Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex | Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex | Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

Cerita Sex Digauli Mertua

 vidio sex
Cerita Sex Digauli Mertua
Kejadian ini sangat memalukan bila diceritakan lebih panjang lagi karna ternyata mertuaku menaruh rasa simpati terhadap ku.semenjak pertama kali aku resmi menjadi mantunya.mertua ku yang telah lama hidup sendiri ditinggal istri membuat dia prustasi melihat semua perempuan di sekitar tetangga kami namun bukan berarti dia gak mampu membeli gadis penjaja cinta di jalan jalan.

tapi justru dia takut akan penyakit kalamin
nafsu buasnya tersalurkan dengan aku yang mantunya sendiri.menurut pengakuannya ternyata aku sangat mirif dengan istrinya dan terbukti aku melihat poto keluarga benar adanya muka kami sangat mirif hanya yng membedakan aku lebih tinggi dari mertua perempun ku.
waktu itu suami pamit ke malaysia menyelesaikan tugas kantornya dan aku sempat dititipkan ke mertua agar menjaga dan memantauku selama aku ditinggal suami.

kesempatan itu peluang besar bagi mertua walau aku seempat menolak dengan alasan dan meyakin kan kepercayaan suami.. bahwa aku akan baik baik saja.namun semua terjadi begitu cepat seribu akal mertua agar aku tunduk pada kekuasaannya.
malam itu hujan sangat lebat petir bergema dimana mana membuat aku merinding dan ketakutan hingga aku menyuruh mertua ku menemaniku di rumah ku...
dan rasa kesepian dan kejenuhan itu entah siapa yang memulai karna memang aku selalu dirayu dan digoda mertua hingga aku terbuai dan sangat menikmatiya...

singkat cerita aku pasrah dan hanyut dalam pelukan sang mertua yang gagah perkasa...aku dicium dan diremas kayaknya seperti mau diperkosa aku tak sadarkan diri pikiran melayang ke lagit tujuh lapis disaat semua itu terjadi tanfa sehelai benang yng menempel di badan kami aku pasrah tergeletak di karpet ruang tamu dibawah kekuasaan mertua bibir dilumat dengan buas hingga lama kelamaan aku mmembalas dan merintih
mertua ku merasa ada peluang dan kesempatan tidak menyie nyiekan kan waktu secara cepat dan singkat batang kemaluannya menghujam liang kemaluan ku yang memang sudah basah karna lendir rangsangannya ...

seiring batang kemaluan mertua ku menghujam kemaluanku.nafsuku tak terkendalikan lagi.uuu..hhhgg ..sss mertuaku mendengus panjang saat memacu sodokannya di kemaluanku hentakan hentakan yang keras hingga terasa menggesek kemaluaan ku yang paling dalam menyentuh dinding dinding rahim ku...terus..terus pak entot terus... puasin ana pak...aahhhgg...sssttt enak pak... hmmpp...kembali tubuhku bergetar mencapai orgasme ku yang begitu dahsatnya.kepalaku mendongak ke atas.sementara mertuaku tetap mempercepat goyangannya di kemaluannku semakin lama semakin gencar tanfa mengenal lelah...

dalam hati aku memuji betapa perkasanya mertuaku ini jauh dari suami yang cuma lima menit sudah keok malah cuma mengotorin kemaluanku aja.setelah itu ketiduran tanfa perduli dengan perasaan ku. lain dengan mertua ku ini dia benar benar buas sudah dua kali aku klimaks sementara dia belum apa apa sampai kemaluan ku ngilu di buatnya.
aku yang sedikit bebas dalam kekuasaannya ikut memutar mutar pantat ku sebisa mungkin.bibirku dilumatnya saling mendorong lidah kami berpangutan untuk mencapai kenikmatan lebih banyak.

Mertuaku mencabut kemaluannya dalam jepitan kemaluanku dan mengangkat tubuhku ke dalam kamar tidur ku dari lantai ruang tamu dan dibaringkan nya posisi agak kesudut kasur.Dibentangkannya kedua paha ku lebar lebar aku sudah pasrah dibuatnya mertuaku menindihku.lubang kemaluan ku yang sudah basah oleh lendir2 kenikmatan secara berulang ulang dilapnya dengan sprei kasur.kemudian kembali ia menusukkan senjatanya ke dalam kemaluanku secara pelan..pelan berlahan namun pasti dikocoknya hingga terbenam dalam kehangatan liang kemaluanku.tubuh kami yang sudah basah oleh keringat kembali menyatu dalam pergumulan yang lebih seru...
bapak hebat..!!! bisik ku...

ya nak akan kupuasin dirimu yang selalu di tinggal suami mu dinas luar...hmmm..ya pak.. puasin pak puasin mantu mu pak... bibir kami kembali berpangutan satu sama lain sampai aku kadang susah napas tapi nikmatnya gak ketulungan merasakan kemaluan mertua yang masih kokoh walaupun sudah satu jam mertua ku menghujamkan senjatanya secara mengesek menggosok dinding kemaluanku.kulihat tonjolan urat urat dikening mertua ku semakin jelas karna nafsunya.nafasnya semakin mendengus seperti anjing kehausan.aku yang sudah lemas tak mampu lagi mengimbangi kerakan mertua ku.

"UUUh..uuh..uh.. napasnya semakin bergemuruh terdengar di telinga ku.bibirnya semakin ketat melumat birbirku.lalu kedua tangannya menopang pantatku dan menggenjot kemaluanku dengan tusukan tusukan yang lebis kasar.aku tau sebentar lagi mertuaku akan sampai.kucoba menggerakkan pantat ku secara berputardengan sisa sisa tenaga yang ada.benar aja setelah dia menggigit bibirku dan menghujamkan batang kemaluannya lebih dalam kedalam liang kemaluanku dan ccrrr..ccrooot ..crrot..cccrroooot... ada lima kali terasa ia menyemprotkan spermanya kedalam rahim ku.ia masih bergerak beberapa saat seperti berkelenjotan.lalu ambruk di atas perut ku.aku yang kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi.

kami tetap berpelukan menuntaskan sisa sisa kenikmatan yang baru kami raih bersama.
Batang kemaluan pak mertua ku masih kencang tertancap di liang kemaluanku.keringat kami melebur jadi satu.
Akhirnya kami tertidur pules sampai beberapa jam.aku sadar setelah merasakan berat badan dan dengusan panasnya nafas di muka ku...

hmmm... kulihat begitu rapatnya pandangan mertua di muka ku tatapannya sayu cerah penuh kemenangan... dan bibirnya tersungging senyuman.aku menggerakkan badan ku secara berlahan ..rupanya mertua menangkap perasaan ku hingga dia sedikit menggangkat tubuhnya secara bertumpu di kedua tangan nya...kucium bibirnya dengan mesra tanfa sepatah suara.. batang kemaluannya masih terasa di dalam liang kemaluan ku masih keras dan berdenyut denyut memenuhi liang kemaluan ku.
mandi dulu pak...!!! bisik ku lengket....kan?

mertuaku berlahan mmencabut batang kemaluannya terasa nikmat ngilu..kupeluk tbuhnya erat erat.. kenapa.. katanya mau mandi? kok ditahan?... aku pandang mata mertuaku dengan sayu tanfa jawaban.dan kembali kami berpacu sekali lagi sebelum mandi atas perpintaan ku mertua hanya sebetas memenuhi keinginan hasrat ku..terbukti setelah aku sampai puncak klimaks dia mencabut batang kemaluannya dan mengajak aku mandi di kamar mandi di dalam kamar ku.. tubuhku di sabuni nya dari atas sampai bawah kaki penuh dengan kasih sayang layaknya seperti orang tua dengan anaknya sendiri.
lalu kami makan bersama diruang makan sambil menonton TV dan saling berpelukan
sementara suami masih di luar negeri atas perintah bosnya selama dua minggu selama itu pula aku dipuaskan oleh mertua yang memang dari dulu menaruh perhatian dengan ku sejak aku pengantin baru

pernah kami tak tegur sapa atas kekurang ajarannya merayuku kala rumah ku sepi... aku selalu menolak dengan marah marah.. hingga mertua lebih nekat lagi menyusup kerumah ku tengah malam dengan berbekalkan kunci duplikat nya.itulah kejadinya yang tak pernah aku duga dan tak pernah aku harapkan terjadi.sampai sekarang aku tak mau menemui mertua ku dengan sabar kurayu suami ku agar kami pindah tempat jauh dari kota dan penglihatan mertua. sekarang kami tinggal di malaysia setahun sekali pulang ke indonesia itu pun karna mertuaku yang pernah menanamkan benihnya di rahim ku dalam keadaan sakit keras dan meninggalkan dunia serta kami karna penyakit yang dideritanya.

Cerita Sex | Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran

 vidio sex
Cerita Sex | Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran

Cersex Cerita Sex 2015, Cerita Sex Terbaru 2015, Cerita Dewasa, Cerita Mesum – Cerita Sex: Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran - Terus terang tak pernah aku berpikir bisa berbuat seperti ini sebelumnya. Di kalangan masyarakat komplek perumahan yang kutinggali, aku termasuk ibu rumah tangga yang alim dan terhormat. Aku sangat mencintai suamiku, Mas Wardi yang berusia 38 tahun, cukup ganteng, punya jabatan pula (dia adalah seorang insinyur dan manager dari sebuah perusahaan konstruksi).
cerita-sex-istri-berjilbab-selingkuh-dengan-tukang-koranCerita Sex: Istri Berjilbab Selingkuh Dengan Tukang Koran
Aku sendiri Ani, 32 tahun, cukup cantik, bahkan menurut tetanggaku aku sangat cantik, hingga mereka bilang aku mirip Ussy Sulistiowati, itu lho pembawa acara KDI yang berpasangan dengan Ramzi di stasiun televisi TPI. Setiap keluar rumah, aku selalu memakai jilbab panjang yang tersampir hingga pinggang, lengkap dengan jubah panjang yang menutupi seluruh tubuh. Aku pun aktif di pengajian-pengajian yang sering diadakan di sekitar rumahku.Memang kuakui aku agak kesepian.
Sejak 5 tahun perkawinan, kami belum juga dikaruniai anak. Saat-saat suami tak di rumah aku sering khawatir dan cemburu, takut dia mencari perempuan lain yang bisa memberikan anak. Demikian pula saat suami sedang sibuk atau lelah dan tak banyak ngomong, aku sudah cepat curiga dan cemburu pula. Aku sering membesarkan hati sendiri, bahwa tak ada yang kurang dari diriku. Pakaian islami, tubuh sintal, kulit putih, ukuran payudara 36B, pantat pun masih montok, tak mungkinlah suamiku mencari wanita lain di luar sana.
Demikianlah pada suatu ketika karena aku ada sedikit gangguan kesehatan, aku pergi berobat ke sebuah p***klinik posyandu yang tidak jauh dari rumahku. Biasanya suamiku sendiri yang mengantar ke RS Medika Kuningan, tetapi karena sedang tugas keluar kota jadi aku harus ke dokter sendiri. Hari itu aku memakai jubah panjang yang berwarna putih serta jilbab berwarna merah muda yang juga panjang.Saat aku turun dari angkot (kendaraan umum) nampak di ruang tunggu posyandu sudah penuh orang. Tetapi aku santai saja karena memang tak ada urusan yang menunggu sehingga harus buru-buru. Mas Wardi, keluar kota untuk 1 minggu sejak kemarin pagi. Aku juga tak perlu masak memasak. Kami berlangganan makanan dari tetangga yang mengusahakan catering.Sesudah beberapa saat menunggu, aku berasa kepingin ke toilet untuk kencing.
Sesudah melalui lorong p***klinik yang cukup panjang dan kemudian deretan pintu toilet untuk lelaki aku sampai ke toilet perempuan.Pada saat inilah peristiwa itu terjadi hingga melahirkan cerita ini. Tanpa sengaja saat melewati toilet lelaki aku menengok ke sebuah toilet yang pintunya menganga terbuka. Aku langsung tertegun dan sangat kaget seakan tersengat listrik. Kusaksikan seorang lelaki sedang berdiri kencing dan kulihat jelas pancuran kencingnya yang keluar dari kemaluannya yang nampak tidak tersunat.Yang membuat aku tertegun adalah kemaluan lelaki itu. Aku anggap sungguh luar biasa gede dan panjang. Dalam pandangan yang singkat itu aku sudah berkesimpulan, dalam keadaan belum tegang (ngaceng) saja sudah nampak sebesar pisang tanduk. Aku tak mampu membayangkan sebesar apa kalau kemaluan itu dilanda birahi dan ngaceng. Aku masih tertegun saat lelaki itu menengok keluar dan melihat aku sedang mengamatinya. Entah sengaja atau tidak, dia menggoyang-goyangkan kemaluannya itu. Mungkin untuk menuntaskan kencingnya.
Aku cepat melengos. Aku malu dikira sengaja untuk melihatinya. Dan aku juga malu pada diriku sendiri, sebagai istri ataupun wanita sebagaimana yang aku gambarkan di atas tadi. Tetapi entahlah. Barangkali lelaki tadi telah sempat melihat mataku yang setengah melotot melihat kemaluannya. Aku sendiri jadi resah. Hingga sepulang berobat itu perasaanku terus terganggu.Aku akui, oleh sebab peristiwa itu selama aku menunggu panggilan dari petugas p***klinik, pikiranku terus melayang-layang. Aku tak mampu menghilangkan ingatanku pada apa yang kusaksikan tadi. Mungkin aku tergoda. Dan tidak sebagaimana biasanya, libidoku terganggu. Bayangan akan seandainya kemaluan sebesar itu menembusi vaginaku terus mengejar pikiranku. Jantungku terus berdegup kencang dan cepat.
Entah apa yang kumaui kini. Kenapa aku jadi begini?! Seorang Ani Nurul Hidayah yang cantik, terhormat, dan alim tak boleh berpikir seperti ini !Bahkan kini aku mulai mencari-cari, siapa sebenarnya lelaki itu. Kutengok-tengok di antara pengunjung yang berada di ruang tunggu dan juga sepintas yang ada di teras dan halaman kebun, namun aku tak pernah menjumpainya lagi.Khayalanku bahkan terus bergerak menjadi demikian jauh. Kubayangkan seandainya kemaluan macam itu berdiri tegak macam Tugu Monas. Dan aku berada di dekatnya hingga hidungku disergap aroma kelelakiannya sambil aku membayangkan menjilati kemaluan tegak itu. Ahh.. Tanpa sengaja tanganku memilin puting susu dari balik jilbab panjangku. Rasa gatal kurasakan pada ujung-ujung pentilku, begitu hebat.
2 hari kemudianAku sedang menyirami kembang di halaman saat aku dengar tukang pengumpul koran lewat depan rumahku, “Koran bekas.. Korraann…” teriakannya yang khas.Sudah lebih dari 3 bulan koran bekas numpuk dekat lemari buku. Aku pikir kujual saja untuk mengurangi sampah di rumah.
Tanpa banyak pikir lagi,”Bang, tunggu, saya punya koran bekas, tuhh…” sambil aku beranjak memasuki rumah untuk mengambilnya.Namun ternyata koran sebanyak itu cukup berat. Kuputuskan, biar si Abang itu saja yang mengambilnya. Kusuruh dia masuk sambil sekalian bawa timbangannya. Sesudah mengikatnya dengan rapi dan menimbangnya, dia memberikan Rp. 10.000, padaku untuk harga koran itu.
“Terima kasih, Bu..”Dan aahh.. Kurang ajar bener nih Abang. Saat menyerahkan uang di ruang tamu rumahku itu tangannya setengah meraih dan kurasakan hendak meremas tanganku. Aku tarik secepatnya dan.. Aku kaget. Bukankah ini lelaki yang kulihat di p***klinik kemarin. Orang yang telah membuat jantungku berdebar keras-keras. Semula aku hendak marah, namun kini ragu. Hatiku bicara lain. Bukankah dia yang telah mampu membuat aku resah gelisah. Bu Ani yang alim ini kini tertegu penuh birahi di hadapan seorang kuli pengumpul Koran bekas.Tak terelakkan mataku mencari-cari. Mataku menyapu pandang pada tubuhnya. Berbaju kaos oblong sisa kampanye Pilpres I yang berlogo salah satu calon presiden itu, aku memperhatikan gundukan menggunung pada selangkangan yang bercelana jeans kumel. Namun bila dilihat lebih jelas lagi, ternyata Abang ini bersih dan.. Sangat jantan.
“Haahh… rasanya saya pernah lihat Abang ini, deh,” begitu aku berpura kelupaan.Dia melihati aku dengan pandangannya yang tajam menusuk. Terus terang aku jadi takut dan bergidik. Mau apa dia ini?
Dan yang terjadi adalah langkah pasti seorang pejantan,”Yaa.. Aku melihat ibu di p***klinik itu, khan. Waktu itu ibu menengok aku yang sedang kencing?!”
Aku nggak setuju dengan tuduhannya itu. Namun apa sih artinya. Toh terbukti dia telah menggetarkan jiwaku. Dan dengan penuh percaya diri yang disertai senyumannya yang mesum dia mendesah berbisik..”Aku sering berselingkuh dengan perempuan di luar istriku, Bu. Aku tahu kebanyakan perempuan suka dengan apa yang aku punya. Aku sangat tahu, Bu,” dengan bisik desah serak-seraknya tanpa ragu dia membanting dan merobek-robek harga diriku. Dan yang lebih hebat lagi.”Nih….. Ibu mau lihat?,” tanpa ragu lagi di cepat membuka celananya dan mengeluarkan kemaluannya yang masih belum tegak berdiri.
Namun aku sekarang menjadi sangat ketakutan.Bagaimana seandainya dia bukan hanya menarik hati saja tetapi juga berbuat jahat atau kejam atau sadis padaku. Apa jadinya? Ahh, dia telah melumpuhkan pertahanan diri ku yang berjilbab panjang ini.”Nggak, Bang.. Cukup. Terima kasih.. Sudah tinggalkan saya.. Tinggalkan rumah ini,” kataku panik, cemas, takut dan rasanya pengin nanis atau minta tolong tetangga.Tetapi semuanya itu langsung musnah ketika tanpa terasa tanganku telah berada dalam genggamannya dan menariknya untuk disentuhkan dan digenggamkan ke batang kemaluannya yang kini telah bangkit membusung, dengan sepenuh liku ototnya, dengan semengkilat bening kepalanya, dengan searoma lelaki yang menerpa dan menusuk sanubariku.
“Lihat dulu, Bu.. Jangan takut.. Aku nggak akan menyakiti ibu, koq,” bisiknya setengah bergetar, terdengar begitu penuh pengalaman dan sangat menyihir. Dan aku benar-benar menjadi korban tangkapannya seperti rusa kecil dalam terkaman singa pemangsanya.”Lihat dulu neng…” sekali lagi diucapkannya.Kali ini dengan tangannya sambil meraih kemudian menekan bahuku untuk bergerak merunduk atau jongkok. Dan sekali lagi aku menjadi begitu penurut. Aku berjongkok. Dan kusaksikan apa yang memang sangat ingin kusaksikan dalam 2 hari terakhir ini.
Aku yang masih mengenakan jilbab panjang berwarna hitam ini kini tengah berhadapan langsung dengan kemaluan seorang pria yang bukan suamiku, dan aku tengah terangsang.Ini bukan saja pesona. Ini merupakan sensasi bagi aku, Ibu Ani yang santun dan alim, istri manager yang juga insinyur itu. Kini aku bergetar. Dengan jantungku yang berdegup-degup memukul-mukul dada mataku nanar menatap kemaluan lelaki lain. Sungguh aku terpesona. Kemaluan itu nampak sangat ‘ngaceng’ bak laras meriam yang lobangnya mengarah ke wajahku. Aku menyaksikan lubang kencing yang menyihir libidoku. Aku menyaksikan ‘kontol’ yang dahsyat. Aku langsung lumpuh dan luluh. Aku terjerat kelumpuhanku.
Demikianlah pula saat kusaksikan ujung meriam itu mendekat, mendekat, mendekat hingga menyentuh pipiku, hidungku dan bibirku. Yang kemudian kudengar adalah sepertinya ‘suara jauh dari angkasa’ yang penuh vibrasi,”Jilat, neng jilbab, isep. Banyak koq ibu-ibu pengajian yang sudah menikmati ini juga. Isep kontolku, neng. Aku ingin merasakan bibir neng jilbab yang sangat cantik dan seksi ini. Aku ingin merasakan isepan mulut neng yang pake jilbab panjang ini”Tangan kanannya menekan kepalaku yang masih berbalut jilbab dan tangan kirinya mengasongkan ‘kontol’nya ke mulutku. Bagaimana aku mampu mengelak sementara aku sendiri serasa lumpuh sendi-sendiku. Aku merasakan ada asin-asin di lidahku.
Aku tersadar. Aku jadi sepenuhnya sadar namun segalanya tengah berlangsung. Aku tak mampu menghindar, baik dari kekuatan fisikku maupun dari tekad yang dikuasai rasa bimbang.Tidak lama. Mungkin baru berlangsung sekitar 1 atau 2 menit saat ‘kontol’ itu terasa semakin mengeras dan memanas. Mulutku penuh dijejali bongkol kepalanya yang menebar rasa asin itu. Sambil berdiri mengangkangi aku yang jongkok di depannya si Abang dengan sangat kuat mendorong-dorong kepalaku dan menggoyangkan pinggulnya mendorong dan menarik ‘kontol’nya ke mulutku. Lagi, lagi, lagi. Hingga nyaris membuatku tersedak. Rasanya ujung ‘kontol’ itu telah merangsek maju mundur ke gerbang tenggorokanku.Kedutan-kedutan besar yang disertai semprotan-semprotan lendir kental yang hangat penuh muncrat ke haribaan mulutku. Aku tahu persis, si Abang telah menumpahkan air maninya ke mulutku.
Dan kemudian yang tak kuduga sebelumnya adalah saat dia memencet hidungku hingga dengan ngap-ngapan aku terpaksa menelan tuntas seluruh cairan kentalnya dan membasahi tenggorokanku.Sepertinya aku minum dan makan kelapa muda yang sangat muda. Lendirnya itu demikian lembut memenuhi mulut untuk kukunyahi dan terpaksa menelannya. Bahkan pada suamiku aku tak pernah merasakan macam ini. Rasanya aku akan jijik dan tak akan pernah melakukannya pada Mas Wardi.Aku masih tertegun dan setengah bengong oleh rasa yang memenuhi rongga mulutku saat dia menggelandangku ke kamar tidurku.
Dengan tenaga kelelakiannya dia angkat dan baringkan tubuhku ke ranjang pengantinku. Entah kekuatan apa, aku tak mampu mengelakkan apa yang si Abang ini perbuat padaku. Dia lepasi busanaku. Dia tarik hingga robek jubahku. Demikian pula pakaian dalamku. Namun yang aneh, dia menyisakan bakutan jilbab panjang berwarna hitam tetap menempel di kepalaku.Dia renggut BH-ku seketika hingga aku juga yakin kancing-kancingnya lepas. Dan tak ayal pula di renggut celana dalamku. Dia ciumi celana itu sambil menebar senyuman birahi dari gelora syahwatnya yang sedang terbakar berkobar. Kemudian rebah menindih tubuh telanjangku.
“Neng muslimah, biar aku buat neng ketagihan yaa.. Nikmati kontolku neng. Mahal nih. Aku tak mau sembarang ibu-ibu aku layani. Aku hanya milih-milih saja,” begitu suara orang yang dilanda prahara birahi sambil tangannya meremasi pinggul kemudian bokongku sementara bibirnya yang demikian tak terawat nyosor untuk melumat bibirku. Aku berusaha menolaknya. Rasa jijik dan enggan menderaku.Namun sasaran berikutnya benar-benar membuat aku menyerah. Dia ‘kemot-kemot’ pentil susuku. Dia gigiti dagingnya. Entah berapa lama dia isepin dan tinggalkan cupang-cupang kotor pada seluru bidang dadaku, leherku, bahuku, ketiakku. Kemudian juga turun keperut, ke selangkangan, ke pahaku. Adduuhh.. Ini sungguh sangat surgawi. Kenikmatan hubungan seksual yang belum pernah aku dapatkan dari suamiku.Dan ketika puncak birahinya datang, si Abang ini naik merangsek dan menindih kembali tubuhku.
Kurasakan ‘kontol’nya mulai menggosok-gosok paha dan selangkanganku. Aku sudah benar-benar terbius. Dorongan nafsu birahiku sudah berada di ambangnya. Aku sudah tak mampu lagi menahannya. Kini desah, rintih, jerit tertahan keluar dari mulutku dan memenuhi kamar pengantinku yang sempit ini,”Tolonng baang.. Ayoo, Bang.. Aku sudah nggak tahaann.. Toloong.. Enak bangeett baang.. Aku cinta kontol abaang.. Biar aku minum lagi pejuh aba nanti yaa…” kuraih kemaluan besar itu dengan cepat dan kutuntun untuik menembusi kemaluanku yang sudah sangat menantinya.Masih dalam upaya penetrasi, dimana ujung ‘kontol’ dahsyat itu sedang menerpa-terpa bibir kemaluanku ketika aku meraih orgasme pertamaku.
Aku kembali menjerit dan mendesah tertahan. Kulampiaskan nafsu syahwatku. Kurajam pundak si Abang dengan cakarku. Kuhunjamkan kukuku ke dagingnya. Rasanya kemaluanku demikian mencengkeram untuk mempersempit kepala kemaluan itu menembusinya. Namun rasa gatal ini sangat dahsyat. Si Abang cepat menerkam bibirku sambil mendesakkan kontolnya dengan kuat ke lubangku.Begitu blezz.. Aku langsung diterpa orgasme keduaku. Ahh.. Inikah yang disebut orgasme beruntun? Hanya selang 10 detik aku mendapatkan kembali orgasmeku.Ternyata memang inilah.
Dalam hujan keringat yang menderas dari tubuhku dan tubuhnya selama 2 jam hingga jam 4 sore, aku mendapatkan orgasme beruntunku hingga sekitar 10 atau 12 kali. Aku tak mungkin melupakan kenikmatan macam ini. Mungkin aku tertidur karena puas dan lelah yang kudapatkan.Aku terbangun saat kupingku mendengar telpon berdering. Aku bangun dan lari untuk mengangkatnya,”Jeng Ani, apa kabar..? Sehat? Aku sedang berada di pusat kerajinan di Balikpapan, nih. Banyak barang-barang artistik disini. Pasti kamu senang. Mau dibeliin apa?,” demikanlah kebiasaan suamiku kalau bertugas keluar kota. Cerita Sex 2015

Dia selalu sempatkan mencari barang-barang kerajinan asli setempat. Dia tahu aku sangat menyenangi barang-barang macam itu. Kasihan, sementara dia bekerja keras jauh dari rumahnya, dia telah kehilangan permatanya..Ternyata dengan gampang aku telah meninggalkannya dalam selingkuhku dengan si Abang. Masih pantaskah aku menjadi istri yang alim dan terhormat?Kulihat si Abang telah pergi. Mungkin sebelum aku terbangun tadi. Tumpukkan koran itu telah dibawanya. Kulihat barang-barangku yang lain tak ada yang berubah dari tempatnya.
Ah, terkadang kita cepat curiga dengan orang lain yang kelasnya se-akan dibawah kita.Aku masih termangu hingga sore mengendap dan menggelap. Bibir dan dinding kemaluanku masih terasa pedih. Aku nggak tahu. Aku ini menyesal atau tidak atas selingkuh yang telah aku perbuat. Bahkan aku juga lupa Mas Wardi mau belikan apa tadi?! Yang aku mencoba mengingatnya hanyalah sekitar 10 atau 12 kali aku telah meraih orgasme dalm berasyik masyuk sepanjang 2 jam dengan Abang pengumpul koran bekas tadi. Mungkin itu akan menjadi rekor seumur hidupku. – Cersex Cerita Sex 2015, Cerita Sex Terbaru 2015, Cerita Dewasa, Cerita Mesum