA ORIGINAL, Bahan Pertama Kali Di Temukan Di POLINESIA, Serta Di Kembangkan Hingga Saat Ini Untuk Kalian Yang Mempunyai Ukuran Penis Tidak lebih Besar Atau Tidak lebih Panjang Bisa Juga Di Bisakan Di MALAYSIA. Pembesar Penis Alami Vimax Paling Ampuh Besar Panjangin Penis Dlm Waktu Yang Cepat OBAT VIMAX No.1 DI DUNIA MANFAAT Obat Pembesar Penis Alami Vimax : Memperbesar Ukuran Penis Kalian Hingga 3-4 Inci Serta Permanen. Menambah Ketebalan Penis Hingga 25%. Menambah Hasrat Sexual Serta Menambah Kesehatan Sexual Anda. Kuat Serta Lebih Intens Dalam Orgasme. Menyembuhkan Penyakit Ejakulasi Dini Anda. Pembesar Alami Penis Vimax | No 1 Indonesia 100% Asli NATURAL PRODUCT | Pembesar Penis Vimax Bisa Digunakan Pria Dari Usia 18 Tahun Hingga 70 Tahun, Tanpa Adanya Laporan Dampak Serta Efek Smping Dari Pembesar Penis Vimax 100% NATURAL PRODUCT.
SEGERA ORDER SEKARANG JUGA ! BAHAN - BAHAN UTAMA Pembesar Penis Vimax : DODDER SEED ( SEMAN CUSCUTAE ) Mengatasi Masalah Sexual Seperti Impotensi Serta Ejakulasi Dini. EPIMEDIUM SAGITTATUM 4:1 EXT ( BARK ) Berkhasiat Menambah Libido Serta Menambah Ereksi. PANAX GINGSENG ( ROOT ) Berkhasiat Membantu Infertilitas, Membangun Darah Serta Mengentalkan Sperma. GINGKO BILOBA PWD Berkhasiat Mampu Menambah Sirkulasi Perifer Serta Oksigenasi. SAW PALMETTO POWDER Berkhasiat Merangsang Libido Yang Rendah Pada Pria Serta Untuk Menambah Energi Sexualitas Anda. AVENA SATIVA EXT 10:1 ( OAT STRAW EXT ) Berkhasiat Untuk Merangsang Libido Kalian Dengan Cepat Serta Terbukti Sangat Efektif. CAYENNE PEPPER Berkhasiat Untuk Menangkal Penyakit Serta Menyamankan Sirkulasi Darah Anda, Hal Ini Juga Bisa Mencegah. STROKE Serta SERANGAN JANTUNG Dengan Tutorial Menambah Kinerja JANTUNG Kalian Agar Tidak Selalu Tertekan. CAYENNE PEPPER Mempunyai Kemampuan Untuk Membangun Kembali Jaringan Serta Juga Membantu Mengurangi Kelelahan Setelah BerAktifitas Seharian Penuh.
Ada 7 MANFAAT :
Pembesar Penis Alami Vimax MEMPERBESAR Ukuran Serta PANJANG Penis Hingga Dengan 8 Cm (HASIL PERMANEN). Pembesar Penis Alami Vimax Menambah KETAHANAN Serta HASRAT Pembesar Penis Alami Vimax kuat serta tahan lama Dalam Berhubungan Seks. Pembesar Penis Alami Vimax memperkental sperma. Pembesar Penis Alami Vimax Mencegah DISFUNGSI EREKSI Serta Menambah INTENSITAS ORGASME. Pembesar Penis Alami Vimax Membuat Pasangan SEMAKIN LENGKET LEBIH PERCAYA DIRI Serta MACHO. Pembesar Penis Alami Vimax Keharmonisan Rumah Tangga Semakin NYAMAN & TENTRAM.
Pemakai Pembesar Penis Vimax | No 1 Indonesia yang berhasil
ATURAN MINUM Pembesar Penis Vimax 100% NATURAL PRODUCT : Diminum 1X Sehari Setelah Makan, Serta Di Usahakan Minum Dengan Air Putih Hangat, Agar Proses Kerja Obat Lebih Efektif. Pembesar Penis Alami Vimax | No 1 Indonesia PER DAFTAR HARGA : Harga Promo Bulan Ini Isi 30 kapsul URAIAN NILAI 1 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 500.000,- 2 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 1.000.000,- 3 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 1.300.000,- 4 BOTOL VIMAX isi 30 Rp 1.800.000,- Pembelian 2 botol VIMAX bonus Oil Pembesarnya. pembelian 4 botol VIMAX bonus 1 botol isi 30. Harga Promo Bulan Ini Isi 60 kapsul.
Berikut cara-cara pemesanan barang. 1.Pilih produk yang Kalian inginkan. 2.Pemesanan Hubungi Di Nomor.
081 2222 64 774 (Simpati)
081 7777 96 1255 ( XL)
Pin BB: 29DA00C1
3.Setelah melakukan pemesanan Lakukan pembayaran terlebih dahulu sesuai dengan harga produk ke No.Rekening Kami.
BRI , BNI , BCA , MANDIRI
4.Setelah Kalian transfer, konfirmasi ke kami via SMS / Telp 5.Format konfirmasi transfer : Nama lengkap#Alamat lengkap#Nama produk#Nominal transfer#Nama pemilik Rek#Tanggal pentranferan. {serta bukti tranfer} 6.Setelah konfirmasi Kalian selesai, kami segera cek valid transfer anda. 7.Pesanan kalian bisa langsung kami kirim sesuai dengan Nama+Alamat lengkap Kalian Via jasa pengiriman kilat.
TIKI , JNE , POS 8.Setelah itu kami akan beritahukan ke Kalian bahwa pesanan Kalian sudah kami kirimkan. 9. Terakhir kalian tinggal duduk manis menanti barang pesanan anda.
Pemesanan produk Diluar kota / Pulau / Negeri kami kirin lewat jasa pengiriman kilat : TIKI , JNE , POS
Pesan antar langsung Untuk Wilayah Jakarta Serta sekitarnya.
Kisah seorang ibu haus seks yang bercinta secara lesbi dengan anak perempuannya dan juga kemudian dengan anak laki-lakinya secara bersamaan. Selengkapnya, berikut adalah kisah ngentot lengkapnya! “Huhh.., bete banget dech” sungut Lia sambil mematikan TV. Sekarang Lia sedang sendirian di rumah. Sudah seminggu ini, Papa Lia tugas keluar kota dan rencananya baru pulang minggu depan. Mama Lia sedang pergi arisan di rumah temannya. Bombom juga pergi menginap di rumah temannya. Pembantu mereka pulang kampung menjenguk keluarganya yang sakit. Ibu peri juga jarang menjenguk Lia. Bosan menonton TV, Lia lalu pergi ke kamarnya di lantai dua. “Coba Bombom nggak pergi, kita bisa main kayak kemarin dulu” pikir Lia. Memang sejak pengalaman oral seksnya dengan Bombom, Lia sering mengulangi perbuatannya dengan Bombom. Tentu saja diam-diam kalo Mama dan Papa Lia lagi nggak ada dirumah. Bahkan Ibu peri pun tidak Lia beri tau tentang aktivitasnya yang satu ini.prediksi bola Lia berdiri di depan cermin besar yang ada di kamarnya. Kemudian dia melepas pakaian, BH, dan celana dalamnya. Sekarang Lia telanjang bulat sambil memandang dirinya sendiri di cermin. Lia memandangi wajahnya yang cantik manis, kulitnya yang putih mulus, dadanya yang baru tumbuh dengan puting mencuat gara-gara bombom sering gemas kalo mengulum puting itu, dan vaginanya yang terawat dengan bulu-bulu halus yang masih jarang. “Uuhhh.., enak.”, desah Lia sambil tangannya yang kiri mengelus lembut dadanya sendiri. Sesekali dipilinnya putingnya sambil mMore…embayangkan kalo Kak Rendi yang sedang melumat putingnya itu. Tangan kanannya juga tidak Lia biarkan menganggur tetapi sibuk mengusap lembut vaginanya terutama bagian agak menonjol yang bernama klitoris seperti yang sudah dipelajari Lia dalam pelajaran anatomi tubuh manusia di sekolah. Lia merasa nikmat sekali bila klitorisnya diusap-usap, apalagi kalo dihisap mulutnya bombom. Mata Lia terpejam, kelihatannya dia asyik menikmati perbuatannya itu sampai Lia tidak menyadari kalo ada seseorang membuka pintu kamarnya. “LIA! Apa yang kamu lakukan?!” Lia kaget sekali. Dia segera menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke pintu kamarnya. Ternyata disana sudah berdiri Mama Lia dengan wajah yang kelihatannya sangat marah. “Mmaa.. Ma”, kata Lia sambil ketakutan. “Ehm ternyata kalo lagi sendirian, kamu sering melakukan perbuatan kurang ajar seperti ini ya?!”, cibir Mama Lia. “Mm.. maafin Lia, Ma”, jawab Lia ketakutan sambil berusaha menutupi dada dan kemaluannya. Mama Lia mendekat sambil memandang Lia yang masih telanjang. “Ehm.. anak kurang ajar ini rupanya sudah tumbuh jadi gadis yang cantik sekali. Sekarang aku punya kesempatan mencoba oleh-oleh dari temenku dari Belanda sambil mempraktekan apa yang kulihat dari VCD kemarin.”, pikir Mama Lia dalam hati. “Kamu akan Mama hukum. Sekarang tunggu disini dan jangan pakai bajumu. Kalo kamu tidak mau menurut sama Mama, akan Mama beritahukan perbuatan kamu ini ke Papa.”, kata Mama Lia sambil keluar kamar. “Iya, Ma.”, jawab Lia pelan. Lia takut sekali kalo Mama mengadukan dia ke Papa. Lia berpikir hukuman apa yang akan dijatuhkan Mama. Apa dia akan dipukul? Tapi Lia berpikir lebih baik dipukul daripada diadukan ke Papa. Tak lama kemudian Mama Lia kembali dengan hanya memakai kimono sambil membawa sebuah kotak. Mama menyuruh Lia berdiri mendekat. Kemudian Mama melepas kimononya. Lia kaget, ternyata Mamanya tidak memakai apa-apa di balik kimononya. Diam-diam Lia kagum terhadap Mamanya yang jelas merawat tubuhnya dengan baik. Lia mengamati wajah Mamanya yang masih cantik, tubuhnya yang masih langsing dan bagus, dadanya juga indah, besar tapi tidak turun dan masih padat, dan vagina Mamanya ternyata bulunya dicukur habis. “Sekarang kamu harus menurut sama Mama dan jangan ceritakan ini ke siapa pun. Kalo tidak Mama akan melaporkan kamu ke Papa”, perintah Mama. “Iya, Ma.”, jawab Lia ketakutan. Tiba-tiba Mama Lia mencium bibir Lia dengan penuh nafsu. Mama Lia penasaran ingin tahu rasanya bercinta sesama perempuan setelah dia melihat VCD porno milik temennya yang ada adegan lesbinya. Sekarang dia bisa mencobanya dengan anak tirinya ini. Lia terkejut tetapi dia tidak berani melawan perbuatan Mamanya. Diam-diam Lia bersyukur bahwa hukumannya ternyata tidak dipukul seperti biasanya. Lia heran dengan perbuatan Mamanya tapi lama-lama Lia juga menikmatinya. Lidah Mamanya bergerak liar dimulutnya, Lia pun meniru perbuatan Mamanya. Mulanya memang Lia agak kaku dan risih, tapi kemudian dia menikmatinya. Apalagi tangan Mamanya juga mulai meremas-remas pantat Lia sambil sesekali mampir mengusap-usap memek Lia, dan tangan satunya liar beroperasi di dada Lia sambil memilin putingnya. Nafsu Lia mulai naik seperti kalo dia lagi oral dengan bombom. Lia merasa kakinya mulai lemas oleh kenikmatan. “Ma, Lia capek berdiri.”, keluh Lia. “OK. Sekarang kita ke ranjang aja.”, jawab Mama sambil mendahului tidur di ranjang Lia. “Kamu juga naik kesini dan cium susu Mama sambil diremas-remas.” Lia menurut. Lia menciumi payudara Mamanya yang besar itu sambil tangannya meremas payudara yang satunya. “Eehhm.. yeah. Terusin La, isep putingnya. ookh.. anak pintar.”, desah Mama Lia keenakan. Lia senang mendengar Mamanya senang. Mama nggak pernah memuji Lia sebelumnya. Lagipula Lia suka melakukan perintah Mamanya yang satu ini. Lia gemas dengan payudara Mamanya, dia suka sekali kalo Mamanya mendesah keenakan ketika putingnya Lia isap keras-keras. “Aakh.. bagus sayang. Memek Mama coba kamu usap pake tangan kamu. aakh.. yeah begitu. Jari kamu masukin ke lubang memek Mama, pakai tiga jari biar lebih enak. ookh kocok-kocok keluar masuk. aakh..” Lia mengocok memek Mamanya, mula-mula pelan lalu bertambah cepat. Lia merasakan jarinya basah oleh cairan, memek Mamanya jadi agak becek oleh cairan kenikmatan yang membanjir. “Eehm.. sekarang jilatin memek Mama.”, perintah Mama Lia. Lia mencoba apa yang sering dilakukan Bombom pada memeknya kalo lagi oral. Lia menciumi memek Mamanya, lidahnya bergerak liar sambil sesekali menusuk lubang memek itu. Tak lupa, Lia juga mengulum klitoris Mamanya dengan kuat karena Lia merasa paling enak kalo Bombom mengulum klitorisnya. Tubuh Mamanya kontan tersentak, dan pantatnya agak terangkat sebentar. “Ookh.. eehm.. belajar dari mana kamu sayang?”, tanya Mama Lia. Lia tak berani menjawab kalo Bombom yang mengajari. Lia meneruskan mengerjai memek Mamanya sambil sekarang jarinya ikut mengocok memek Mamanya dengan cepat. “Aakkhh.. Mama nyampe sayang. aakkhh..”, jerit Mama sambil menjepitkan pahanya dan tangannya menjambak rambut Lia. Mama Lia beristirahat sejenak sambil menikmati sisa-sisa orgasmenya yang pertama. Kemudian Mama Lia menyuruh Lia tidur telentang. Sekarang gantian Mama Lia yang beroperasi. “Kamu cantik sekali La. Mama akan bikin kamu merasa keenakan.”, puji Mama. Lia senang sekali. Mama mencium bibir Lia sambil tangannya meraba-raba tubuh Lia. Ciuman Mama turun ke leher. Lia menikmatinya, nafsunya mulai naik. Kemudian mulut Mama beroperasi di dada Lia yang baru tumbuh dan masih terlihat datar. Puting Lia dikulum kuat-kuat oleh Mama sambil tangannya mulai aktif di memek Lia. “Eehmm.. Enak Ma esstt..”, desah Lia. Puting Lia bertambah keras dan besar karena rangsangan dari Mama. Kemudian kaki Lia dibuka karena Mama Lia akan mengerjai memek anaknya itu. Mama Lia mulai menjilat memek anaknya. “Sstt aakh.. terus Ma.”, erang Lia bertambah keras. Lidah Mamanya terasa mengorek-ngorek liang memeknya dengan liar. Lia mendesah merasakan nikmat birahi yang melanda dirinya. Apalagi ketika Mamanya menyedot klitorisnya, badan Lia sampai melengkung ke atas menahan nikmat. Mama Lia pun menemukan keasyikan tersendiri menjilati memek anak tirinya itu. Dia terus menjilati memek anaknya. Semakin Lia mendesah dengan keras dan merasa nikmat, Mama Lia pun semakin bersemangat mempermainkan memek mungil yang masih perawan itu. Mama Lia pun menahan diri untuk tidak menggunakan jarinya, belum waktunya pikir Mama Lia. “Aakkhh.. aah Ma, Lia.. eh.. Lia..aakh..”. Lia merasakan ada sesuatu dalam dirinya yang mau jebol keluar dan dia tidak dapat menahannya lagi. Kakinya dirapatkan menjepit kepala Mamanya. Lia pun mengalami orgasmenya yang pertama. Cairan kenikmatan Lia yang membanjir keluar ditelan habis oleh Mamanya. Setelah itu badan Lia lemas dan dia terkulai di ranjangnya. “Hukuman untukmu belum selesai Lia.”, kata Mamanya. Lia melihat Mamanya berdiri dan menghampiri kotak yang ada di meja. Kelihatannya Mamanya mengambil sesuatu dari dalam kotak lalu memasangnya seperti sabuk melingkari pinggang dan pantatnya. Lia tidak bisa melihat benda itu dengan jelas karena Mamanya memunggunginya. Dan ketika Mamanya berbalik, Lia kaget sekali. Benda itu ternyata berbentuk seperti burungnya bombom tetapi dari karet dan dua kali lebih besar dari punya Bombom. Penis karet dipasang Mamanya hingga seakan-akan Mamanya adalah laki-laki. “Ma, kok Mama pake barang kayak gitu sih?”, tanya Lia heran. “He.. he.. kamu pasti suka sama barang ini. Sekarang kamu kulum kontol ini pake mulut kamu.”, perintah Mama.
Lia menurut, lagipula Lia memang suka mengulum burungnya Bombom. Dan punya Mama kelihatannya lebih besar dan menarik sekali. Lia mempraktekan pengalamannya dengan burung Bombom pada mainan Mamanya. Tapi penis mainan Mama ternyata lebih besar, mulut Lia hampir tidak muat menampung besarnya benda itu. Walaupun dipaksa, penis mainan itu cuma bisa masuk separuhnya. Mama Lia memegangi kepala Lia sambil memaju mundurkan pinggulnya seperti memperkosa mulut Lia. Mama Lia menikmati perbuatannya itu sambil tertawa senang. Kemudian Mama Lia mengajak Lia memainkan posisi 69 dengan Mama Lia dibawah agar dapat menjilati memek anaknya lagi. “Eehm.. eehhmm.. sst.. aakh Mama.. enak Ma ehhm.. eehm.”, desah Lia saat dia mengambil nafas, lalu dia meneruskan kulumannya. Lia pun mulai terangsang kembali. Kemudian Mama Lia menyuruh Lia tidur terlentang. Lalu mengambil posisi misionaris untuk memerawani Lia dengan penis mainannya itu. “Apa yang Mama lakukan?”, tanya Lia. “Tenang saja sayang, kamu pasti senang.”, jawab Mama Lia sambil menggesek-gesekkan kepala penis mainan itu ke memek Lia. Lia merasa nikmat saat memeknya digesek ujung mainan Mamanya. Apalagi Mamanya mulai melumat bibirnya lagi sambil tangannya memilin putingnya yang kini semakin keras. “Aduuh.. sakiitt Maa.”, jerit Lia karena Mama mulai berusaha memasukkan penis itu ke memeknya. “Cuma sebentar, nanti juga enak lagi.”, jawab Mama sambil memompa penis yang baru masuk kepalanya saja. Lia mulai merasa enak bercampur sedikit perih. Sampai.. “AAKKH.. SAKIIT MAA..”, jerit Lia ketika Mamanya tiba-tiba menekan amblas hingga penis itu menjebol selaput daranya. Mama Lia mendiamkan dulu gerakannya agar memek Lia terbiasa dengan penis besar itu. Dia pun mencium lagi bibir anaknya dan memainkan payudara anaknya agar Lia teralihkan rasa sakit akibat jebol keperawanannya. Ketika Lia sudah agak tenang, Mama Lia mulai memompa pelan-pelan. “Aakh.. ii.. iiya Ma. Terus Ma.”, desah Lia ketika dia mulai merasakan nikmatnya seks walaupun masih ada sedikit rasa perih. Mama Lia pun merasa keasyikan tersendiri ketika dia berperan sebagai laki-laki dengan penis mainannya itu. “Uukkhh.. enak Ma. Terusin Ma. Lia sayang Mama.”, desis Lia. Lia memang merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan melebihi permainannya dengan Bombom. Mama Lia semakin bersemangat mendengar desahan Lia dan diapun makin mempercepat pompaannya di memek anaknya. “He..he.. kamu suka khan dientot sama kontol Mama ini?”, kata Mama. “Iiya Ma. Lia suka.”, jawab Lia. “Suka ngapain? Ayo bilang. Kamu suka dientot sama kontol Mama ini. Ayo.”, perintah Mama Lia. “Aakkh.. Lia suka.. aakh Lia suka dientot sama kontol Mama yang gede.”, jawab Lia yang mulai terhanyut dalam permainan Mamanya. Mama Lia senang mendengar Lia ngomong jorok begitu, dan dia pun makin gencar melakukan tusukannya sambil diselingi goyangan agar Lia bertambah nikmat. “Uukkh.. terus Ma. Enaakk.. aakkhh.”, desah Lia sambil menggoyang pinggulnya mengikuti irama pompaan Mamanya. “Kamu memang *censored**censored**censored**censored**censored* kecil. *censored**censored**censored**censored**censored* yang suka dientot sama kontol besar.”, kata Mama Lia yang semakin terangsang dengan ngomong yang jorok-jorok. “Iya, Ma. Lia ini *censored**censored**censored**censored**censored* yang senang dientot. aakkhh Entot terus Ma.”, jawab Lia meniru kata-kata Mamanya yang jorok. Mama Lia senang mendengar desahan dan ucapan jorok Lia. Dia menikmati melihat wajah Lia yang terangsang. Gadis cantik yang baru tumbuh dewasa itu terengah-engah keenakan. Kadang dia menggigit bibirnya menahan nikmat. Ekspresinya yang sedang terangsang membuat Lia semakin kelihatan cantik. “Ma, Lia.. aakh.. Lia mau..”, desis Lia. Melihat anaknya akan orgasme, Mama Lia mengangkat pantat Lia dan memompa Lia semakin cepat. “Aakkhh.. Lia nyampe, Ma.”, erang Lia saat mencapai orgasmenya yang kedua. Lia menjepitkan kakinya ketat ke pinggul Mamanya. Tangannya menarik dan memilin putingnya sendiri. Matanya terlihat putihnya saja dan bibir bawahnya digigit sendiri menahan sensasi orgasme yang dia rasakan. Mama Lia akan membiarkan Lia istirahat sebentar ketika.. “Ma, Bombom boleh ikutan nggak?”, tanya suara dari arah pintu kamar. Mama Lia kaget. Saat dia menoleh ke arah pintu, dia melihat anaknya si Bombom sudah telanjang bulat sambil memegangi burungnya yang sudah berdiri. Tetapi Mama Lia malah tersenyum dan berkata, “Boleh, sayang. Ayo kesini”. Bombom kegirangan, dan segera naik ke ranjang. Dia berdiri di atas lututnya dan mengangkangi tubuh Lia. Bombom lalu menyuruh Lia mengkaraoke burungnya. Lia menurut walaupun sudah lemas. “Aakh enak La. Helen aja kalah pinter kalo urusan kayak begini.”, kata Bombom. Sementara itu, Mama Lia sedang membersihkan memek Lia dengan kain lap. Terlihat ada noda merah di cairan Lia, tanda kalo dia sudah tidak perawan lagi. Kemudian dia menjilati memek Lia untuk membangkitkan birahi anak tirinya lagi. “Ma, minggir dulu, Ma. Bombom pengen ngentot nih.”, pinta Bombom dengan nafsu. “Tunggu, sayang. Kamu tiduran saja di situ. Mama mau ambil sesuatu.”, perintah Mama. Bombom menurut, dia tiduran setengah bersandar pada kepala ranjang dengan diganjal bantal pada punggungnya. Mama Lia pergi ke kotak di meja, melepas penis mainan dan mengambil bungkusan kecil. Setelah Mamanya mendekat, Bombom baru tahu kalo yang diambil Mamanya adalah kondom. Lalu Mama memasang kondom itu pada burung Bombom. “Ayo, Lia. Naik ke atas Bombom.”, perintah Mama. “Tapi Lia masih capek, Ma.”, jawab Lia lemah. “Jangan membantah. Bombom sudah pengen ngentot kamu. Sini Mama bantu.”, jawab Mama sambil membantu Lia. Mama membimbing Lia duduk diatas Bombom dengan memeknya tepat di atas burung Bombom. Mama menuntun penis Bombom memasuki memek Lia yang walau sudah tak perawan tapi masih rapat. “Aakkhh.. memek kamu enak banget, La. Burungku kayak dijepit.”, desah Bombom. Bombom senang posisi ini karena dia bisa melihat wajah Lia yang cantik dan tangannya pun bisa mengerjai puting Lia. Sementara itu, Mama Lia yang memeluk Lia dari belakang membantu Lia memompa penis Bombom sambil menciumi leher Lia dari belakang. Pelan-pelan, birahi Lia naik lagi karena kocokan penis Bombom di memeknya, putingnya yang dipilin Bombom dengan gemas, juga ciuman Mama di lehernya. Lia mulai mendesah pelan mengiringi desahan Bombom yang keenakan. Setelah Lia mulai pulih, Mama meninggalkan kedua anaknya yang asyik ngentot. Mama mengambil penis mainan dari dalam kotak dan memakainya. Tetapi yang ini lebih kecil dari yang tadi, kira-kira besarnya sama dengan burung Bombom. Mama kembali lagi ke ranjang sambil membawa botol kecil dari plastik. Kemudian Mama menyeret tubuh Bombom agak ke bawah hingga Bombom tidur terlentang. Lalu Mama mendorong tubuh Lia ke depan hingga Lia telungkup merapat dengan Bombom, dan memek Lia masih mencengkeram burung Bombom. Bombom menyambut Lia dengan melumat bibir Lia. Kemudian Mama menjilati anus Lia dan menusukkan lidahnya ke lubang anus itu. “Uukh.. geli, Ma. Enak.”, desah Lia. Mama tersenyum, dia mau mencoba ide yang muncul saat Bombom minta bergabung tadi. Mama mengambil botol kecil tadi, lalu menyemprotkan isinya ke lubang anus Lia. Kemudian diratakan dengan jarinya yang berusaha membuka sedikit anus Lia hingga cairan itu bisa masuk ke dalam liang belakang Lia. “Apa itu Ma? Rasanya dingin.”, tanya Lia. “Kamu tenang aja. Mama jamin ini lebih enak dari yang tadi.”, bujuk Mama. Lalu Mama memposisikan penis mainannya yang sudah dipasang kondom dan diolesi cairan pelumas dari botol tadi ke liang anus Lia. Mama mulai berusaha memasukkan penis mainannya ke anus Lia. “Aduh Ma. Mama ngapain Ma? Sakit Ma.”, rintih Lia. “Pertamanya aja kok yang agak sakit. Ntar juga enak.”, bujuk Mama. Mama terus memaksa mainannya masuk, dan nggak peduli Lia yang merintih kesakitan. Penis mainan itu dimasukkan pelan-pelan sampai masuk semuanya. Lalu Mama membiarkan dulu sampai Lia agak tenang. Bombom juga membantu Lia melupakan rasa sakitnya dengan melumat bibir Lia lagi. Beberapa saat kemudian Mama mulai memompa penis mainannya pelan-pelan. Mula-mula Lia merasa anusnya perih sekali, tubuhnya terasa penuh dengan dua penis di kedua lubangnya. Tapi setelah lancar, Lia mulai merasakan sensasi kenikmatan yang melebihi persetubuhannya dengan satu penis. Apalagi Mama mulai meningkatkan irama kocokannya. Bombom yang ada dibawah pun merasa nikmat sekali. Memek Lia terasa lebih rapat dan menggigit karena penis Mama yang ada di anus Lia. Walaupun Bombom tidak bergerak tapi kocokan Mama diatas membuat pergerakan otot memek Lia seperti memijat-mijat burungnya. “Aakkhh.. iya, Ma. Sekarang rasanya jadi enak lagi. aakh.. sst.. terus.. entotin yang cepet, Ma.”, erang Lia yang mulai merasakan sensasi nikmat threesome. “Uuhf.. memek kamu rasanya tambah sempit. Kamu suka kontolku, La?”, rayu Bombom. Bombom mengimbangi gerakan Lia dan Mamanya dengan menggoyang pinggulnya memutar. “Kontol kamu enak juga kok Mbom. aakh..eehhmm..”, Lia mendesis keenakan. Ibu dan anak-anaknya itu terus memacu birahi mereka. Tubuh mereka sudah mengeluarkan peluh. “Hei *censored**censored**censored**censored**censored*, kamu suka dientot dua kontol begini? Ayo, jawab.”, Mama mulai ngomong jorok lagi sambi mempercepat kocokannya. Rambut Lia yang panjang dijadikan pegangan untuk lebih cepat mengocok. “Suka, Ma. Lia paling suka ngentot. aakkhh entot Lia terus Ma. Tiap hari.”, sahut Lia. Lia merasa memek dan anusnya penuh. Gerakan dua penis di memek dan anusnya memberikan sensasi yang luar biasa. Putingnya yang menempel di dada Bombom, tergesek-gesek dan membuat putingnya makin mengeras karena nikmat. Tiba-tiba Lia merasa seperti gunung mau meletus. Kenikmatan-kenikmatan yang dia terima membuat kelenjar didalam tubuhnya mengumpul dan mau muntah keluar melalui memeknya. Kenikmatan ini lebih dari orgasme sebelumnya. “Aakhh.. sstt.. aakkhh.. Lia mau nyampe.”, erang Lia. Lia pun menggapai orgasmenya yang ketiga dan keempat sekaligus. Lia baru merasakan indahnya multi orgasme. Mama melepaskan penis mainannya dari anus Lia. Bombom yang belum keluar segera membalik tubuh Lia dan bersiap-siap menggenjot Lia lagi. “Berhenti dulu, mBom. Lia capek bener nih.”, pinta Lia memelas. “Sini. Pake memek Mama aja, mbom.”, sahut Mama yang sudah melepas peralatannya. Mama mengambil posisi menungging di atas tubuh Lia. Bombom pun langsung mengocok memek Mamanya dari belakang dengan cepat. Lia pun tidak ketinggalan mengajak Mama berciuman sambil tangannya meremas-remas dada Mamanya. “Uuhhff.. Bagus, anak-anak. Kalian pintar sekali.”, desah Mama keenakan. Bombom terus mengocok memek Mamanya yang masih terasa menggigit walau sudah punya anak. Apalagi goyangan Mamanya, top. Tak lama, Bombom mulai merasa kalo mau keluar. “Ma.. Bombom mau keluar, Ma.” “Tunggu Mama. Mama juga mau nyampe. aakkh..”, erang Mama. Kemudian Ibu dan anak itu orgasme bersamaan. Setelah itu mereka bertiga istirahat dan tertidur di ranjang bersama-sama. Sejak saat itu, mereka sering bermain seks bila Papa tidak ada dirumah. Kadang berdua, kadang bertiga. Lia juga senang sekali karena sikap Mama terhadapnya berubah menjadi baik, tidak lagi seperti dulu.
Sebuah cerita seks dewasa, seorang pria yang melepas keperjakaannya dengan berhubungan seks atau ngentot seorang janda binal yang tak lain adalah tetangga rumahnya sendiri. Pembaca, aku ingin berbagi pengalaman pertamaku bercinta dengan wanita. Ini terjadi saat aku baru duduk di bangku SLTP kelas 3. Waktu itu aku tinggal di pinggiran kota Jakarta yang masih banyak penduduk Betawinya. Di sebelah rumahku tinggal keluarga Betawi, anak lelaki bungsunya teman bermainku. Dia mempunyai 3 orang kakak perempuan. Yang akan aku ceritakan di sini adalah kakaknya yang bernama Anah. Seorang janda beranak satu. Usianya saat itu kira-kira 38 tahunan.
Sebagai tetangga sebelah rumah, aku cukup akrab dengan semua anggota keluarga, sehingga aku bisa keluar masuk rumahnya dengan leluasa. Oh iya, sebelum aku lupa, mpok Anah ini orangnya hitam manis dengan payudara lumayan besar (mungkin ukuran 36C). Entahlah, aku sendiri saat itu tidak tahu persis, karena masih “ingusan”. Yang aku tahu, ukurannya cukup membuat anak seusiaku menelan ludah, kalau melihatnya.
Seperti orang Betawi jaman dulu pada umumnya, mpok Anah ini suka sekali, terutama kalau hari sedang panas, cuma mengenakan bra saja dan rok bawah. Mungkin untuk mendapatkan kesegaran. Nah aku seringkali melihat si mpok dalam “mode” seperti ini. Usiaku saat itu sudah memungkinkan untuk bergairah melihat tonjolan payudaranya yang hanya ditutupi bra. Tapi yang paling membuatku menahan nafas adalah bentuk dan goyangan pantatnya. Pinggul dan pantatnya bulat dan bentuknya “nonggeng” di belakang. Kalau berjalan, pantatnya bergoyang sedemikian rupa membuat gairah remajaku yang baru tumbuh selalu tergoda.
Pembaca, mpok Anah ini sudah tiga kali menjanda, dan semua warga kampung kami sudah tahu bahwa mpok Anah ini memang “nakal” sehingga tidak ada pria yang betah berlama-lama menjadi suaminya. Mpok Anah ini suka sekali menggodaku dengan mengatakan bahwa dia pengen sekali merasakan keperjakaanku (saat itu aku memang masih perjaka, belum pernah sekalipun merasakan wanita, pacaranpun baru sebatas mencium dan memeluk saja).
Suatu kali, selepas maghrib, aku ke rumahnya. Tadinya aku ingin mengajak Udin, adiknya yang temanku untuk main. Aku masuk lewat pintu belakang karena memang sudah akrab sekali. Tapi di belakang rumahnya itu, ada mpok Anah yang sedang duduk di kursi dekat sumur (sumurnya masih pake timba).
Aku bertanya ke si mpok, “Pok, Udin ada?”.
“Kagak, dia ikut baba (Bapak) ama nyak (Ibu) ke Depok.” jawab si mpok.
“Wah, jadi mpok sendirian dong di rumah?” tanyaku basa basi.
“Iya, asyik kan? Kita bisa pacaran.” sahut si mpok.
Aku cuma tertawa, karena memang sudah biasa dia ngomong begitu.
“Duduk dulu dong Wan, ngobrol ama mpok ngapa sih.” katanya.
Akupun duduk di kursi sebelah kirinya, si mpok sedang minum anggur cap orangtua. Aku tahu dia memang suka minum anggur, mungkin itu juga sebabnya tidak ada suami yang betah sama dia.
Entah kenapa, aku tidak menolak. Bukannya sok alim pembaca, aku juga suka minum, cuma karena orang tuaku termasuk berada, biasanya aku hanya minum minuman dari luar negeri. Tapi saat itu aku minum juga anggur yang ditawarkan mpok Anah. Jadilah kami minum sambil ngobrol ngalor ngidul. Tak terasa sudah satu botol kami habiskan berdua. Dan aku mulai terpengaruh alkohol dalam anggur itu, namun aku pura-pura masih kuat, karena kulihat mpok Anah belum terpengaruh. Gengsi.
Aku mulai memperhatikan mpok Anah lebih teliti (terutama setelah dipengaruhi alkohol murahan itu). Pandanganku tertuju ke toketnya yang hanya ditutupi bra hitam yang agak kekecilan. Sehingga toketnya seperti mau meloncat keluar. Wajahnya cukup manis, agak ke arab-araban, kulitnya hitam tapi mulus. Baru sekarang aku menyadari bahwa ternyata mpok Anah manis juga. Rupanya pengaruh alkohol sudah mendominasi pikiranku.
Merasa diperhatikan si Mpok membusungkan dadanya, membuat penis remajaku mulai mengeras. Dan dengan sengaja dia membuat gerakan menggaruk toket kirinya sambil memperhatikan reaksiku. Tentu saja aku belingsatan dibuatnya. Sambil menggaruk toketnya perlahan si Mpok bertanya.
“Wan kok bengong gitu sih?”
Bukannya kaget, aku yang sudah setengah mabok itu malah menjawab terus terang, “Abis tetek Mpok gede banget, bikin saya napsu aja.”
Eh, dia malah merogoh toket kirinya, terus dikeluarkan dari branya.
“Kalo napsu, pegang aja Wan. Nih,” katanya sambil mengasongkan toketnya ke depan.
“Diemut juga boleh Wan.” tambahnya.
Aku yang sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayang akibat tantangan Mpok Anah.
“Boleh pok?” tanyaku lugu.
“Dari dulu kan Mpok udah pengen buka “segel” Irwan. Irwannya aja yang jual mahal.” katanya sambil memegang kepalaku dengan tangan kirinya dan menekan kepalaku ke arah toketnya.
Aku pasrah, perlahan mukaku mendekat ke arah toket kirinya yang sudah dikeluarkan dari bra itu. Dan hidungku menyentuh pentilnya yang cokelat kehitaman. Segera aroma yang aneh tapi membuat kepalaku seperti hilang menyergap hidungku. Dan keluguanku membuat aku hanya puas mencium dengan hidungku, menghirup aroma toket Mpok Anah saja.
Aku menurut, kukeluarkan lidahku, dan kujilati sekitar pentilnya yang kurasakan semakin keras di lidahku. Dan sesekali kuemut pentilnya seperti bayi yang menyusu pada ibunya. Ku dengar Mpok Anah mengerang, tangannya meremas rambutku dan berkata.
“Naah, gitu Wan. Terusin Waann. Gigit pentil Mpok Wan, tapi jangan kenceng gigitnya, pelan aja.” pinta si Mpok.
Akupun menuruti permintaannya. Kugigit pentilnya pelan, erangan dan desahannya semakin keras. Dengan lembut si Mpok menarik kepalaku dari toketnya, wajahku ditengadahkan, lalu dia mencium bibirku dengan penuh gairah. Bibirku diemut dan lidahnya bermain dengan lincahnya di dalam mulutku. Aku terpesona dengan permainan lidahnya yang baru sekali ini kurasakan. Getaran yang diberikan Mpok Anah melalui lidahnya menjalar dari sekujur bibirku sampai ke seluruh tubuhku dan akhirnya masuk ke jantungku. Aku terbawa ke awang-awang. TIdak hanya itu, Mpok Anah menjilati sekujur wajahku, dari mulai daguku, ke hidungku, mataku semua dijilat tak terlewat satu sentipun. Terakhir lidah Mpok Anah menyapu telingaku, bergetar rasanya seluruh tubuhku merasakan sensasi yang Mpok Anah berikan ini.
Sambil menjilati telingaku, tangannya menarik tanganku dan dibawanya ke toketnya, sambil membisikkan, “Remes-remes tetek Mpok dong Waann.” Aku menurutinya, dan kudengar desahan si Mpok yang membuatku semakin bergairah, sehingga remasanku pada teteknya juga semakin intens.
“Aauugghh.. Sshh.. Naahh gitu Wan.”
Lalu diapun kembali menjilati daerah telingaku. Aku semakin terbuai dengan permainan Mpok Anah yang ternyata sangat mengasyikkan untukku ini. Lalu Mpok Anah kembali menciumi bibirku, dan kami saling berpagutan. Aku jadi mengikuti permainan lidah Mpok Anah, lidah kami saling membelit, menjilat mulut masing-masing. Kembali kurasakan tekanan tangan Mpok Anah yang membimbing kepalaku ke leher dan telinganya. Akupun melakukan seperti yang dilakukan Mpok Anah tadi.
Kujilati telinganya, dan dia mendesah kenikmatan. Lagi, dia menekan kepalaku untuk mencapai teteknya yang semakin mencuat pentilnya. Aku mencoba mengambil inisiatif untuk memegang vaginanya. Tangan kiriku bergerak turun untuk menyentuh bagian paling intim Mpok Anah. Tapi Mpok Anah menahan tanganku.
“Nanti dong Waan, sabar ya sayaanng.” Aku sudah gemetar menahan gairah yang kurasakan mendesak di sekujur tubuhku.
“Pook, Irwan pengen pook.” pintaku.
“Pengen apa Waan,” tanya Mpok Anah menggodaku.
“Pengen liat itu.” kataku sambil menunjuk ke selangkangan Mpok Anah yang masih tertutup rok merah dari bahan yang tipis.
“Pengen liat memek Mpok?” Mpok Anah menegaskan apa yang kuminta.
“Iya pok.” jawabku.
“Itu sih gampang, tinggal Mpok singkapin rok Mpok, udah keliatan tuh.” kata Mpok Anah sambil menyingkapkan roknya ke atas, sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna biru tua.
Dan kulihat segunduk daging di balik CD biru tua itu. Aku menelan ludah dan terpaksa menahan untuk tidak limbung. Sungguh luar biasa bentuk gundukan di balik CD itu. Aku memang baru pertama kali melihat gundukan memek, tapi aku yakin kalo gundukan memek Mpok Anah sangat montok alias tembem sekali. Dan Mpok Anah memang sengaja ingin menggodaku, dia menahan singkapan roknya itu beberapa lama, dan saat aku ingin menyentuhnya, dia kembali menutupnya sambil tertawa menggoda.
“Jangan disini dong Wan. Ntar kita digerebek lagi kalo ada yang tau.” kata Mpok Anah sambil berdiri dan menuntun tanganku ke dalam rumahnya.
Bagai kerbau dicocok hidungnya akupun menurut saja. Aku sudah pasrah, aku ingin sekali merasakan nikmatnya Mpok Anah. Dan yang pasti aku sudah telanjur hanyut oleh permainannya yang pandai sekali membawaku ke dalam jebakan kenikmatan permainan sorgawinya.
Mpok Anah menuntunku ke kamarnya. Tempat tidurnya hanya berupa kasur yang diletakkan di atas karpet vinyl, tanpa tempat tidur. Lalu mpok Anah mengajakku duduk di kasur. Kami masih berpegangan tangan. Mpok Anah melumat bibirku, dan kami berpagutan kembali. Lalu mpok Anah menghentikan ciuman kami. Dia menatapku dengan tajam, lalu bertanya.
“Wan, kamu bener-bener pengen ngeliat memek mpok?”
Aku mengangguk, karena pertanyaan ini membuatku tidak bisa menjawab. Semakin mabok rasanya. Mpok Anah kemudian melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan sekarang tinggal CDnya saja yang masih tersisa. Kembali aku menelan ludah. Dan pandanganku terpaku pada gundukan di balik celana dalam mpok Anah. Betapa montoknya gundukan memek mpok Anah.
Lalu mpok Anah berbaring telentang, kemudian dengan gerakan perlahan, mpok Anah mulai menurunkan CD sehingga terlepaslah sudah. Aku yang masih duduk agak jauh dari posisi memek mpok Anah cuma bisa menahan gairah yang menggelegak di dalam jantung dan hatiku.
Benar saja, memek mpok Anah sangat tebal, dagingnya terlihat begitu menggairahkan. Dengan bulu yang lebat, semakin membuatku tidak karuan rasanya.
“Katanya pengen ngeliat, sini dong liatnya dari deket Wan,” kata mpok Anah.
“I iya pok,” sahutku terbata sambil mendekatkan wajahku ke selangkangan mpok Anah. Dia melebarkan kedua pahanya sehingga membuka jalan bagiku untuk lebih mendekat ke memeknya.
“Niih, puas-puasin deh liatin memek mpok, Wan.” kata mpok Anah.
Setelah dekat, apa yang kulihat sungguh membuatku tidak kuat untuk tidak gemetar. Belahan daging yang kulihat ini sangat indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali menambah keindahan. Di bagian atas, mencuat daging kecil yang seperti menantangku untuk menjamahnya. Aromanya, sebuah aroma yang aneh, namun membuatku semakin horny.
“Udah? Cuma diliatin aja? Nggak mau nyium itil mpok?” pancing mpok Anah sambil dua jari tangan kanannya menggosok-gosok daging kecil yang mencuat di bagian atas memeknya.
“Mm.. Mmau pok. Mau banget.” kataku antusias. Lalu tangan mpok Anah menekan kepalaku sehingga semakin dekat ke memeknya. “Ya udah cium dong kalo gitu, itil mpok udah nggak tahan pengen Irwan ciumin, jilatin, gigitin.”
Dan bibirkupun menyentuh itilnya, kukecup itilnya dengan nafsu yang hampir membuatku pingsan. Aroma kewanitaan mpok Anah semakin keras menerpa hidungku. Mpok Anah mendesah saat bibirku menyentuh itilnya. Lalu kejilati itilnya dengan semangat, tidak hanya itilnya, tapi juga bibir memek mpok Anah yang tebal itu aku jilati. Jilatanku membuat mpok Anah mengejang seraya mendesah dan mengerang hebat.
“Sshh.. Aarrgghh.. Gitu Waann.. Oogghh..”
Suara rintihan dan desahan mpok Anah membuatku semakin bergairah menjilati seluruh bagian memek mpok Anah. Bahkan sekarang kumasukkan lidahku ke dalam jepitan bibir memek mpok Anah. Tangan mpok Anah menekan kepalaku, sehingga wajahku semakin terbenam dalam selangkangan mpok Anah. Agak susah juga aku bernafas, tapi aku senang sekali.
Kumasukkan lidahku ke dalam lubang nikmat mpok Anah, lalu ku jelajahi lorong memeknya sejauh lidahku mampu menjangkaunya. Tiba-tiba, kurasakan lidahku seperti ada mengemut. Luar biasa, rupanya memek mpok Anah membalas permainan lidahku dengan denyutan yang kurasakan seperti mengemut lidahku. Tubuh mpok Anah menggelinjang keras, pinggulnya berputar sehingga kepalaku ikut berputar.
Tapi itu tidak menghentikan permainan lidahku di dalam jepitan daging memek mpok Anah. Desahan mpok Anah semakin keras begitu juga dengan gerakan pinggulnya, aku semakin bersemangat menjilati, dan sesekali aku menjepit itilnya dengan kedua bibirku, dan rupanya ini sangat membuat mpok Anah terangsang, terbukti setiap kali aku menjepit itilnya dengan bibir, mpok Anah mengejang dan mendesah lebih keras.
“Sshh, aarrghhgghh, Wan, itu enak banget waan..”
Tapi, putaran pinggul mpok Anah terhenti, sebagai gantinya, sesekali dia menghentakkan pantatnya ke atas. Hentakan-hentakan ini membuat wajahku seperti mengangguk-angguk. Erangannya semakin keras, dan tiba-tiba dia menjerit kecil, tubuhnya mengejang, pantatnya diangkat keatas, sedangkan tangannya menekan kepalaku dengan kencang ke memeknya. Dan kurasakan di dalam memek mpok Anah ada cairan yang membanjir dan ada rasa gurih yang nikmat sekali pada lidahku.
Desahan mpok Anah seperti sedang menahan sakit. Tapi belakangan baru aku tahu bahwa ternyata mpok Anah sedang mengalami orgasme. Dan pantat mpok Anah berputar pelan sambil terkadang terhentak keatas, dan tubuhnya mengejang. Sementara itu, cairan yang membanjir keluar itu ada yang tertelan sedikit olehku, tapi setelah aku tahu bahwa rasanya enak, akupun menjilati sisa cairan yang masih mengalir keluar dari memek mpok Anah. Mpok Anah kembali menggeliat dan mengerang seperti orang sedang menahan sakit.
Kepalaku masih terjepit dipahanya, dan mulutkupun masih terbenam di memeknya. Tapi aku tak peduli, aku menikmati sekali posisi ini. Dan tak ingin cepat-cepat melepaskannya. Tak lama kemudian, mpok Anah merenggangkan pahanya sehingga kepalaku bisa bebas lagi. Kemudian mpok Anah menarik tanganku. Aku mengikuti tarikannya, badanku sekarang menindih tubuhnya, kambali bibir kami berpagutan. Lidah saling belit dalam gelora nafsu kami.
Lalu mpok Anah melepaskan ciumannya dan berkata, “Wan, terima kasih ya. Enak banget deh. Mpok puas. Ayo sekarang giliran mpok.”
Mpok Anah bangun dari tidurnya dan akupun duduk. Dia mulai membuka pakaianku dimulai dari kemejaku. Setiap kali satu kancing baju terlepas, mpok Anah mengecup bagian tubuhku yang terbuka. Dan saat semua kancing sudah terlepas, mpok Anah mulai menjilati dadaku, pentilku disedotnya. Aku merasakan sesuatu yang aneh namun membuatku semakin bernafsu. Sambil menjilati bagian atas tubuhku, tangan mpok Anah bekerj membuka celana panjangku dan melemparkannya ke lantai. Sekarang aku hanya tinggal mengenak CD saja. Mpok Anah menyuruhku berbaring telentang. Aku menurut.
Lalu CD ku diperosotkannya melalui kakiku, aku membantu dengan menaikkan kakiku sehingga mpok Anah lebih mudah melepaskan CDku. Dunia seperti terbalik rasanya saat tangan mpok Anah mulai menggenggam tititku dan mengelus serta mengocoknya perlahan.
“Lumayan juga titit kamu Wan. Gede juga, keras lagi.” celetuk mpok Anah.
Tak membuang waktu, mpok Anah segera menurunkan wajahnya sehingga mulutnya menyentuh kepala tititku. Dikecupnya kepala tititku dengan lembut, kemudian dikeluarkannya lidahnya, mulai menjilati kepala, lalu batang dan turun ke.. Bijiku. Semua dilakukannya sambil mengocok tititku dengan gerakan halus. Lidahnya bergerak turun naik dengan lincahnya membuatku semakin tidak terkendali. Aku mendesah dan mengerang merasakan kenikmatan dan sensasi yang mpok Anah berikan. Sungguh luar biasa permainan lidah mpok Anah.
Setelah beberapa lama, mpok Anah menghentikan lidahnya. Rupanya dia sudah merasa bahwa tingkat ereksiku sudah cukup untuk memulai permainan.
“Udah Wan, sekarang Irwan masukkin kontol Irwan ke memek mpok. Adduhh, mpok udah nggak sabar pengen disiram sama perjaka. Biar mpok awet muda Wan.” kata mpok Anah.
Aku tak mengerti maksud mpok Anah, tapi yang jelas, sekarang mpok Anah kembali tiduran dan menyuruhku mulai mengambil posisi di atasnya. Mpok Anah melebarkan kedua kakinya sehingga aku bisa masuk di antara kakinya itu. Kemudian mpok Anah memegang tititku dan mengarahkannya ke memeknya yang sudah menanti untuk kumasuki. Mpok Anah meletakkan tititku di depan memeknya, kemudian berkata, “Nah, sekarang teken Wan.”
Aku tidak menunggu lebih lama lagi. Segera kutekan tititku memasuki kegelapan memek mpok Anah. Kurasakan tititku seperti dijepit daging yang sangat keras namun lembut dan kenyal, agak licin tapi sekaligus juga agak seret.
“Aagghh.. Pelan dulu Wan,” pinta mpok Anah.
Saat kepala tititku sudah masuk, mpok Anah menggoyangkan pinggulnya sedikit, membuatku semakin mudah untuk memasukkan seluruh tititku. Dan akhirnya terbenamlah sudah tititku di dalam memeknya. Jepitannya kuat sekali, namun ada kelicinan yang membuatku merasa seperti di dalam sorga. Kemudian mpok Anah terdiam. DIa berkonsentrasi agaknya, karena tahu-tahu kurasakan tititku seperti disedot oleh memek mpok Anah. Ya ampuun, rasanya mau meledak tubuhku merasakan denyutan di memek mpok Anah ini. Tititku seperti dijepit dan tidak bisa kugerakkan. Seperti ada cincin yang mengikat tititku di dalam memek mpok Anah. Aku agak bingung, karena aku tidak bisa bergerak sama sekali.
“Mpok, apa nih?” aku bertanya.
“Enak nggak Wan?” tanya mpok Anah.
“Iya pok, enak banget. Apaan tuh tadi pok?” aku kembali bertanya.
Mpok Anah tidak menjawab, hanya tersenyum penuh kebanggaan. Kemudian mpok Anah melepaskan jepitan memeknya pada tititku.
“Sekarang kamu gerakin keluar masuk titit kamu ya Wan.” perintah mpok Anah.
Dan akupun mulai permainan sesungguhnya, kugerakkan tititku keluar masuk di lorong kenikmatan mpok Anah. Setiap gerakan yang kubuat menimbulkan sensasi yang luar biasa, baik untukku maupun untuk mpok Anah. Mula-mula pelan saja gerakanku, tapi lama-lama, mungkin karena nafsu yang semakin besar, gerakanku semakin cepat. Dan mpok Anah mengimbangi gerakanku dengan putaran pinggulnya yang mengombang-ambingkan tubuhku. Putaran pinggul mpok Anah membuat seperti ada yang mau meledak dalam diriku.
“Hhgghh.. Oogghh.. Sshh, Waann. Kamu jago banget waann..” desah pok Anah.
Aku tidak tahu apa maksudnya, namun pujiannya membuatku semakin memacu “motor”ku menerobos kegelapan di lorong mpok Anah. Lalu mpok menghentikan putaran pinggulnya dan melingkarkan kakinya ke kakiku sehingga kembali aku tidak bisa bergerak leluasa.
“Wan, sekarang kamu diem aja, kamu rasain aja mpot ayam mpok.” perintahnya.
Lagi, aku tak tahu apa maksudnya, namun mpok Anah mencium bibirku dan lidahnya mengajakku berpagutan kembali.
“Mpok udah mau keluar lagi nih wan, kita barengin ya sayang, mpok tanggung pasti enak deh.” kata mpok Anah.
Tubuh mpok Anah diam, namun kurasakan tititku seperti dijepit dan dipijit dengan lembut, benar-benar luar biasa memek mpok Anah. Kembali desakan lahar dalam diriku menuntut dikeluarkan. Dan denyutan memek mpok Anah terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek. Dan akhirnya aku benar-benar tidak kuat menahan lahar yang mendesak itu.
“Mpookk.. Adduuhh.. Sayaa..” aku tidak dapat meneruskan kata-kataku, tapi mpok Anah rupanya mengerti bahwa aku sudah hampir mencapai klimaksku.
“Tahan Wan, mpok juga mau nyampe nih, Barengin ya Wan.” kata mpok Anah.
Aku tak peduli, karena aku tidak bisa menahannya, dengan erangan panjang, aku merasakan tititku mengeras dan tubuhku mengejang. Kuhunjamkan tititku dalam-dalam ke memek mpok Anah, dan menyemburlah lahar yang sudah mendesak dari tadi ke dalam memek mpok Anah.
“Mpookk.. Aagghh..”
Croott… Crroott… Mpok Anahpun menjerit kecil dan tubuhnya menegang, tangannya memeluk dengan kuat. Di dalam kegelapan memek mpok Anah, semprotan air maniku bercampur dengan banjirnya air mani mpok Anah. Aku tak bisa mengungkapkan bagaimana enaknya sensasi yang kurasakan. Pinggul mpok Anah bergetar, dan menghentak dengan kerasnya. Memeknya berdenyut-denyut, enak sekali. Banyak selaki lahar yang kumuntahkan di memek mpok Anah, ditambah lahar mpok Anah, rupanya tidak mampu ditampung semuanya, sehingga sebagian meleleh keluar dari memek mpok Anah dan turun ke belahan pantatnya.
Lama kami berdiam dalam posisi masih berpelukan, tititku masih terbenam di memek mpok Anah. Tubuh kami bersimbah peluh, nafas kami masih memburu. Kemudian, mpok Anah tersenyum, lalu menciumku.
“Kamu hebat banget Wan. Baru pertama aja udah bisa bikin mpok puas. Gimana nanti kalo udah jago.” kata mpok Anah.
“Pok, Ma kasih ya pok. Enak banget deh tadi pok.” kataku.
“Sama-sama Wan, mpok juga terima kasih udah dikasih perjaka kamu. Besok mau lagi nggak?” tantang mpok Anah.
“Mau dong pok, siapa yang nggak mau memek enak kayak gini.” jawabku sambil mengecup bibirnya. Dan kamipun kembali berpagutan.
Itulah pengalaman pertamaku dengan wanita. Sejak itu, mulailah petualanganku dengan wanita-wanita yang lain. Mpok Anah telah memberi pelajaran yang sangat nikmat. Terima Kasih Mpok Anahku Sayang.
Hendro adalah suami Airin sahabat istriku dia baru pulang dari LA dan kebetulan adikku titip barang buatku, sudah hampir 10 hari Airin menilponku untuk mengambil barangnya tetapi aku masih belum sempat juga, sampai tadi pagi Hendro sendiri yang meneleponku, aku jadi sungkan maka kuputuskan untuk mengambilnya siang ini. Rumah Hendro yang di Kemang ini letaknya agak ujung meski demikian, halaman rumahnya sangat luas dan menyenangkan sekali. Ketika aku sampai dirumahnya, tak kulihat Mercy Hendro yang biasanya parkir digarasinya. Yang ada hanya BMW putih milik Airin serta sebuah jip Pajero yang diparkir agak jauh dari halaman. Dengan bersiul siul aku turun dari mobil dan menuju pintu masuk rumah Hendro, kulihat pintu itu tertutup dan tak seorangpun yang nampak. Kupencet bel dipintu, tapi tak seorangpun yang keluar, bila ada mobil didepan, berarti mestinya ada orang didalam rumah itu, aku menduga pasti Airin sedang sibuk dikamarnya sehingga tak mendengar kedatanganku. Karena sudah seringkali berkunjung jerumah ini, maka aku langsung saja menuju pintu belakang untuk mencari orang yang ada dirumah, karena Hendro sudah bilang kalau dia atau Airin tak ada, maka paketnya akan dititipkan pada yang dirumah. Benar dugaanku, pintu belakang terbuka, tetapi didalam senyap sekali, hanya sayup sayup kudengar suara musik dari dalam. Aku jadi kuatir, apakah terjadi sesuatu dengan Airin, dengan pelan pelan aku masuk dan mencari sumber suara itu. Rupanya suara itu datang dari salah satu kamar diruang atas, maka aku segera naik keatas yang kuketahui sebagai kamar pribadi Hendro dan Airin.Dengan langkah pelahan aku menuju sumber suara musik yang lembut itu, kulihat pintunya tidak ditutup rapat sehingga suara musik itu dapat terdengar sampai diruang bawah. Ketika kuintip dari celah pintu yang terbuka, aku tak dapat melihat apa apa, karenanya aku mendorong pintu itu lebih lebar lagi agar aku dapat melihat apa yang ada dalam kamar itu…….. Aku benar benar terkejut ketika aku berhasil melihat kedalam kamar itu….kulihat Airin yang telanjang bulat sedang berpelukan dengan seorang pria yang masih berpakaian lengkap. Aku belum dapat melihat wajah si pria, tetapi dari bentuk badannya dapat kuperkirakan bahwa pria ini masih sangat muda dan berperawakan tinggi. Pria itu asyik sekali menciumi buah dada Airin yang putih montok itu, aku berdebar debar menyaksikan semua ini, tak kusangka bahwa Airin yang selama ini kelihatannya alim ternyata suka menyeleweng, memang selama ini aku sering juga membayangkan kecantikan Airin, tubuhnya tinggi besar dengan profil seperti perempuan India, kulitnya putih bersih dengan badan yang agak sedikit kegemukan, tetapi wajahnya cantik sekali dengan mata yang sayu dan bibir yang selalu basah, cantik sekali. Apa yang kulihat saat ini membuktikan kalau seleraku pada Airin tidak keliru, badan Airin benar benar mulus, meskipun perutnya agak gendut dan pinggangnya lebar, tetapi jembutnya amit amit lebat sekali menutupi nonoknya sampai mencapai pusarnya, belum lagi ketiaknya rimbun sekali. Si pria itu dengan telaten menciumi buah dada Airin serta meremas remasnya dengan kalem sekali, dari jauh kulihat lidahnya menjulur julur menjilati puting susu Airin dan terus bergerak kebawah sampai kepusar Airin, diantara suara musik kudengar erangan Airin yang merasa keenakan dengan rangsangan yang diberikan oleh pria muda itu. Aku mengagumi ketelatenan pria itu, karena ia benar benar kalem, karena semua gerakannya yang serba tenang itu pastilah membuat Airin jadi tambah bernafsu. Ketika ciuman sipria itu mencapai bagian selangkangan Airin, kudengar Airin merintih agak keras, rupanya sipria itu mulai menjilati nonok Airin yang sudah merekah penuh dengan cairan itu. Jilatannya sungguh membuat aku terkagum kagum, ia dengan tenang mengangkat kedua kaki Airin tinggi tinggi sehingga nonok Airin jadi terangkat keatas, kemudian pria itu mengambil bantal dan mengganjalnya dibawah pantat Airin. Dengan posisi seperti itu ia mulai menjilati belahan nonok Airin sampai kelubang dubur Airin. Airin kulihat hanya bisa menggerak gerakkan pantatnya saja, rupanya ia benar benar kegelian oleh service yang diberikan oleh sipria itu. Mendadak Airin berusaha untuk bangkit, si priapun lalu mendekati Airin yang membisikkan sesuatu ketelinganya. Mendengar itu sipria yang ternyata seorang anak muda dengan wajah yang tampan sekali lalu tersenyum dan mulai membuka pakaiannya. Aku jadi tambah kagum dengan anak muda yang bersama Airin ini, karena ternyata kontolnya juga hebat meskipun kuperkirakan tidak sepanjang kepunyaanku, tetapi bentuknya kekar dan ujungnya yang pelontos kelihatan lebih besar dari batang kontolnya sehingga menyerupai jamur. Begitu ia sudah telanjang dengan ****** ngaceng yang mendongak keatas,ia segera mendekati Airin yang sudah berbaring terlentang itu, kemudian ia mendekatkan kontolnya kedekat wajah Airin sementara ia sendiri mendekatkan wajahnya kedekat nonok Airin. Dengan posisi tersebut keduanya bebas untuk saling menikmati alat kelamin pasangannya. Benar saja, dengan rakus Airin memasukkan ****** sipria tadi kemulutnya dan menghisapnya sambil memejamkan mata, sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar, dengan guratan yang dalam memisahkan ujung ****** dengan batangnya. Dipusat rasa geli itulah Airin menjulurkan lidahnya dan menjilatinya berulang ulang sampai sipria itu menggeliat geliat menahan geli. Aduh betul betul gila yang dilakukan orang orang ini, aku sudah tak kuat menyaksikan semua ini, kontolku yang ngaceng sampai terasa sakit karena terjepit celanaku, tetapi aku tak dapat berbuat apa apa kecuali melihat saja. Hebatnya mereka betul betul menikmati permainan pendahuluan ini, karena sampai sebegitu lama belum kelihatan gelagatnya mereka akan mulai bersetubuh yang sebenarnya. Aku makin yakin kalau Airin adalah seorang hyperseks, aku merasa benar benar kecolongan, karena tak pernah kusangka kalau Airin begitu hot dan akhli dalam hubungan seks. Isteriku yang selama ini kuanggap jago, ternyata masih belum ada seujung kuku dibanding dengan Airin, padahal bila dilihat dari posturnya, maka isteriku adalah seorang seks maniak, karena isteriku agak bungkuk dan aku diam diam juga tahu kalau isteriku juga suka main dengan pria lain, tetapi selama ini aku diam saja karena teman mainnya rata rata orang yang dari kalangan atas dan aku yakin kemampuan mereka tidak diatasku. Kenapa isteriku kok mau main main dengan mereka, penyebabnya hanya satu, isteriku juga menyukai avontuur, jadi hubungan seks yang sifatnya curi curi itu sangat disukai oleh isteriku. Akupun juga suka seks seperti ini, tetapi sampai saat ini aku dan isteriku belum pernah saling terbuka, mungkin kalau kami bisa terbuka maka makin banyak kenikmatan yang bisa aku reguk. Lamunanku jadi buyar ketika kulihat Airin berdiri sambil melap nonoknya dengan sehelai handuk, sementara si pria itu berdiri juga disampingnya sambil memperhatikan semua gerakan Airin. Selesai membersihkan nonoknya Airin berjongkok didepan sipria dan mulai lagi mengulum ****** si pria itu, dari kejauhan kulihat si pria memegang kepala Airin yang sudah menelan habis batang kontolnya itu. Rupanya Airin hanya sekedar membersihkan ****** sipria itu agar tidak berlendir karena setelah itu ia mengeluarkan ****** si pria itu dan langsung memeluk sipria sambil berdiri serta mengangkat kaki kirinya keatas tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, si pria muda menggenggam kontolnya sendiri dan menepatkannya diantara selangkangan Airin, setelah dirasakan sudah masuk Airin langsung mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan kepantat sipria sementara dari belakang kulihat ****** sipria itu lenyap diantara selangkangan Airin. Dengan sambil memegang pantat Airin dan Airin merangkulkan tangannya dipundak keduanya asyik berciuman. Aku benar benar tak tahan, aku pergi menjauh dari kamar itu dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Airin dikamarnya itu, aku sudah benar benar nekad ingin ikut nimbrung dalam permainan itu, dan aku sudah tidak memikirkan akibatnya lagi,rasanya apapun yang terjadi aku akan hadapi yang penting ngacengku ini bisa hilang. Dari kejauhan kudengar tilpon Airin berdering, tetapi tidak juga diangkat, aku yakin bahwa Airin sedang menguber kenikmatan jadi dia agak acuh dengan dering tilpon itu, tetapi aku tak mau kalah aku juga terus menunggu… Akhirnya telepon itu diangkat juga, jantungku dag dig dug karena tegangnya, “Hallo….siapa ya ?” kudengar suara Airin yang agak serak dan mendesah. Aku yakin Airin menerima tilponku itu sambil terus bersetubuh, ” Airin ya…ini aku Roy, kenapa sih kok lama menerimanya ?” “Oh Roy, maaf aku sedang dikamar mandi, ada apa Roy, apa kamu mau ambil paket dari LA ?” Dalam hati aku tertawa mendengar kebohongan Airin itu, “Nggak Rin, kok rasanya suaramu aneh sepertinya kamu sedang menikmati sesuatu gitu lho” Sambil berbicara begitu aku kembali mendekati pintu kamar tadi, ketika kuintai benar dugaanku, tubuh Airin masih bersatu dengan tubuh sipria itu, tetapi sekarang posisinya lain, sipria itu berbaring sementara Airin duduk dipangkal pahanya, aku yakin bahwa saat itu ****** sipria terbenam dalam nonok Airin. Mendengar perkataanku Airin tertawa ” Menikmati apa Roy ?” Barangkali aja kamu sedang main dengan Hendro ya ?” Airin tertawa dan berkata lagi “kamu ini ada ada saja Roy”, aku lalu menjawab dengan agak berbisik ” Rin, aku sebenarnya sudah dalam rumahmu, aku sudah lihat kamu main main sama cowok dikamarmu, aku sekarang nunggu kamu dikamar sebelah, cepetan deh” Tanpa menunggu jawaban Airin, tilpon kututup dan aku masuk kekamar sebelahnya dan menunggu dengan berdebar debar. Lebih dari lima menit Airin tidak juga kunjung muncul, aku jadi berpikir apakah dia menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu ataukah dia lagi bingung menyuruh sicowok itu untuk pergi. Tapi aku yang sudah terangsang nggak karuan ini langsung aja mencopot celana panjangku dan dengan separuh telanjang karena bajuku masih kupakai aku duduk dikursi sambil mengelus elus kontolku yang rasanya jadi tambah panjang dari biasanya itu. Saat itulah pintu kamar terbuka dan Airin masuk kekamar itu, wajahnya pucat pasi dan gemetaran, Airin hanya memakai duster yang kelihatan sekali kalau didalamnya dia tak memakai apa apa, karena kulihat susunya bergerak gerak ketika ia berjalan. Airin dengan wajah pucat mencoba untuk tersenyum melihat aku yang separuh telanjang itu. Tanpa banyak bicara aku langsung berdiri dan mendekati Airin, aku langsung merangkul Airin dan menciumnya. Airin diam saja, entah karena perasaan takut atau bagaimana, aku tak perduli aku langsung membuka dusternya sambil bertanya, “Dimana anak tadi Rin ?” Airin tak menjawab, begitu duster Airin terbuka benar dugaanku Airin tak memakai apa apa dibalik duster itu, aku langsung mengulum pentil susunya yang coklat itu dan tangannya kubimbing agar memegang kontolku yang panas itu. Airin tetap diam saja, kudorong Airin keatas tempat tidur yang ada dikamar itu dan begitu ia sudah terbaring langsung kukuakkan pahanya dan kucobloskan kontolku. Tiba tiba saja Airin berkata “Roy apa cukup masuk dipunyaku, hati hati lho ” Aku membatalkan untuk memasukkan kontolku langsung, lalu aku mengambil ludah dengan jariku untuk kuoleskan keujung kontolku, setelah kulihat basah dan licin barulah kumasukkan lagi diantara bibir nonok Airin yang membengkak itu. Kulihat Airin memejamkan matanya sambil menggigit bibir, sekali sentak kontolku amblas masuk kedalam liang nonok Airin. Saat itulah Airin merintih dan secara refleks tangannya memelukku, kubalas pelukannya dan kucium bibir Airin yang tebal dan merekah itu, sengaja aku membiarkan kontolku mentok terbenam didasar nonoknya karena aku menunggu agar dia yang menggoyangkan pantat untuk merasakan enaknya kontolku, aku hanya menciumi dan menggigiti bibirnya sambil tanganku meremas remas susunya yang kenyal dan montok itu, benar saja tak lama kemudian mulai kurasakan goyangan pantat Airin berusaha untuk menepatkan ujung kontolku dibagian yang paling sensitif didalam nonoknya, awalnya pelan pelan kurasakan ujung kontolku digosok gosok dinding rahim Airin, lama kelamaan gosokan itu makin keras dan akhirnya menggila karena Airin yang sudah hilang sungkannya sekarang benar benar menggoyang pantatnya agar supaya terasa nikmatnya, aku sendiri begitu melihat Airin sudah bereaksi langsung kupacu kontolku dengan gerakan memutar juga untuk mengimbangi Airin, seperti dugaanku, nonok Airin tidak terlalu peret, bahkan boleh dikatakan longgar, namun nikmatnya berpetualang menyebabkan persetubuhan ini benar benar terasa lain, apalagi Airin sangat pandai membuat ujung kontolku seperti digerus setiap kali mentok didasar nonoknya. Kami sama sekali tak ada niatan untuk berganti posisi karena yang kami kejar hanyalah puncak kenikmatan yaitu memancarnya air mani kami secara bersamaan. Suara kontolku yang keluar masuk diliang berkecipak karena liang Airin sudah penuh dengan lendir yang membuat liang Airin jadi becek nggak karuan. Airin sendiri yang sudah seperti orang kesurupan tanpa sungkan menjilati dadaku dan kadang kadang menggigit pundakku, rasa geli yang mengumpul diujung kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, dengan melenguh keras kusemprotkan air maniku sementara itu Airin sendiri juga mencengkeram pundakku dan menjepitkan kedua kakinya kepahaku, dia juga mencapai puncak kepuasannya. Kubiarkan saja Airin yang kelelahan terbaring lemas sambil memejamkan matanya, kuperhatikan cuping hidungnya penuh dengan bintik keringat, wajahnya yang cantik membuat penampilannya sangat anggun, aku tak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangganya, apakah Hendro tahu semua ini, dan mengapa Airin begitu berani memasukkan laki laki disiang hari bolong seperti ini, kenapa tak ada yang dikhawatirkannya, aku menduga pasti ada sesuatu yang misterius dirumah ini, tetapi aku tak perduli, karena urusanku hanyalah dengan Airin sendiri dan kalau boleh dikatakan lebih khusus lagi dengan nonok Airin yang membuat birahiku jadi naik itu. Ketika membuka matanya, wajah Airin langsung merona merah, dia sangat malu kepadaku dengan semua ini katanya “Roy, kamu jangan bilang pada Hendro ya, aku malu sekali lho” Aku tak menjawab hanya kucium bibirnya yang tebal dan merangsang itu. Airin berkata lagi ” Tak nyana lho Roy kalau kamu mendadak muncul, bikin aku jadi kaget sekali ” “Roy kapan kapan kita keluar saja ya, apakah Novie juga mengerti kalau kamu jagoan seperti ini ?” Aku hanya tersenyum saja ” Ayo deh aku pulang dulu ya, entar kalau Hendro datang bisa gawat nich, kemana cowok tadi Rin ?” Airin menjawab kalau cowok tadi sudah disuruhnya pulang. Airin langsung berdiri dan memakai dusternya serta mengantarku kedepan. Aku sengaja tak mau bertanya macam macam, tetapi aku percaya bahwa Airin juga tahu kalau Hendro juga suka main perempuan jadi scorenya draw. Aku menaiki mobilku sambil tersenyum sendiri karena teringat akan pengalamanku sendiri dengan Novie isteriku.
Tentu kalian ingat dengan cerita buatan vera yang menceritakan tentang perselingkuhan ku dengan ibunya. Ya, saya arman yang telah di ceritakan oleh vera. Oke saya akan menceritakan kelanjutan hubungan saya dengan ibunya. Ketika itu ayahnya vera jatuh sakit dan terpaksa di bawa ke rumah sakit, dan saya sebagai tetangga yang baik sekaligus nakal(hehe) maka saya menjenguk pak nasrul yang sedang sakit itu. Tetapi seperti yang pembaca tahu bahwa vera sangat membenci saya setelah dia tahu hubungan saya dengan ibunya. Maka saya menjenguk pak nasrul tanpa sepengehtahuan vera, itupun ide dari bu tarmi agar saya tidak bertemu dengan vera. Malam itu setelah saya menaruh sepeda motor saya di parkiran motor yang berada di rumah sakit, maka saya langsung menuju lantai 7 tempat pak nasrul di rawat. Lalu setelah sampai saya melihat bu tarmi yang tak lain juga pemuas nafsu syahwatku ada di dalam kamar sedang memberi makan suaminya. “misi bu.”kataku “oh, dik arman, silahkan masuk dik.”jawab bu tarmi “bagaimana keadaannya pak.”tanyaku kepada pak nasrul “yah sudah lumayan lah dik, daripada kemarin.”jawab pak nasrul “oya pak, ini minum obatnya, terus istirahat.”kata bu tarmi Lalu pak nasrul minum obatnya, setelah itu kami bertiga ngobrol-ngobrol sekitar 15 menit lamanya karena setelah itu pak nasrul pun tertidur. Saya dan bu tarmi duduk di kursi yang berada di samping ranjang pak nasrul, kemudian kami ngobrol2 biasa tapi lama-lama saya horny juga melihat pakaian yang di kenakan bu tarmi malam itu. Bu tarmi hanyai memakai daster motif kembang-kembang dan belahan dada yang lumayan rendah,,ooohhhh benar-benar membuat saya horny berat. Dan itulah yang membuat saya memancing pembincaraan ke arah agak hot. “aduh bu, itu susunya sampe mau tumpah kaya gitu.”kataku sambil melihat ke arah payudaranya “ssstt,,pelan-pelan nanti bojoku(suamiku)bangun.”kata bu tarmi “bu, kocokin dong, aku udah kepengen nih.”bisikku “ihh, ada suamiku ini lho.” “iya tapi kan pak nasrul lagi tidur bu,,ayolah.”kataku Tanpa menunggu persetujuannya maka saya pun langsung menurunkan celana training saya dan mengeluarkan tongkol saya. Kemudian saya bimbing tangan bu tarmi untuk memegang batang tongkol saya. “ahhh..”desahku lirih saat bu tarmi mulai mengocok tongkol saya. Wow benar2 nekad waktu itu, karena di samping kami suaminya bu tarmi sedang tertidur. “aku kangen banged tongkolmu lho dik.”bisik bu tarmi “aku juga kangen memiaw ibu.”jawabku “man, kamu liatin suamiku ya, aku mau ngisep tongkol kamu dulu.”kata bu tarmi Dan diapun mulai mengemut tongkol gw dari bawah tempat tidur. “mmmmpphh,,mmpphhh..”desahnya Lalu tanganku pun mulai menjamah payudaranya dari balik dasternya, wow payudara yang besar, kenyal, putih, sangat nikmat sekali dalam remasan tanganku. Kemudian saya ikut masuk ke dalam kolong tempat tidur dan langsung ku peluk tubuh bu tarmi. “aduh dik arman jangan nekad tho, nanti ada yang liat gimana ?”katanya “udah ibu tenang saja, aku sudah sange banged bu.” “sssshhh,,ahhh..ssshhhh..kamu ini nakal ahhhh…”desahnya lirih Tanganya mengocok tongkol saya dengan gemas, saya pun meremas payudaranya dengan sangat gemas juga. “wis, wis tho dik arman pemanasannya,,cepet masukin tongkolmu,,ahhh.” “iya bu..” Kemudian saya tarik cd nya, dan saya langsung menindihnya. “aduh, kaget aku dik arman, habis nindihnya kaya gitu.”katanya “katanya suruh cepet2.”jawabku “ohhh,,,tongkolmu makin uueenakk,,ahhh,sshhsshh,,dik arman tusuk yang dalem dik.”bisiknya “ohhh,,oohhh iyyaaa buuu..” Kami bergoyang dengan sangat berirama, kami saling berpelukkan dengan sangat erat, dan saya juga tidak henti-hentinya menjilat lehernya, menghisap pentilnya, dll. Pokoknya malam itu bu tarmi saya genjot habis2an. Pak nasrul tidak tahu apa yang terjadi di bawah ranjangnya, istrinya ku genjot habis memiawnya. “ahh,ahhh,ahhh,ahhh,ahhh..”hanya itu yang bu tarmi ucapkan saat ku coblos memiawnya. Sungguh nikmat tubuh bu tarmi ini, lobang memiawnya bisa empot-empot ayam dengan lincah. Permainan kami bertahan sampai 15menit, karena bu tarmi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda orgasme. “sshhhh,,ahhh,sshhh,,ahhh, aku mau keluar man.”desahnya goyangan pinggulnya juga makin liar, dan akhirnya serrrrrrr,,serrrrrr,,sseerrrrr,,keluarlah cairan orgasmenya. “uhhh,,uhhhh,,uhh,,kamu belum keluar dik arman.”tanya bu tarmi “iya belum bu, sudah nggak apa2, saya kasih kesempatan ibu untuk istirahat dulu.”kataku “sudah kamu lanjutin aja, kalo kelamaan nanti suster datang.”kata bu tarmi Maka saya pun melaksanakan perintahnya, dan mulai kugoyangkan tongkolku di memiawnya. “ahhh,,ahhh,ahhh, tongkolmu bikin aku pengen lagi lho dik,,ent*t aku yang kenceng dik arman.”bisiknya di telingaku plakk,,plokk,plakkk suara itu jelas terdengar karena kocokan tongkol saya yang begitu cepat. “ohhhh,,,sss,,sshhhh,aaaahhh,,bu aku mau keluar bu.”desahku “ohhh,,ohhh,oohhh,,sss,shhh,,sshhhh,,ahhh iya dik arman,,keluarrin ajahhhhhh..”desahnya Tak lama kemudian saya pun keluar. crooottt,crooottt,croottt,croottt, sangat banyak spermaku keluar. Dan bu tarmi pun mendekapku dengan sangat erat. “ahhhh,,,ahhh………,,aku juga muncak dik armann,,,,ohhhhhhhhhhhhh”desahnya wow liang memiawnya berdenyut-denyut seiring dengan keluarnya cairan orgasmenya. Setelah mengatur nafas, maka sayapun mencabut tongkol saya dan keluar dari kolong tempat tidur lalu ke kamar mandi untuk membersihkan tongkol saya. Setelah saya keluar dari kamar mandi, kemudian bu tarmi juga ke kamar mandi untuk membersihkan memiawnya. Lalu kami kembali ngobrol2 biasa kembali, tetapi jam 12malam saya pun pamit pulang kepada bu tarmi. Nah itulah cerita saya dengan ibundanya vera, nanti saya ceritakan kembali saat bu tarmi ku ent*t berdua dengan teman saya..hahaha
Kejadiannya dimulai 4 atau 5 tahun yang lalu. Waktu itu produksi di perusahaanku sedang booming sehingga diadakan penerimaan karyawati baru. Diantara sekian banyak pelamar ada satu yang jelas kulihat sangat berbeda. Kulitnya putih bersih, raut wajahnya cantik, dan bulu-bulu halus tampak jelas hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku segera ke bagian personalia meminta data-datanya, setelah kulihat CV-nya yang cukup baik, aku meminta kepada personalia untuk dijadikan asistenku, akhirnya setelah melewati proses yang cukup rumit dia menjadi asistenku.
Mula pertama dia bekerja, aku sudah dapat melihat kecerdasannya dalam menangani pekerjaan, semua pekerjaan yang kuberikan dapat diselesaikannya dengan baik. Seperti pepatah Jawa bilang "Witing tresno jalaran soko kulino" Kebersamaan akan menumbuhkan rasa sayang, begitu pula yang terjadi denganku. Aku yang pada mulanya sudah tertarik pada pandangan pertama kian jatuh dalam perangkap asmaranya. Kucoba mengakrabkan diri dengannya, keluar makan bareng sering kami lakukan, tapi sampai saat itu aku belum berani macam-macam kepadanya, karena dia pernah mengungkapkan bahwa dia sudah mempunyai pacar. Memang sejak saat dia mengungkapkan bahwa dia sudah punya pacar, keinginanku untuk menjadikannya sebagai kekasih sudah hilang.
Setelah melewati masa pendekatan yang cukup panjang, akhirnya aku bisa mengajaknya Weekend. Karena saat itu katanya pacarnya sedang ditugaskan ke luar kota. Aku membawanya menuju pantai Ancol yang romantis. Sambil menyantap nasi goreng kami mengobrol panjang lebar, dari situ kuketahui bahwa ternyata dia berasal dari keluarga Broken, ayahnya kawin lagi saat usianya baru 3 tahun, hingga dia merasakan kurang kasih sayang dari ayahnya.
Kurengkuh dia dalam pelukanku, kubelai rambutnya yang hitam. Ombak di laut semakin beriak menyaksikan kemesraan kami. Perlahan kukecup keningnya, dia memejamkan matanya, bibirnya yang sensual sedikit terbuka seakan mengundangku untuk melumatnya, namun aku tidak berani gegabah, aku hanya mencium pipinya.
"San, boleh Bapak mengekspresikan rasa sayang Bapak", bisikku lembut di telinganya. Dia hanya diam mungkin masih mencerna arti kalimatku. "Kalau Bapak memang sayang sama Santi, jangan sekali-kali Bapak mengecewakan Santi", jawabnya manja. "Bapak tidak pernah mengecewakan wanita, Sayang" jawabku lembut. Kurapikan rambutnya yang diterpa angin laut dengan jari-jariku, tiba-tiba Dia mengambil tanganku dari keningnya dan mencium dengan bibirnya. "Santi sayang sama Bapak! Santi nggak mau kehilangan Bapak", air matanya terasa hangat di jari-jariku. Kuseka air matanya dengan sapu tanganku. "Bapak tidak akan meninggalkan Santi", janjiku. Bibirnya tersenyum tipis mendengar janjiku.
Perlahan kudaratkan bibirku di bibirnya, terasa hangat menjalar ke seluruh tubuhku, aku melumat bibirnya dengan perlahan. "Kenapa Santi tidak membalas ciuman Bapak.." "Santi tidak mengerti, Pak!" Aku hanya diam dan berfikir, benarkah anak jaman sekarang belum mengenal arti ciuman. "Memangnya Santi tidak pernah melakukannya dengan pacar Santi?" "Belum, Ppak.."
Akhirnya setelah saya ajarkan secara singkat, dia mulai dapat membalas lumatan dan permainan lidahku. Tanganku mulai menjalajahi dadanya, kuremas perlahan dengan gerakan memutar, sementara bibirku mulai menjelajahi lehernya yang indah. Kubuka kancing bajunya yang paling atas, jari-jariku segera menerobos ke dalam bajunya yang sudah terbuka, aku merasakan tonjolan lembut, tidak besar namun halus sekali. Jari- jariku berputar mencari puting buah dadanya, sementara bibirku sudah sampai di belakang telinganya. Susah sekali mencari puting buah dadanya, karena masih belum tumbuh, putingnya masih mungil dan rata dengan gundukan buah dadanya, pertanda belum terjamah oleh siapa pun. Perlahan tapi pasti putingnya mulai mencuat ke atas, jari-jariku semakin aktif memilinnya dengan gerakan memutar. Sementara tangannya menekan tanganku sehingga tekanan pada buah dadanya semakin keras.
"Pak.. nikmat, teruskan.." erangan yang keluar dari mulutnya semakin membuatku semangat, tapi aku masih sadar bahwa aku di tempat terbuka. Aku segera menghentikan aktivitasku dan merapikan kancing bajunya yang terbuka. "Kenapa, Pak?" tanya Santi keheranan. "Ini kan tempat umum Sayang, bagaimana kalau kita sewa cottage saja." "Tidak mau! Santi takut." "Nggak apa, Bapak tidak akan berbuat macam-macam terhadap Santi", aku merayunya. "Santi tidak akan mau, Pak!" tegasnya. Aku tidak memaksa lebih lanjut, aku hanya diam. "Bapak marah ya sama Santi." "Tidak Sayang, Bapak hanya sedikit pusing." Aku rengkuh dia dalam pelukanku. "Kenapa?" tanyanya polos. Aku sungguh bingung menjelaskannya, aku pusing karena sedang 'on', Batang kejantananku terasa berdenyut-denyut terus. "Bagaimana kalau kita teruskan di mobil, Sayang" ajakku. Dia mengangguk.
Setelah setelan jok kurebahkan, aku kembali mencumbuinya, meneruskan kemesraan yang tadi tertunda meskipun di dalam mobil sempit tapi tidak ada seorang pun yang dapat melihat kami. Bajunya sudah kutanggalkan sehingga aku dengan bebas dapat mencumbui dadanya, saat lidahku yang hangat dan basah menjilati puting buah dadanya yang masih mungil, erangan lirih semakin sering keluar dari bibirnya. "Jangan berisik, Sayang" aku mengingatkannya, karena aku takut terdengar keluar. Tapi hanya sebentar saja, kembali mulutnya mengeluarkan erangan, terlebih saat puting buah dadanya kuhisap dan kugigit pelan. Gundukan buah dadanya yang halus kuhisap kuat-kuat sehingga meninggalkan bercak merah sesudahnya.
Tanganku segera bergerak mengangkat roknya. Aku merasakan kulit pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, kupilin-pilin pahanya yang gempal, dan saat tanganku bergerak menarik celana dalamnya, tangannya menahan tanganku. "Jangan Pak, yang satu itu jangan.." Aku yang sudah dikuasai nafsu tak mempedulikannya. Aku terus berusaha menanggalkan celana dalamnya tapi cekalan tangannya semakin kuat menahan gerakan tanganku. Aku tidak memaksa lagi. "Kenapa?" bisikku, "Santi tidak sayang sama Bapak?" "Bapak boleh mencumbu apa saja, tapi yang satu itu jangan, saya masih perawan, Pak!" "Tapi dari erangan yang keluar, sepertinya Santi sudah pengalaman." "Santi sendiri tidak sadar, Pak. Bahkan pernah saat Santi masturbasi di kamar, Ibu menegur Santi, karena erangan Santi terdengar ke luar kamar, Santi sampai malu waktu itu, Pak." Aku hanya mengangguk, berarti erangan-erangannya yang heboh tadi hanya bawaan sifat saja. "Ya, sudah! Santi bisa buat Bapak orgasme dengan tangan, bisa kan?" aku menyerah, pikiranku cuma satu, bagaimana melepaskan air maniku yang rasanya sudah mengumpul penuh di buah zakarku. "Santi belum pernah, Pak!" "Coba dulu dong, katanya Santi sayang sama Bapak." "Iya Pak"
Aku ajarkan kepadanya cara onani yang membuat nikmat lelaki, setelah kurasa dia bisa. aku segera mengeluarkan senjataku yang sudah tegang. "Aw.. besar banget Pak." "Nggak apa, sini" aku bimbing tangannya ke senjataku. Aku mulai merasakan genggamannya yang hangat, perlahan jari-jarinya yang lentik bergerak ke atas ke bawah mengocok batang kejantananku, aku mulai merasakan nikmat, sembari rebahan di jok aku memejamkan mata membayangkan bahwa saat itu senjataku sedang terbenam di dalam kemaluan Tamara Blezinky artis idolaku. Berfikir seperti itu senjataku semakin mengeras dan berdenyut-denyut.
"Pak, tangan Santi capek, Pak!" tiba-tiba saja Santi membuyarkan khayalanku. Aku yang sudah spanning langsung merengkuh lehernya dan membenamkan wajahnya ke dadaku. "Lakukan seperti yang tadi Bapak lakukan terhadap Santi", sambil mengarahkan mulutnya yang mungil ke dadaku. "Loh, Bapak kan lelaki" "Sama saja, San, laki-laki juga perlu rangsangan biar cepat orgasme" Tanpa dikomando dua kali mulutnya yang mungil mulai menciumi dadaku sementara jari-jarinya terus mengocok batang kejantananku, perlahan aku merasakan nafasku semakin memburu, butir-butir keringat membasahi seluruh tubuhku.
"Terus, San.. Bapak mau keluar" Gerakan tangannya semakin cepat, kepala kemaluanku semakin mengkilat oleh pelumas yang dikeluarkan batanganku, sementara lidahnya yang runcing dan hangat terasa menggelitik puting dadaku bahkan dihisapnya, membuat sensasi tersendiri di seluruh aliran darahku.
Setengah jam berlalu, aku merasakan batang kejantananku semakin menggembung, akhirnya berbarengan dengan hisapan kuat di puting dadaku, kukeluarkan spermaku hingga muncrat dan mendarat di perutku. "Sudah San, Bapak sudah keluar", aku melepaskan genggaman tangannya di batang kemaluanku. "Capek sekali tangan Santi, Pak!, rasanya sudah tak sanggup lagi digerakkan." "Bapak lama sih keluarnya." Aku hanya diam dan mencium keningnya sebagai ungkapan rasa sayang dan puas atas segalanya.
Sepanjang perjalanan pulang, kami semakin akrab dan mesra, kami membuat perjanjian bahwa kami boleh berpacaran dengan siapa pun asalkan kebersamaan kita tidak akan hilang sampai kapan pun. Aku hanya mengangguk setuju.
Cerita Sex | Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran
Cersex Cerita Sex 2015, Cerita Sex Terbaru 2015, Cerita Dewasa, Cerita Mesum – Cerita Sex: Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran - Terus terang tak pernah aku berpikir bisa berbuat seperti ini sebelumnya. Di kalangan masyarakat komplek perumahan yang kutinggali, aku termasuk ibu rumah tangga yang alim dan terhormat. Aku sangat mencintai suamiku, Mas Wardi yang berusia 38 tahun, cukup ganteng, punya jabatan pula (dia adalah seorang insinyur dan manager dari sebuah perusahaan konstruksi). cerita-sex-istri-berjilbab-selingkuh-dengan-tukang-koranCerita Sex: Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran Aku sendiri Ani, 32 tahun, cukup cantik, bahkan menurut tetanggaku aku sangat cantik, hingga mereka bilang aku mirip Ussy Sulistiowati, itu lho pembawa acara KDI yang berpasangan dengan Ramzi di stasiun televisi TPI. Setiap keluar rumah, aku selalu memakai jilbab panjang yang tersampir hingga pinggang, lengkap dengan jubah panjang yang menutupi seluruh tubuh. Aku pun aktif di pengajian-pengajian yang sering diadakan di sekitar rumahku.Memang kuakui aku agak kesepian. Sejak 5 tahun perkawinan, kami belum juga dikaruniai anak. Saat-saat suami tak di rumah aku sering khawatir dan cemburu, takut dia mencari perempuan lain yang bisa memberikan anak. Demikian pula saat suami sedang sibuk atau lelah dan tak banyak ngomong, aku sudah cepat curiga dan cemburu pula. Aku sering membesarkan hati sendiri, bahwa tak ada yang kurang dari diriku. Pakaian islami, tubuh sintal, kulit putih, ukuran payudara 36B, pantat pun masih montok, tak mungkinlah suamiku mencari wanita lain di luar sana. Demikianlah pada suatu ketika karena aku ada sedikit gangguan kesehatan, aku pergi berobat ke sebuah p***klinik posyandu yang tidak jauh dari rumahku. Biasanya suamiku sendiri yang mengantar ke RS Medika Kuningan, tetapi karena sedang tugas keluar kota jadi aku harus ke dokter sendiri. Hari itu aku memakai jubah panjang yang berwarna putih serta jilbab berwarna merah muda yang juga panjang.Saat aku turun dari angkot (kendaraan umum) nampak di ruang tunggu posyandu sudah penuh orang. Tetapi aku santai saja karena memang tak ada urusan yang menunggu sehingga harus buru-buru. Mas Wardi, keluar kota untuk 1 minggu sejak kemarin pagi. Aku juga tak perlu masak memasak. Kami berlangganan makanan dari tetangga yang mengusahakan catering.Sesudah beberapa saat menunggu, aku berasa kepingin ke toilet untuk kencing. Sesudah melalui lorong p***klinik yang cukup panjang dan kemudian deretan pintu toilet untuk lelaki aku sampai ke toilet perempuan.Pada saat inilah peristiwa itu terjadi hingga melahirkan cerita ini. Tanpa sengaja saat melewati toilet lelaki aku menengok ke sebuah toilet yang pintunya menganga terbuka. Aku langsung tertegun dan sangat kaget seakan tersengat listrik. Kusaksikan seorang lelaki sedang berdiri kencing dan kulihat jelas pancuran kencingnya yang keluar dari kemaluannya yang nampak tidak tersunat.Yang membuat aku tertegun adalah kemaluan lelaki itu. Aku anggap sungguh luar biasa gede dan panjang. Dalam pandangan yang singkat itu aku sudah berkesimpulan, dalam keadaan belum tegang (ngaceng) saja sudah nampak sebesar pisang tanduk. Aku tak mampu membayangkan sebesar apa kalau kemaluan itu dilanda birahi dan ngaceng. Aku masih tertegun saat lelaki itu menengok keluar dan melihat aku sedang mengamatinya. Entah sengaja atau tidak, dia menggoyang-goyangkan kemaluannya itu. Mungkin untuk menuntaskan kencingnya. Aku cepat melengos. Aku malu dikira sengaja untuk melihatinya. Dan aku juga malu pada diriku sendiri, sebagai istri ataupun wanita sebagaimana yang aku gambarkan di atas tadi. Tetapi entahlah. Barangkali lelaki tadi telah sempat melihat mataku yang setengah melotot melihat kemaluannya. Aku sendiri jadi resah. Hingga sepulang berobat itu perasaanku terus terganggu.Aku akui, oleh sebab peristiwa itu selama aku menunggu panggilan dari petugas p***klinik, pikiranku terus melayang-layang. Aku tak mampu menghilangkan ingatanku pada apa yang kusaksikan tadi. Mungkin aku tergoda. Dan tidak sebagaimana biasanya, libidoku terganggu. Bayangan akan seandainya kemaluan sebesar itu menembusi vaginaku terus mengejar pikiranku. Jantungku terus berdegup kencang dan cepat. Entah apa yang kumaui kini. Kenapa aku jadi begini?! Seorang Ani Nurul Hidayah yang cantik, terhormat, dan alim tak boleh berpikir seperti ini !Bahkan kini aku mulai mencari-cari, siapa sebenarnya lelaki itu. Kutengok-tengok di antara pengunjung yang berada di ruang tunggu dan juga sepintas yang ada di teras dan halaman kebun, namun aku tak pernah menjumpainya lagi.Khayalanku bahkan terus bergerak menjadi demikian jauh. Kubayangkan seandainya kemaluan macam itu berdiri tegak macam Tugu Monas. Dan aku berada di dekatnya hingga hidungku disergap aroma kelelakiannya sambil aku membayangkan menjilati kemaluan tegak itu. Ahh.. Tanpa sengaja tanganku memilin puting susu dari balik jilbab panjangku. Rasa gatal kurasakan pada ujung-ujung pentilku, begitu hebat. 2 hari kemudianAku sedang menyirami kembang di halaman saat aku dengar tukang pengumpul koran lewat depan rumahku, “Koran bekas.. Korraann…” teriakannya yang khas.Sudah lebih dari 3 bulan koran bekas numpuk dekat lemari buku. Aku pikir kujual saja untuk mengurangi sampah di rumah. Tanpa banyak pikir lagi,”Bang, tunggu, saya punya koran bekas, tuhh…” sambil aku beranjak memasuki rumah untuk mengambilnya.Namun ternyata koran sebanyak itu cukup berat. Kuputuskan, biar si Abang itu saja yang mengambilnya. Kusuruh dia masuk sambil sekalian bawa timbangannya. Sesudah mengikatnya dengan rapi dan menimbangnya, dia memberikan Rp. 10.000, padaku untuk harga koran itu. “Terima kasih, Bu..”Dan aahh.. Kurang ajar bener nih Abang. Saat menyerahkan uang di ruang tamu rumahku itu tangannya setengah meraih dan kurasakan hendak meremas tanganku. Aku tarik secepatnya dan.. Aku kaget. Bukankah ini lelaki yang kulihat di p***klinik kemarin. Orang yang telah membuat jantungku berdebar keras-keras. Semula aku hendak marah, namun kini ragu. Hatiku bicara lain. Bukankah dia yang telah mampu membuat aku resah gelisah. Bu Ani yang alim ini kini tertegu penuh birahi di hadapan seorang kuli pengumpul Koran bekas.Tak terelakkan mataku mencari-cari. Mataku menyapu pandang pada tubuhnya. Berbaju kaos oblong sisa kampanye Pilpres I yang berlogo salah satu calon presiden itu, aku memperhatikan gundukan menggunung pada selangkangan yang bercelana jeans kumel. Namun bila dilihat lebih jelas lagi, ternyata Abang ini bersih dan.. Sangat jantan. “Haahh… rasanya saya pernah lihat Abang ini, deh,” begitu aku berpura kelupaan.Dia melihati aku dengan pandangannya yang tajam menusuk. Terus terang aku jadi takut dan bergidik. Mau apa dia ini? Dan yang terjadi adalah langkah pasti seorang pejantan,”Yaa.. Aku melihat ibu di p***klinik itu, khan. Waktu itu ibu menengok aku yang sedang kencing?!” Aku nggak setuju dengan tuduhannya itu. Namun apa sih artinya. Toh terbukti dia telah menggetarkan jiwaku. Dan dengan penuh percaya diri yang disertai senyumannya yang mesum dia mendesah berbisik..”Aku sering berselingkuh dengan perempuan di luar istriku, Bu. Aku tahu kebanyakan perempuan suka dengan apa yang aku punya. Aku sangat tahu, Bu,” dengan bisik desah serak-seraknya tanpa ragu dia membanting dan merobek-robek harga diriku. Dan yang lebih hebat lagi.”Nih….. Ibu mau lihat?,” tanpa ragu lagi di cepat membuka celananya dan mengeluarkan kemaluannya yang masih belum tegak berdiri. Namun aku sekarang menjadi sangat ketakutan.Bagaimana seandainya dia bukan hanya menarik hati saja tetapi juga berbuat jahat atau kejam atau sadis padaku. Apa jadinya? Ahh, dia telah melumpuhkan pertahanan diri ku yang berjilbab panjang ini.”Nggak, Bang.. Cukup. Terima kasih.. Sudah tinggalkan saya.. Tinggalkan rumah ini,” kataku panik, cemas, takut dan rasanya pengin nanis atau minta tolong tetangga.Tetapi semuanya itu langsung musnah ketika tanpa terasa tanganku telah berada dalam genggamannya dan menariknya untuk disentuhkan dan digenggamkan ke batang kemaluannya yang kini telah bangkit membusung, dengan sepenuh liku ototnya, dengan semengkilat bening kepalanya, dengan searoma lelaki yang menerpa dan menusuk sanubariku. “Lihat dulu, Bu.. Jangan takut.. Aku nggak akan menyakiti ibu, koq,” bisiknya setengah bergetar, terdengar begitu penuh pengalaman dan sangat menyihir. Dan aku benar-benar menjadi korban tangkapannya seperti rusa kecil dalam terkaman singa pemangsanya.”Lihat dulu neng…” sekali lagi diucapkannya.Kali ini dengan tangannya sambil meraih kemudian menekan bahuku untuk bergerak merunduk atau jongkok. Dan sekali lagi aku menjadi begitu penurut. Aku berjongkok. Dan kusaksikan apa yang memang sangat ingin kusaksikan dalam 2 hari terakhir ini. Aku yang masih mengenakan jilbab panjang berwarna hitam ini kini tengah berhadapan langsung dengan kemaluan seorang pria yang bukan suamiku, dan aku tengah terangsang.Ini bukan saja pesona. Ini merupakan sensasi bagi aku, Ibu Ani yang santun dan alim, istri manager yang juga insinyur itu. Kini aku bergetar. Dengan jantungku yang berdegup-degup memukul-mukul dada mataku nanar menatap kemaluan lelaki lain. Sungguh aku terpesona. Kemaluan itu nampak sangat ‘ngaceng’ bak laras meriam yang lobangnya mengarah ke wajahku. Aku menyaksikan lubang kencing yang menyihir libidoku. Aku menyaksikan ‘kontol’ yang dahsyat. Aku langsung lumpuh dan luluh. Aku terjerat kelumpuhanku. Demikianlah pula saat kusaksikan ujung meriam itu mendekat, mendekat, mendekat hingga menyentuh pipiku, hidungku dan bibirku. Yang kemudian kudengar adalah sepertinya ‘suara jauh dari angkasa’ yang penuh vibrasi,”Jilat, neng jilbab, isep. Banyak koq ibu-ibu pengajian yang sudah menikmati ini juga. Isep kontolku, neng. Aku ingin merasakan bibir neng jilbab yang sangat cantik dan seksi ini. Aku ingin merasakan isepan mulut neng yang pake jilbab panjang ini”Tangan kanannya menekan kepalaku yang masih berbalut jilbab dan tangan kirinya mengasongkan ‘kontol’nya ke mulutku. Bagaimana aku mampu mengelak sementara aku sendiri serasa lumpuh sendi-sendiku. Aku merasakan ada asin-asin di lidahku. Aku tersadar. Aku jadi sepenuhnya sadar namun segalanya tengah berlangsung. Aku tak mampu menghindar, baik dari kekuatan fisikku maupun dari tekad yang dikuasai rasa bimbang.Tidak lama. Mungkin baru berlangsung sekitar 1 atau 2 menit saat ‘kontol’ itu terasa semakin mengeras dan memanas. Mulutku penuh dijejali bongkol kepalanya yang menebar rasa asin itu. Sambil berdiri mengangkangi aku yang jongkok di depannya si Abang dengan sangat kuat mendorong-dorong kepalaku dan menggoyangkan pinggulnya mendorong dan menarik ‘kontol’nya ke mulutku. Lagi, lagi, lagi. Hingga nyaris membuatku tersedak. Rasanya ujung ‘kontol’ itu telah merangsek maju mundur ke gerbang tenggorokanku.Kedutan-kedutan besar yang disertai semprotan-semprotan lendir kental yang hangat penuh muncrat ke haribaan mulutku. Aku tahu persis, si Abang telah menumpahkan air maninya ke mulutku. Dan kemudian yang tak kuduga sebelumnya adalah saat dia memencet hidungku hingga dengan ngap-ngapan aku terpaksa menelan tuntas seluruh cairan kentalnya dan membasahi tenggorokanku.Sepertinya aku minum dan makan kelapa muda yang sangat muda. Lendirnya itu demikian lembut memenuhi mulut untuk kukunyahi dan terpaksa menelannya. Bahkan pada suamiku aku tak pernah merasakan macam ini. Rasanya aku akan jijik dan tak akan pernah melakukannya pada Mas Wardi.Aku masih tertegun dan setengah bengong oleh rasa yang memenuhi rongga mulutku saat dia menggelandangku ke kamar tidurku. Dengan tenaga kelelakiannya dia angkat dan baringkan tubuhku ke ranjang pengantinku. Entah kekuatan apa, aku tak mampu mengelakkan apa yang si Abang ini perbuat padaku. Dia lepasi busanaku. Dia tarik hingga robek jubahku. Demikian pula pakaian dalamku. Namun yang aneh, dia menyisakan bakutan jilbab panjang berwarna hitam tetap menempel di kepalaku.Dia renggut BH-ku seketika hingga aku juga yakin kancing-kancingnya lepas. Dan tak ayal pula di renggut celana dalamku. Dia ciumi celana itu sambil menebar senyuman birahi dari gelora syahwatnya yang sedang terbakar berkobar. Kemudian rebah menindih tubuh telanjangku. “Neng muslimah, biar aku buat neng ketagihan yaa.. Nikmati kontolku neng. Mahal nih. Aku tak mau sembarang ibu-ibu aku layani. Aku hanya milih-milih saja,” begitu suara orang yang dilanda prahara birahi sambil tangannya meremasi pinggul kemudian bokongku sementara bibirnya yang demikian tak terawat nyosor untuk melumat bibirku. Aku berusaha menolaknya. Rasa jijik dan enggan menderaku.Namun sasaran berikutnya benar-benar membuat aku menyerah. Dia ‘kemot-kemot’ pentil susuku. Dia gigiti dagingnya. Entah berapa lama dia isepin dan tinggalkan cupang-cupang kotor pada seluru bidang dadaku, leherku, bahuku, ketiakku. Kemudian juga turun keperut, ke selangkangan, ke pahaku. Adduuhh.. Ini sungguh sangat surgawi. Kenikmatan hubungan seksual yang belum pernah aku dapatkan dari suamiku.Dan ketika puncak birahinya datang, si Abang ini naik merangsek dan menindih kembali tubuhku. Kurasakan ‘kontol’nya mulai menggosok-gosok paha dan selangkanganku. Aku sudah benar-benar terbius. Dorongan nafsu birahiku sudah berada di ambangnya. Aku sudah tak mampu lagi menahannya. Kini desah, rintih, jerit tertahan keluar dari mulutku dan memenuhi kamar pengantinku yang sempit ini,”Tolonng baang.. Ayoo, Bang.. Aku sudah nggak tahaann.. Toloong.. Enak bangeett baang.. Aku cinta kontol abaang.. Biar aku minum lagi pejuh aba nanti yaa…” kuraih kemaluan besar itu dengan cepat dan kutuntun untuik menembusi kemaluanku yang sudah sangat menantinya.Masih dalam upaya penetrasi, dimana ujung ‘kontol’ dahsyat itu sedang menerpa-terpa bibir kemaluanku ketika aku meraih orgasme pertamaku. Aku kembali menjerit dan mendesah tertahan. Kulampiaskan nafsu syahwatku. Kurajam pundak si Abang dengan cakarku. Kuhunjamkan kukuku ke dagingnya. Rasanya kemaluanku demikian mencengkeram untuk mempersempit kepala kemaluan itu menembusinya. Namun rasa gatal ini sangat dahsyat. Si Abang cepat menerkam bibirku sambil mendesakkan kontolnya dengan kuat ke lubangku.Begitu blezz.. Aku langsung diterpa orgasme keduaku. Ahh.. Inikah yang disebut orgasme beruntun? Hanya selang 10 detik aku mendapatkan kembali orgasmeku.Ternyata memang inilah. Dalam hujan keringat yang menderas dari tubuhku dan tubuhnya selama 2 jam hingga jam 4 sore, aku mendapatkan orgasme beruntunku hingga sekitar 10 atau 12 kali. Aku tak mungkin melupakan kenikmatan macam ini. Mungkin aku tertidur karena puas dan lelah yang kudapatkan.Aku terbangun saat kupingku mendengar telpon berdering. Aku bangun dan lari untuk mengangkatnya,”Jeng Ani, apa kabar..? Sehat? Aku sedang berada di pusat kerajinan di Balikpapan, nih. Banyak barang-barang artistik disini. Pasti kamu senang. Mau dibeliin apa?,” demikanlah kebiasaan suamiku kalau bertugas keluar kota. Cerita Sex 2015
Dia selalu sempatkan mencari barang-barang kerajinan asli setempat. Dia tahu aku sangat menyenangi barang-barang macam itu. Kasihan, sementara dia bekerja keras jauh dari rumahnya, dia telah kehilangan permatanya..Ternyata dengan gampang aku telah meninggalkannya dalam selingkuhku dengan si Abang. Masih pantaskah aku menjadi istri yang alim dan terhormat?Kulihat si Abang telah pergi. Mungkin sebelum aku terbangun tadi. Tumpukkan koran itu telah dibawanya. Kulihat barang-barangku yang lain tak ada yang berubah dari tempatnya. Ah, terkadang kita cepat curiga dengan orang lain yang kelasnya se-akan dibawah kita.Aku masih termangu hingga sore mengendap dan menggelap. Bibir dan dinding kemaluanku masih terasa pedih. Aku nggak tahu. Aku ini menyesal atau tidak atas selingkuh yang telah aku perbuat. Bahkan aku juga lupa Mas Wardi mau belikan apa tadi?! Yang aku mencoba mengingatnya hanyalah sekitar 10 atau 12 kali aku telah meraih orgasme dalm berasyik masyuk sepanjang 2 jam dengan Abang pengumpul koran bekas tadi. Mungkin itu akan menjadi rekor seumur hidupku. – Cersex Cerita Sex 2015, Cerita Sex Terbaru 2015, Cerita Dewasa, Cerita Mesum