Tampilkan postingan dengan label Belajar Nyentot Sama Ibu Tiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Nyentot Sama Ibu Tiri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Ngentotin Janda Tetanggaku

 vidio sex
aku mau cerita pengalamanku beberapa hari yang lalu, pengalaman yang sangat indah buatku, karena berhasil menaklukkan hati seorang janda sekaligus membuatnya menyerah melayani nafsuku yang sudah kutahan sejak lama... hari itu Senin pagi, aku memutuskan untuk tidak pergi kerja, karena memang tubuhku pegal-pegal, minggunya aku kerja bakti seharian dan malamnya ditantang futsal dengan teman-temanku. oh capek banget...
aku bangun sekitar jam 7 pagi, aku memutuskan untuk mandi kemudian sarapan dan tidur-tiduran di depan TV. karena tidak ada rencana keluar rumah aku tiduran hanya mengenakan celana kolor, itupun tanpa celana dalam... tok..tok..tok..
suara pintu seperti ada yang mengetuk, aku teriak "buka aja, ga dikunci kok" ternyata, mbak lidya yang masuk sambil membawa sebuah rantang sepertinya makanan, memang kami sebagai tetangga sering saling mengirim makanan.. tapi yang kuperhatikan bukan makanannya, ya tentu saja tubuhnya. pagi itu dia masih mengenakan baju tidur transparan putih, samar-samar terlihat baju dalamnya berwarna putih juga.. woow... pikiran jorok ku pun melayang... ( Vimax Izon Asli )
"udah sarapan mas, ini aku bikin nasi goreng pedes, enak loh, bikinan ku sendiri" kata mbak lidya memecah suasana. "oya mbak makasih... tolong taruh di situ aja" kataku sambil menunjuk meja dekat TV, karena aku malas sekali bangun... pelan-pelan dia menuju meja dan otomatis melewati depanku, sambil tiduran aku melirik ke arah bokongnya, wow gede juga, dan pemandangan yang indah kudapati ketika dia meletakkan rantangnya di meja, agak jongkok terlihat jelas roknya sedikit tersingkap dan terlihat celana dalamnya, oh indahnya...
"boleh ga ikut nonton, lagi nonton apa sich?' tanyanya dia duduk agak di depanku, aku jawab sekenanya "biasa berita pagi" aku melihat kakinya yang direntangkan terlihat putih mulus... beberapa menit aku perhatikan tubuhnya dari belakang, pikiran kemana-mana, dan sebagai lelaki normal pengin banget aku peluk dia dan entot dia sepuasnya...
Vimax Obat Pembesa Penis
 di luar sana gerimis mulai turun sepertinya akan hujan, mbak lidya menoleh ke pintu, aku pikir mau pergi. ternyata cuma bertanya "punya jemuran ga, hujan tuh..." "ga mbak, mbak ga jemur" jawabnya, "ga.. udah aku cuci kemarin, boleh ga aku pinjem payung, mau pulang ga bawa payung" "disini dulu aja kenapa, lagian di rumah mau ngapain?" "ah takut ganggu, kamu kalau ga kerja biasanya sedang kecapekan kan, kamu pasti butuh istirahat" "ah gapapa, sukur-sukur mau mijitin" godaku "beneran mau dipijit, upahnya apa" oh aku pikir dia mau marah atau cuek aja, ternyata kena juga godaanku... dia pegangin kakiku sambil memijit-mijit pelan, dan pijitan itu semakin membangkitkan gairahku ga sadar penisku mengeras saat kutahan dari tadi.. "eh ada yang bergerak-gerak tuh..." dia ternyata melihat penisku yang menegang... "hehe iya sory mbak, seperti nya mau dipijit juga dia" aku semakin mencoba menggodanya "aku tutup pintunya, tambah dingin nih, hujannya deres" "oya mbak, sekalian dikunci aja, biar ga ada yang ganggu pijitannya" "ah nakal nih... bentar aku tutup dulu" mbak lidya menuju ke pintu, aku ikutin dari belakang tepat saat dia mengunci pintu aku peluk dia dari belakang, dia diam saja, sepertinya membiarkan aku menikmati tubuhnya, aku gesekin penisku ke pantat gedenya, kuciumi lehernya, dia menggeliat. aku pojokkan dia kepintu dan terus kugesekkan penisku di pantatnya... "ah sabar dong... " dia membalikkan tubuhnya dan menciumi bibirku...
oh aku semakin tidak tahan.. kubuka kancing bajunya perlahan, dan tampaklah belahan dada putihnya, aku semakin kesetanan kuciumi belahan dada itu... dia mengerang... tanganku mulai meraba vaginanya yang ternyata sudah mulai basah, kusingkapkan roknya dan ku raba terus vaginanya. sepertinya dia juga tidak tahan melawan nafsu, dia buka sendiri tali BH nya, dan menyembulah dua gunung yang semakin membangkitkan gairahku...
kupelorotkan celana dalamnya... dan singkat saja karena memang aku sudah terlalu bernafsu pengin ngentot... kuangkat dia ke sofa sambil terus kuciumi dadanya. aku membuka kolorku dan penisku menegang ingin segera dimasukkan ke vaginanya... dia terbangun, saat itu wajahnya tepat berada di depan penisku, dan sudah kuduga apa yang akan dia lakukan... oh dia mengulum penisku... oh... oh... nikmat sekali penisku pun basah karena air liurnya dan semakin membesar... dia terus kulum dan kulum oh... nikmatnya...
Obat Pembesar Penis
setelah beberapa saat dia seperti capek mengulum, dia kemudian membalikkan tubuhnya dan menungging di atas sofa... aku pun di hadapkan dengan pemandangan yang tak kalah indahnya...
oh gaya doggy style favoritku... ku arahkan penisku ke vaginanya kami melakukan gaya doggy style... kuentot dia...
terus oh... oh.. mbak lidya memang lihai, sambil menggoyang-goyangkan pantatnya dia terus mendesah... aku lanjutkan terus menggenjot penisku di vaginanya... vaginanya semakin basah suara entotan itupun semakin jelas karena basah... tapi penisku sangat hangat dan nyaman di dalam vagina mbak lidya... setelah beberapa saat aku cabut penisku karena seperti ingin orgasme, kuarahkan ke mulut mbak Lidya... mbak Lidya mengemut lagi penisku sambil mengocoknya dengan tangannya... dan ohhhh.... cruuuuttt.. spermaku keluar di mulut mbak lidya.... kami berdua lemas di ruang tamu, dia tertidur di atas sofa dan aku di bawahnya... thanks mbak Lidya, pengalaman ini sudah lama kunantikan,dan akhirnya tercapai juga kuentot dirimu...ohhh... lidya ku sayang pasti akan kuulang, karena vaginamu benar-benar nikmat...






Kamis, 12 Februari 2015

Cerita Sex Tante Lia Ngajak Ngentot Di Dapur

 vidio sex
Cerita Sex Tante Lia Ngajak Ngentot Di Dapur - Waktu ítu gua dí ajak temen gua buat líat hasíl lukísan yang dí bíkín temen gua ítu, cewe día dí bawah gua 1 tahun se enggaknya gua seníor díanyalah… sewaktu gua tíba dí rumah día ada seorang waníta sexy, cantík, waaahhhh susah deh buat díomongín pokoknya top banget, lalu día senyum ama gua.“Eh Nít sapa tuh?” tanyaku

“Oooooo Tante gua tuh Ndry kenapa? Suka?”..

“Yeeee enak aja loe,” jawabku.

“Yuk gua kenalín ama Tante gua,” ajak Níta.

“Aloooo Tanteeee,” kata Níta.

“Ehhh udah pulang Nít?” tanya Tante Císca.

“íya Tan,” jawab Níta..

“Oh íya Tan kenalín níh temen Níta”.. lalu Tante Císca mengulurkan tangannya begítu juga gua..

“Císca,” katanya.

“Andry,” kataku, waaahh tangannya lembut banget langsung otak gua jadí gak karuan untung Níta ngajak gua masuk kalo gak udah deh otak gua ngeressssss.

Sesudah gua ngelíat hasíl lukísan sí Níta gua ngobrol-ngobrol ama Níta dan Tante Císca. Enak juga ngobrol ama tantenya Níta cepet akraban orangnya tapí setengah jam kemudían Níta pamít ke belakang dulu otomatís tínggal gua dan Tante Císca saja berdua. Tante Císca yang memakaí celana street dan kaos típís membuat jantungku mulaí gak karuan, tapí gua ngejaga supaya tídak ketauan kalo gua lagí merhatíín Tante Císca, kamí ngobrol ngalor-ngídul lama-lama duduknya semakín dekat denganku waaahhhh, makín dag díg dug aja níh jatung gua.. gímana enggak Tante Císca yang putíh mulus ítu duduknya ngangkang bebas banget píkírku apa día kagak malu ama gua apa? Lambat laun pembícaraan kamí mulaí menjurus ke hal-hal yang berbau sex.

Tante Lia Ngajak Ngentot Di Dapur ini hanya awalan dari Cerita Dewasa Tante Lia Ngajak Ngentot Di Dapur.

Rabu, 04 Februari 2015

Cerita Sex | Janda Tukang Pecel

 vidio sex
Janda Tukang Pecel | Hujan dari tadi fajar masih menguyur Jakarta, jam sudah menujukkan pukul 10 , dengan malas aku melongok keluar jendela , kulihat didepan pekaranganku ada seorang wanita sepertinya berjualan makanan yang berteduh. Kuperhatikan rupanya mbak penjual pecel , kasian kulihat sambil menggigil dia bediri menepi dari hujan, kubukan pintu , dia kaget sambil tersenyum dia menyapaku, “ Permisi mas numpang neduh “ kulihat paras wanita ini cukup manis , walaupun basah kehujanan. “ gak papa mbak , jual apa mbak “ aku memastikan. “ Pecel mas “ :”Oh ayo masuk mbak , saya mau nyoba pecelnya kebeneran blom sarapan “ Dia pun berjalan masuk kerumahku “ Diluar aja ya mas , abis basah nih baju saya , nanti rumahnya jadi kotor “ “ ngak papa mbak , ayo masuk aja , masak saya makan pecel campur air hujan , kalau mules mbak tanggung loh “ aku tertawa. Akhirnya dia mau masuk juga kerumahku. “ maaf ya mas , jadi ngotorin , mau pecelnya komplit ya mas ? “ “Iya mbak , udah laku banyak mbak ? “ aku basa basi “ Ah blom mas, boro boro , pagi pagi udah ujan begini mana ada orang mau keluar jajan “ Cerita Ngentot Dengan Janda Tukang Pecel | Sambil menyiapkan pecel saya memperhatikan mbak ini , orangnya hitam manis , badannyaagak kecil tapi susunya keliatan cukup besar malah kebesaran untuk porsi tubuhnya dan bokongnya juga nonggeng. Aduh pagi pagi bikin kontol saya bediri dan pikiran jadi ngeres liatin bodinya. “ Monggo mas, pecelnya “ aku agak kaget, dia tertawa karena melihat aku lagi memperhatikan susunya. Sambil makan kulihat dia celingukan melihat kedalam rumah , Kulihat dia seperti orang kebingungan. “ Ada apa mbak kok kaya bingung ?” “ Ini mas boleh gak saya ikut ke wc mas, saya kebelet banget dari tadi “ sambil mukanya merah menahan malu. “ maaf loh mas merepotkan “ “ Oh ayo masuk aja tuh diujung kiri mbak “ Dia segera buruburu lari ke wc , setelah bbrp lama dia keluar dan mukanya telah ceria. “ Aduh makasih ya mas . udah lega “ “ Mas tinggal dengan siapa mas, kok sepi banget , emang gak ada pembantunya mas?” Dia nyerocos bertanya , aduh tipikal anak yang ceria sedikit bawel hehehe. “ Saya masih sendiri mbak dan belom ada pembantu, abis gak tau mau cari dimana “ Oh ya aku masih bujangan , kerja di perusahaan alat kedokteran , aku memang baru pindah kesini kurang lebih 1 bulan, jadi belom sempet mikir cari pembantu. Makanya rumahku berantakan . “ Emangnya mau cari yang gimana mas “ Tanya mbak ini “ Yah yang penting bisa kerja dan bisa masak sedikit lah , sekalian untuk beresin rumah “ “ Emang mau digaji berapa mas ?” Aku jadi bingung , aku tidak tau pasaran berapa. “ Wah saya juga gak tau mbak , mungkin kira kira 750 ribu untuk awalnya dah, semua saya tanggung” “Memang mbak ada kenalan yang mau kerja . boleh tuh nanti saya kasih persen ke mbak dah “ “Gimana kalau saya aja mas, saya capek jualan pecel , keliling tiap hari , penghasilan juga pas makan saja, gak cukup ngirim ibu di kampung , jadi pengen kerja rumahan aja, makan tidur terjamin “ “ Saya aja ya mas, tapi gajinya tambahin ya mas, genepin dah sejuta , hehehe , ntar saya sekalian semua kerjaan saya beresin , mas juga saya pijitin dah kalo cape , iya ya mas “ “Bener nih mbak mau kerja , bisa mbak kerja rumahan , tapi musti rajin loh , saya sih oke aja gaji mbak sejuta tapi jangan kecewain saya ya “ “ Aduh mas pasti mas , saya kerja rajin , janji mas , makasih ya mas, “ dia senang sekali. “ Eh saya belom tau nama kamu sapa mbak “ “Oh ya saya rohana mas, panggil aja nana juga boleh , mas siapa namanya “ “ Saya Rony , kamu umur berapa na , sudah bekeluarga belom “ “Saya umur 20 mas, saya sudah cerai mas, saya menikah setahun terus suami saya kerja jadi tki , eh gak pulang, udah 2 tahun denger kabar kawin lagi disana “ kulihat muka sedih diwajahnya. “ Sudah jangan disedihin , kamu cari uang yang banyak nanti juga cowo ngantri , punya anak ngak “ “ Ngantri kaya beli karcis aja mas hehehe , belom mas saya gak punya anak , dulu saya kawin muda jadi gak mau punya anak dulu , makanya saya kb pake iud mas” Aduh bener bawel nih anak hahaha “ ya udah kamu mau mulai kapan kerjanya “ “ Hari ini juga ya mas, abis ujan saya pulang langsung ambil pakaian kemari ya mas , saya udah bosen tinggal dikontrakan sengsara banget mas” Sore kudengar ada yang mengetuk pintu rumahku , kuliat nana dengan kantong plastic berisi pakaian berdiri didepan pintu. “ Ayo masuk , kebeneran hari sabtu saya libur kantor . ayo saya tunjukin kamar mu “ “ Aduh kamarnya enak ya mas, ada kasurnya , kalo di kontrakan cuma ditiker dan sering bocor lagi” Besok pagi2 aku bangun kulihat meja makan sudah ada kopi dan sarapan mie instan. Wah inilah enaknya ada pembantu. Kulihat nana sedang mengepel . waduh dia hanya memakai legging pendek yang tipis dan kaos oblong. Pantatnya bulat dan tercetak ketat karena celana legingnya yg hitam tipis. Dia terseyum sambil menyapaku “ Pagi mas, sarapan dulu , udah nana sediain “ “ Ya makasih ya na, kamu sudah sarapan ?” “Sudah mas “ Aku duduk di sofa sambil melihat tv, tapi aku tidak konsen, matanya tertuju bongkahan pantatnya Yang besar dan bergerak gerak ketika dia ngepel , dan ketika dia menghadap kedepanku, aku melihat susunya yg besar walau dibungkus bh warna hitamnya yang seakan tidak cukup menampung susunya , kulihat belahan susunya ,aduh pusing kepalaku. Kontolku langsung bediri , karena aku hanya memakai celana pendek dari bahan katun tanpa celana dalam , maka tonjolan kontolku ketara sekali. Kulihat dia melirik melihat tonjolan kontolku sambil tersenyum malu, tapi sesekali tetap melirik. Semakin dekat dia mengepel ke tempat dudukku , semakin jelas kulihat belahan pantatnya dan belahan susunya. Aku sedang menebak kok kayanya dia tidak pakai celana dalem karena tidak keliataan batas celananya. Pantatnya bulat sempurna dan masih kenceng banget , aku agak menunduk mengintip celah belahan pantatnya , kelihatan tumpukan dua daging seperti apem yang menggunduk , wah memeknya tembem banget , belahan memeknya tercetak jelas , makin membuat aku pusing , kontolku langsung keras. Benar benar aku pusing , dan tersiksa kontolku rasanya mau keluar. Ingin kuelus pantatnya, kuremas pantatnya yang bahenol itu ,untung aku masih sadar, kalau dia teriak kan gawat. Tapi belahan memeknya bener bener menggoda, aduh janda ini memiliki memek yang menggiurkan. Rasanya pengen kujilat bibir memeknya yang bengkak , pasti enak banget. Glek glek tak terasa aku menelan ludah. Kehidupan ku dirumah lebih rame setelah ada nana, dia orangnya ceria dan sedikit bawel. Biasanya sehabis makan malem saya sering menemaninya ngobrol, karena kasian kalo sendirian nanti kesepian , kalau gak betah aku repot juga. Tak terasa sudah 2 mingu dia bekerja, sehabis makan malam saya bertanya dengan dia “ Na kamu udah 2 minggu kerja, gimana betah gak , ada apa yang kurang gak” “ Wah betah banget mas, mas baek saya udah kaya dirumah sendiri , makasih ya mas, “ “ Ya sama sama, baguslah , takut kamu ngak betah masih sedih mikirin bekas suamimu “ saya menggodanya. “ Ih amit2 mas, nana mah udah lupa sama dia , mau enak aja , sorry ya “ “ Bener nih ? ntar kangen sudah lama gak dikelonin ama suami ?” saya tersenyum “ Ah mas nakal ya godain nana . gak mas, nana gak pengen sama dia, “ “ gak pengen sama dia , kalo sama yg laen mau gak ? “ “ Ya tergantung mas siapa orangnya “ sambil dia melirik dan tersenyum padaku. “ Kan kamu udah janda , kalo udah lama gak rasa dikelonin kan pasti rasanya gimana gitu “ “ mas ini kaya pengalaman aja , ih mas genit ah “ “ tapi bener kan na, ayo jujur dah sama mas, pasti pengen , orang bilang kalo udah pernah rasain pasti nagih “ Dia terseyum malu , kucolek pinggangnya dia terkejut, dia bales mencubit pinggang ku “ Ih mas genit ya , tapi emang sih mas, kalau lagi pengen sampe pusing kepala kalau gak kesampean ,tapi saya mah gak kepengenan ama suami saya, dia mah loyo mas, kalo maen sebentar aja udahan , malah bikin nana pusing “ “ eh kelepasan jadi malu mas nyeritain” “ gak papa , kan Cuma saya yang denger gak ada orang lain , ajarin dong na gimana caranya , mask an belom pernah” hehehe belagak jejaka, padahal mah gak pernah absen. “ Ih malu mas, makanya mas kawin dong “ “ Kalo kawin mah mau na, nikahnya ogah , hahahaha “ “ Ih mas mah mau enaknya aja “ “ Ayo dong gimana kamu kalo maen sama lakimu “ “ Ya gitu dah mas, suami saya maunya minta di emut dulu itunya mas “ “ Apanya itunya na “ aku berlagak bego “ Ya itu mas, kontolnya , eh maaf mas jadi ngomongnya jorok “ “ Gak papa na, kan Cuma kita bedua, emang enak na diemut kontolnya ?” “ Iyalah mas, sampe dia kelojotan kadang malah muncrat dulu mas , sebel dah “ “ Terus suami mu senengnya ngapain kamu ?”” “ dia paling seneng nyedotin susu saya mas, pentil saya dipelintir sambil disedotin , ih merinding mas banyanginnya “ “ Kamu suka kan , enak gak “ “ Iya enak banget mas, tapi suami say amah mau enak sendiri, buru buru maunya masukin kontolnya ke memek nana , abis gitu baru goyang bbrp kali udah muncrat dah, kan nana jadi nanngung mas” Wah aku mendengar cerita nana jadi makin napsu , jadi kaya baca cerita porno hahhaha. “ Sekarang udah jadi janda kamu kalo lagi kepengen gimana na ?” “Ihhh mas malu ah , gak gimana lah ditahan aja , paling kalo gak tahan ya sendiri usaha mas, hehe “ Pura pura kucolek pinggangnya tapi sengaja agak keatas sehingga kena susunya , terasa keras sekali susunya padahal keliatannya dia pakai bh yang tipis. “ Es sori salah colek na” “gak papa mas, awas lo nanti tuh adeknya bediri “ sambil dia menunjuk kontolku yang memang sudah bediri. “ Ih nakutin mas, adeknya bediri gede banget “ Dia tertawa menggodaku. “Biarin nanti dia ludahin kamu loh “ “ Auuuu takut jangan mas” nana pura pura ketakutan, Hari ini lewat dengan aman, adikku yang cape rasanya tegang terus. Keseokan harinya minggu siang , aku santai saja dirumah , kuliat nana sedang menggosok baju dibelkang, dia tetap seperti biasa memakai legging pendek hitam dan kaos oblong. Belahan pantatnya jelas sekali tercetak dan dari bagian depannya juga terlihat memeknya tercetak tembem banget memeknya , aduh bikin kontolku rasanya mau meledak. Belahan memeknya jelas sekali karena keliatannya nana sengaja memakainya dengan menarik keatas sehingga belahan memek dan pantatnya jelas tercetak. Otak ngeres saya sudah panas sekali , rasanya pengen sekali meremas pantatnya. Tiba tiba aku ada akal, diatas meja gosoknya ada lemari yang berisi alat pertukangan ku. Aku pura pura mau mencari obeng , akupun kebelakang, “ Na , ada liat obang gak” “Ngak mas, nana gak tahu tuh” “Oh iya kayanya ada dilemari atas kamu tuh, sebentar saya liat ya “ Saya menghampiri dia, saya berdiri dibelakangnya pura pura membuka lemari diatasnya, pelan kumajukan badanku sampai kurasa kontolku menyentuh pantatnya , pertama dia agak kaget, tapi dia diam saja. “ Aduh dimana ya , mas lupa ,s ebentar mas bongkar dulu “ Aku berpura pura mencari sambil pelan kontolku kutempelkan disela pantatnya , pelan kugesek gesek kontolku sambil mencari barang. Kulihat nana gelisah , tapi dia diam saja, terus kutempel dan kugosok kontolku kebelahan pantatnya, aduh enak banget rasanya digesek kebelahan pantatnya, gosokan sudah ditarohnya disamping, nana hanya bediri diam sambil tangannya memegang meja gosok dengan tegang. Sengaja kutekan makin kuat kontolku kebelahan pantatnya, nana tetap diam dan keliatannya menikmatinya. Oh enak sekali rasanya kontolku bergesekan dengan pantat nana. Sengaja aku bergeser kontolku kekanan , eh pantat nana mengikuti kemana kontol aku bergerak, hehe rupanya janda muda ini sdh napsu juga. Pelan nana sedikit mengangkat pantatnya , oh rupanya dia berusaha menggesekkan kontolku ke bagian memeknya. Sekarang posisi nana sdh sedikit nungging sehingga kurasakan kontolku emang nyelip kebagian bawah memeknya , sekarang malah dia yg aktif menggesek kontolku ke belakang memeknya. Dalam posisi nungging nana makin aktif pantatnya ditekan kuat sekali kebelakang, sampai aku harus menahan jangan sampai terdorong. Tercium aroma tubuhnya , mungkin ini yang namanya hormon wanita ketika birahi , baunya sangat menggairahkan , sulit untuk dideskripsikan tapi benar membuat aku sangat napsu . oh enak sekali baunya. “ehmmm” kudengar lirih dengusan nana, kurasakan dia memegang meja dengan sangat kuat dan kurasakan celanaku bagian kontolnya agak basah. Wah dia sudah banjir kayanya. Kurasa kontolku dijepit oleh sela pahanya dengan sangat kuat, kaki nana kurasakan gemetar mungkin merasakan kenikmatan yg sudah lama tidak dirasakannya. Ingin rasanya aku memeluk susunya dan lsg menelanjanginya. Aku segera pura pura sdh selesai mencari obengnya , aku sengaja mau buat dia nanggung biar dia ketagihan. “ Oh gak ada na, kayanya di mobil “ sambil aku bergeser menutup lemari atas. Keliatan dia kaget dan agak kecewa “ gak ada ya mas “ tapi matanya keliatan sudah redup banget, keliatannya dia kecewa aku menyudahi gesekan kontolku. Hehehe rasain lu dalam hatiku, biar dia ketagihan dalam hatiku. Kutinggal nana , aku kedepan pura pura mencari di mobilku, tak lama aku masuk kulihat nana gak ada , oh rupanya dia ke kamar mandi, nah loh ngapain ya , aku cepat cepat mendekati kamar mandinya, Kudengar pelan ada suara desahan nana, “ohhh mas , ooohh masssss “ suaranya lirih sekali Kuintip melalui lubang kunci , oh kulihat nana sedang membungkuk menghadap kedinding, sayang saya hanya bisa melihat punggung dan sedikit pantatnya yang besar , kulihat dia menunduk dan tangannya memegang memeknya. Hahaha dia sedang masturbasi rupanya, dia udah ngak tahan. “ Ooooooooo massssss “ akhirnya kulihat dia menegang, udah keluar rupanya, oh dia memanggil aku , keliatannya sudah keluar. Kudengar dia mencuci memeknya , segera aku pergi takut dipergoki olehnya. Aku duduk disofa sambil melihat tv , ketika nana keluar kamar mandi sengaja ku Tanya “ kenapa na , sakit perut ? kok kaya kesakitan tadi saya dengar” “ eh iya mas “ sambil kemaluan dia menjawabku “ ah masa kok suaranya begitu “ “ Ah mas bikin saya malu , mas sih yang mulai “ “loh mas salah apa na ?” Tanya ku pura pura gak ngerti “ gara gara mas sih , itunya digesekin ama punya nana “ sambil tertunduk malu nana tersenyum. “Tapi enak kan, kan udah lama gak ngerasain “ “ abis kamu juga sih pake celana gitu jadi kecetak semua tuh pantatmu” “hihi mas suka ya mas liatnya “ “ Kalo sampai mas lupa diri bahaya lo na” “ Ah biarin aja kalo mas mah nana gak takut’ Wah gawat kayanya dia member lampu hijau nih. Kulihat dia meneruskan gosokannya yang tertinggal gara gara gesekan hahaha Malam sehabis makan malam aku duduk didepan tv , biasanya nana sudah duduk dulu didepan menungguku, kok tumben gak keliatan ? “Na na, kamu dimana na , lagi ngapain “ Tidak ada sahutan , aku bangun mendekat kekamarny “Na kenapa na “ Kulihat nana terbaring diranjang kayanya sedang sakit, nana terbaring telentang, dia memakai legging warna cream , aku lsg meyasar belahan memeknya yg jadi lebih menggungung karena posisinya tidur. Aduh napsuin sekali posisinya sudah tinggal nembak aja hahaha. “ maaf mas, nana pusing ?” “loh kenapa , sini mas periksa “ Kupegang keningnya , ngak panas , aku curiga jangan jangan dia pura pura memang memancing aku. Wah kebeneran dah , otak jorok pun bekerja. Aku ingat aku punya stok stetoskop dikamarku, barang sample dari dealer. “ Sebentar mas periksa ya , mas ambil alat dulu kekamar “ “ ia mas , makasih ya mas repotin “ Akupun bergegas kekamar, kubuka celanaku, aku sengaja ganti dengan celana yang longgar banget dan tanpa cd sampai kontolku saja dsering keluar dari samping. Segera kuraih stetoskop . “ Sini na, ayo mas periksa “ Stetoskop kutempelkan kedadanya bawah leher terus berpindah , turun pelan kebawah. “ Na kaosnya buka ya , susah gak bisa denger ketutup kaen “ “Iya mas “ sambil dia bangun mencopot kaosnya melalui kepalanya . Gilaaaa itu susu kayanya mau meletus dari bh warna merah tua nya. Aku baru pertama kali melihat susu yang penuh banget dibungkus bh begini. Aku segera pura pura mulai memeriksa lagi , masih seputar susunya aku tempelkan stetoskop ku. Aku pura pura kerepotan karena ada bh nya , “ Na ini bh nya ganggu saya gak bisa periksa, dibuka ya bh nya “ Ia mengangguk “ iya mas, terserah mas aja “ sambil tersenyum malu , dia mencoba membuka bhnya Saya membantu membuka kaitan belakangnya, aku berdebar debar menunggu apa yg akan muncul dari balik bh itu. Wahhh segunduk daging warna coklat padat dan keras dengan ujung pentilnya hitam sebesar ujung jari kelingking ku. Dalam posisi duduk susunya tetap tegak tidak turun ,oh sempurna sekali susu ini, bulat dan bentuknya bagus sekali dengan bulatan hitam yg tidak terlalu besar , ujung pentilnya sudah mengeras. Aku membaringkannya . lalu mulai memeriksa , stetoskopku atau tepatnya telapakku mulai bergerilya , menyenggol ujung pentilnya yg kanan, nana keliatan agak kaget ketika kusentuh pentilnya, dia memejamkan matanya , sambil menggigit bibir bawahnya. Kuputar tanganku menjelajahi gunung susunya dari yang kanan terus turun kekiri, ketika menemui pentilnya kusenggol senggol ujung pentilnya . “ Ehmm “ kudengar nana keliatannya menahan napsu yang sudah menggelora. Kuelus terus susunya berpindah dari pentil kiri terus ke kanan, sambil sedikit kupijit, muka nana sudah merah menahan napsu, bibirnya digigit kencang sambil kepalanya sedikit bergoyang. Pelan tanganku menuntun stetoskop turun keperutnya, perutnya bagus rata , dan mulus , kuputar sekitar pusarnya, dia tambah belingsatan. Pelan tanganku mengelus dari luar celana leggingnya , kuelus permukaan memeknya , aduh tercapaim juga keinginan mengelus memeknya. Memeknya benar benar gemuk, dan keliatannya belahan memeknya ketara sekali, pasti tebal nih bibir memeknya. Pelan kugesek bibir memeknya , nana makin gak karuan, pelan pelan dia makin merentangkan pahanya sehingga aku makin gampang menggesek memeknya, pelan kedua jariku menjepit bibir memeknya , kuurut pelan , terus jariku menelusuri belahan memeknya. “Mas massssss “ nana sudah gak tahan kayanya rupanya.ku elus atas daging memeknya , legging sudah basah sekali, pelan tanganku turun nmenyentuh memeknya, benar, memeknya bengkak besar kaya hamburger. “ Dibuka ya na, susah ni ada celananya “ Dia mengangguk sambil membantu mengangkat pantatnya , kutarik leggingnya. Terpampanglah memek yg hitam mengkilap karena sudah basah dengan cairan dari memeknya, memeknya seperti setanggkup daging yang dibelah dua, ya persisi kaya hamburger big mac hahaha. Aku duduk menghadap ke nana, sengaja celana kukuatur sehingga kontolku mengintip dari samping, kontolku sudah tegang sekali sehingga kepalanya muncul dari samping celana ku. Kulihat nana sudah membuka matanya , matanya tertuju ke kontolku yang mengintip dari samping celana. Kuelus bibir memeknya dan tanganku menyusuri belahan memeknya yang sudah basah sekali. Nana sudah mendesar terus , kakinya sudah dibuka lebar. “ Masssssss aduh massssss “ Kubelah memeknya kulihat dalam memeknya merah tua dan basah mengkilap sekali, aku sebenarnya sudah gak nahan pengen segera menjilati memek ini. Kukorek pelahan memeknya , kucari dibagian atas ada sepotong kecil daging itil yang mengkilat basah dank keras. Besarnya kira kira kaya kacang tanah, ketika kuelus, nana sdh kaya orang kemasukan. “ massss aduh massss diapainnn nana mas “ Memeknya gundul habis dicukur rupanya, aku suka yang begini jadi enak dijilatnya gak rebut ama jembut. Kalo yg gondrong sering jembutnya nyelip di gigi hahahaha. Kuelus terus itilnya , nana sdh gak bisa diam, terus goyang, tanganku sudah basah semua. “ na kamu tau kamu sakitnya apa “ “ Apaaa mas, “ “ Kamu sdh lama gak disuntik sama ini “ kataku sambil kukeluarkan kontolku , dan segera nana memegangnya. “ Mauuuu mau mas , ayo mas suntik nana mas pake kontol mas yang gede banget kepalanya ini mas “ “ Aduh mas kontolnya kepalanya kok gede banget mas, nana ngeri bayangin masuk ke memek nana “ Kontolku panjang biasa aja Cuma memang kepalanya yg kaya jamur gede banget, banyak wanita yang ampun waktu diterobos sama kepala kontol ini semua bilang sakit tapi enak banget awalnya “ mas nana emut ya kontolnya “ Belum kujawab nana sudah bangun langsung memasukkan kontolku kemulutnya. Terasa panas kontolku, pelan mulutnya keluar masuk kontolku. “ oughhh bessall angettt mas , maremmm muass “ Oh enak sekali emutan mulutnya, kontolku ditelusurinya dr atas terus kebawahm terus memutar kepala kontolku, digenggamnya kontolku, lalu dibelahnya lobang kencingku dengan lidahnya, aduh ampun rasanya bukan maen, terus diisapnya lubang kencingku. Rasanya mau meledak. Nana kemudian turun diemutnya biji ku, satu persatu dijilati lalu disedotnya masuk kemulutnya bergantian. Rasanya sudah mau keluar , kemudian kedua biji sekaligus disedotnya masuk kemulutnya dan didalam mulutnya biji ku diputar oleh lidahnya. Belom pernah aku disepong seenak ini, janda ini memang jago permainan mulutnya. Lalu dia berpindah menjilati kontolku sementara tangannya meremas remas bijiku. Segera kusudahi aku takut keluar duluan. Aku segera jongkok didepan memeknya, “ mas mau ngapain mas , jangan mas, kotor mas “ “ oh kamu belom pernah diginiin ya na, wah kamu bisa ketagihan “ Segera kubuka pahanya, kujilati mulai dr bibir memeknya, pelan kujilati bibir memeknya , licin karena sudah banyak cairan lendir yang keluar, lalu ujung lidahku masuk menusuk kedalam belahan memeknya. Lidahku menari nari dibelahan memeknya , lalu kusedot semua bibir memeknya kucoba masukan kedalam mulutku dan kusedot, terasa cairan agak gurih terhisap, “ Aduh mas ampun mas enak banget mas, itu diapain mas memek nana , ooooooo mas “ Lidahku terus mengorek belahan memek nana yang tembem, aku jadi gemes sekali membayangkan betapa enaknya dijepit oleh memek yg tembem ini. Lidahku naek keatas kusentuh itilnya , kujilati , nana sudah gak karuan “ masssss ampunn mas , enak banget masssss, massss auhhhhh “ Kuisap isap itilnya, terasa enak seperti mengulum kacang, kuisap isap pentilnya “ Auuuuuu masssss nana keluar massssss “ Kepalaku terasa dijepit oleh kakinya dan tangannya menekan kepalaku kememeknya, aku merasa ada cairan hangat masuk terhisap olehku dan itilnya terasa berdenyut , cairannya gurih dan tidak berbau. Oh rupanya dia type yg gampang orgasme. “ Massss enak banget mas, nana blom pernah rasain kaya gitu “ Aku tidak memberi kesempatan istirahat, kujilati lagi itil nana, dia pertama kegelian , tapi tidak berapa lama dia mulai terangsang. “ Mas aduh mas kok kayanya mau enak lagi mas, ampun mas, masukin aja mas kontolnya mas , nana gak tahan pengen ngerasain kontol mas, ayo masssss “ Aku takut nana orgasme lagi maka aku segera bangun dan mulai menindihnya, kuarahkan kontolku ke memeknya, sulit selalu terpeleset, untung nana segera membantu dipegangnya kontolku lalu diarahkan ujung nya kelubang memeknya. “ Pelan ya mas, nana udah lama ngak ngentot “ Memang sulit sekali ujung kontolku mau masuk bibir memeknya yang tebal itu “ Yah mas udah pas , tekan mas pelahan mas “ “ Oufhhh mas, sakit mas, auhhh auhhhh pelan mas “ Memang kontolku seperti menemui jalan buntu. Untung memeknya sudah basah dan licin. Akhirnya kontolku setelah tekan tarik tekan tarik berhasil juga masuk “blesssss, auuuhh massssss “ Aku diam kan sebentar kontolku, terasa kontolku dijepit keras sekali oleh memeknya Ketika kontolku masuk , kulihat mata nana terbelalak , melotot sedkit seperti orang bingung, baru kemudian dia bernapas , “ Sakit na ? mau dicabut na ? “ “ Jangan mas. Biarin mas, terus mas, aduh belom pernah nana ngerasa memeknya dimasukin kontol yang keras dan gede banget , enak banget mas , sakit dikit tapi enak mas “ “ ayo mas goyang biar tambah enak “ Pelan kutarik dan kutekan masuk lagi kontolku, setiap kutekan mata nana mendelik, oh sexy sekali , “oh mas enak mas, enak banget masssss “ Rupanya dia tidak mau kalah, pantatnya mulai memutar, aduh kontolku seperti diblender, makin lama makin kencang putarannya. Kutekan memeknya sambil aku mengulum pentilnya, kugigit gigit pentilnya “ massss gila maassss aughhhhh aughhhhh aughhh mas enak “ Mulutku tidak lepas dari pentilnya, kontolku terus bekerja naek turun menembus memek nana, aduh rasanya enak banget kontolku dijepit keras sekali oleh bibir memeknya yang tebal. Kata orang memek tebal memang paling enak di entot benar ya. “ Ayoooayoo massss ayoo nana mau keluar masss ayoo “ Nana memutar pantatnya seperti baling baling , kakinya menjepit menggantung dibadanku, terasa sekali memeknya empot ayam mengisap kontolku. Aku juga merasa sudah hampir keluar. Segera kusetop, “ Masss kok berenti , ayo massss nana mau keluar ‘ “ sebentar na kamu diatas ya “ Segera kubalik nana, dengan buruburu nana mencari kontolku lsg dimasukkannya ke memeknya Blessss, suara memeknya dimasuki oleh kontolku “ auuuuu mas sedap massss, ayo masss “ Nana langsung menggoyangkan pinggulnya, aku telentang melihat susunya yang besar bergoyang, aduh susu janda ini bener bagus, tidak turun sedikitpun. Kupegang susunya , kuremas remas susunya, nana seperti orang naek kuda binal, dia menaik turunkan memeknya , sambil sekekali diputarnya memeknya. Kontolku benar2 kali ini disiksa abis oleh nana, siksaan nikmat , “masss aduh mass nana enak banget mas , nana mau tiap hari mas ‘ Aku rasakan seperti mau meledak kontolku, tanganku terus meremas susunya “ Suka ya sama susu nana ya mas” Tiba tiga nana bangun dicabutnya kontolku, “ Loh kenapa na, lagi enak nih na “ “sebentar mas , nana urut ya kontol mas pake memek nana “ Lalu diletakkannya kontolku dihadapkan keatas menempel ke badanku, pelan dia menempatkan bibir memeknya diatas kontolku. Nana mulai memaju mundurkan memeknya aduh bibir memeknya menggosok kontolku dr ujung pelir sampai ujung kepala kontolku , dia terus maju mundur, benar seperti kontolku diurut oleh bibir memeknya yang tebal. Kontolku juga sudah licin makanya enak sekali rasanya kontol diurut dengan memeknya, baru kali ini aku merasakan model ngentot begini. Enak benar , ketika ujung kontolku sudah sampai dibibir memekku aku mengira dia akan memasukkannya tapi dia sengaja mundur lagi , aduh rasanya gak tahan “ Aduh na kamu kok jago sekali ngentotnya “ “ hehehe sering liat film mas “ Aku sudah gak tahan, kubalik nana dan langsung kurebahkan, segera kontolku kuarahkan kememeknya, dengan kecepatan penuh kugenjot memeknya. “ Aduh aduh aduh massss enak mas, ouhhhh ouhhh “ Kakinya menjepit menggantung dibadanku. Kugenjot abis memeknya , “ Naaaaa mas mau keluar, dimana, “ “ dalam aja mass, ouhhh ouh massss ayo mas nana juga “ “ Auuuuuu massss, auuuuuuu, “ Kurasakan kontolku disiram sama air hangat, dan akupun akhirnya menyemprotkan isi kontolku “ auuuuauuuu na,,,,naa “ “Mas aduh mas enak banget anget banget mani mas “ Kontol ku berdenyut denyut ditambah nana sengaja memeras kontolku dengan memeknya. Aduh memek yang sempurna , bego banget lakinya dulu. Aku terkapar menindih nana, kami basah semua, dia tersenyulm lalu mencium ku, “ makasih yam as , nana sudah lama gak pernah rasa enak begini , malah dari awal belom pernah mas mau lagi ya mas “ Aku tersenyum , wah siapa nolak Hus yang baca jangan kepengen ya.

Selasa, 03 Februari 2015

Cerita Sex Mama Tiri Kesepian

 vimax izon asli
Nama saya Anton umurku 18 tahun tinggi badanku 178 cm dengan badan ideal dan atletis. Aku anak dari keluarga yang berkecukupan. Aku punya adik bernama Vivi yang berusia 16 tahun. Sekarang aku duduk di salah satu SMA negeri di Bandung Aku di kelas 12 dan adikku kelas 10. Walaupun adikku baru berusia 16 tahun tapi dia sudah sangat cantik dan seksi karena Mama sering mengajarinya berdandan, kadang adikku suka menemani Mama ke salon.
Mamaku masih berumur 38 tahun masih cantik dan seksi tingginya sekitar 165 cm dengan berat badan yang ideal. Papa berusia 40 masih gagah. Karena mereka berasal dari keluarga yang berkecukupan sehingga mereka tidak takut untuk nikah muda. Sampai sekarang walaupun sudah lama menikah mereka tetap awet muda. Mama sering tinggal di rumah sedangkan Papa adalah orang yang sibuk dengan bisnisnya. Kami tinggal di rumah yang cukup besar di sebuah perumahan mewah di Bandung. Ada 5 kamar, dua kamar di bawah dan 3 kamar lagi di lantai 2. Kamar Adikku berada di atas bersebelahan dengan kamar tamu. Sedangkan kamarku berada di bawah, tapi berada sedikit jauh dari kamar Mama, karena terhalang oleh ruang tengah. Kamar Mama dan kamar tamu memiliki kamar mandi masing-masing.
Enam bulan belakangan ini hubungan Mama dan Papa sedikit merenggang mereka sudah tak lagi tidur sekamar. Papa yang sibuk dengan bisnisnya sering pulang malam dan tidur di kamar tamu yang bersebelahan kamar adikku. Mama sering tidur sendiri di kamarnya dan kadang tidur bareng dengan adikku jika Papa tidur di kamar Mama. Hubungan aku dan kedua orang tuaku jadi sedikit renggang. Adikku memang masih dekat dengan Mama, tapi dia semakin jauh dengan Papa. Sebenarnya aku sudah resah dengan keadaan ini aku takut kerenggangan ini terus berlanjut hingga orang tuaku bercerai. Walaupun ini tidak mengganggu kegiatan sekolahku dan Adikku tetap saja aku khawatir.
Suatu hari teman-temanku mengajak keluar malam nanti jam 8 untuk merayakan ulang tahun salah satu temanku di sekolah. Klo pergi ke luar biasanya aku suka memakai parfum Papa yang selalu di simpan di lemari di kamarnya (kamar Mama). Sore harinya aku pergi ke kamar Mama aku melihat tidak ada orang di sana tapi laptop Mama masih menyala, mungkin Mama lagi di kamar mandi. Dengan langkah yang hati-hati aku menuju lemari baju Papa dan Mama. Lemarinya berukuran sangat besar sehingga memungkinkan seseorang untuk bersembunyi di dalamnya.
Aku perlahan-lahan membuka lemarinya untuk mencari parfum Papa dan tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka aku kaget dan langsung bersembunyi di dalam lemari. Lemari ini memiliki pintu yang terbuat dari kayu yang dihimpit-himpit miring sehingga aku bisa melihat dengan jelas melalui celah kayu tersebut. Mama keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana dalam dan BH. Aku kaget, baru kali ini aku melihat Mama telanjang, dadanya Mama terbilang biasa, tidak besar ataupula kecil tapi sangat seksi dan masih terlindung oleh BH-nya. Mama duduk di samping ranjang kedian mengambil sesuatu dari lemari kecil di pinggir tempat tidur. Mama mengambil sebuah dildo berukuran sedang yang tidak lebih besar dari penisku klo sedang tegang.
Mama menurunkan CD-nya dan melepaskan BH-nya lalu terlentang di kamar tidur, baru kali ini aku melihat perempuan telanjang bulat seperti ini. Mama memutar sebuah film porno di laptopnya. Kemudian Mama membuka selangkangannya dan menyelipkan sebuah bantal kecil tepat di bawah pantatnya hingga vaginanya sedikit terangkat. Perlahan demi perlahan Mama memasukan dildo itu ke dalam vaginanya kemudian mengocoknya secara perlahan.
“Ahhh.....ahh.... uhhhhh....” Mama mengerang seirama dengan kocokan dildonya. Tangan satunya lagi meremas-remas dadanya yang seksi. Melihat kejadian ini aku sudah terangsang penisku sangat tegang dan tanpa kusadari aku mulai mengocok-ngocok penisku di dalam celanaku.
“Ahhh....ahhh...” dan tanpa aku sadari aku mengerang cukup keras dan kedengaran oleh Mama.
“Siapa itu?” Mama menghentikan kocokan dildonya, menutup laptopnya kemudian berjalan ke arah lemari.
“Siapa di dalam?”.... “Papa?” ....”Ngapain Papa di dalam lemari?”.
“Pa?.... kok jam segini udah pulang?” Mama terus bicara sambil mendekati lemari
Aku kaget dan tak tahu apa yang harus aku lakukan.
“Ini Anton ma” aku menjawab secara perlahan. “Anton ngapain kamu di dalam?” Mama kemudian membuka pintu lemari. “Kamu ngapain di dalam?” aku hanya bisa tertunduk malu di depan Mamaku yang sedang telanjang.
“a...anu... ma... anton mau ngambil parfun Papa, dan tiba-tiba Mama datang, jadi anton langsung sembunyi di dalam lemari”.
“Kamu ini klo kamu mau ngambil parfum Papa kenapa harus sembunyi-sembunyi, Mama ga akan marah ko, ayo keluar dari lemari”. Kemudian aku keluar dari lemari sembari menutupi bagian penis yang masih tegang.
“Kamu tadi liat Mama ya?”
“Iya ma, maafin anton ya, anton janji ga akan ngulanginya lagi”
“sudah ga pa pa, ayo keluar, itu nya jangan di pegangin gitu donk” Mama sambil melihat ke bagian penisku yang masih pakai celana.
“Maafin anton ya ma”
“sudah gak apa apa” lalu Mama memelukku, penisku nempel di bagian perut Mama dan membuat penisku semakin tegang.
“Anton, itu punya kamu?” “punya mu sudah gede ya, sini biar Mama liat” mema bertanya dengan penasaran apa yang menempel di perutnya.
“tapi ma.......”
“ayo ga usah malu, aku ini Mamamu, sini biar Mama liat”. Kemudian Mama berjongkok mengeluarkan penisku yang sudah tegang tak tertahankan.
“Sudah berapa lama tegang seperti ini?, kasihan klo ga di keluarin”
“ dari tadi ma”
“Mama keluarin ya biar ga tegang lagi”. Kemudian Mama mengocok perlahan penisku, tak ku sangka Mama malah memasukan penisku ke mulutnya. Perlahan-lahan aku merasakan nikmat yang luar biasa, untuk pertama kalinya penisku dinikmati oleh perempuan, dan itu pun adalah Mamaku. Sedotan demi sedotan aku rasakan semakin nikmat di penisku.
“Enakkk maa,, terus...., terus,,” nada ku sedikit mengerang.
“klo kamu mau kamu boleh sambil peras-peras susu Mama”. tanpa pikir panjang aku mulai memeras susu Mama.
“Ton, di ranjang yuk, klo sambil berdiri gini ga bebas ngulumnya”. Lalu Mama mengajakku ke atas tempat tidurnya,aku terlentang di atas tempat tidur Mama terus mengkulum penisku dengan bibirnya yang seksi sambil terus ku remas-remas susunya. Beberapa menit berlalu,
“Ma anton mau keluar”
“keluarin aja di mulut Mama, jangan malu”
“iya ma”..... ahhhhhh.......ahhhhhh,....anton keluar.....” aku mengeluarkan spermaku di dalam mulut Mama dan Mama terus menghisapnya sampe tidak ada sperma yang keluar dari mulutnya,
“wah sperma kamu banyak juga ya ton, Mama jadi ketagihan”.
“Ma maafin anton ya” aku berbaring di pinggir Mama, kemudian kita ngobrol dengan tetap telanjang. Mama curhat tentang masalahnya dengan Papa, sudah lebih dari enam bulan Mama tidak berhubungan badan dengan Papa. Mama selalu melampiaskan nafsu seksnya dengan dildo, walaupun demikian Mama selalu minum pil KB sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu Papa ingin menyetubuhi Mama.
Sekitar sepuluh menit kita ngombrol omongan Mama semakin panas. Dengan sedikit berbisik Mama bicara
“Ton kamu mau puasin Mama ga?”
“maksud Mama?.
“ayo ton jilatin puting Mama, dari tadi Mama udah ga tahan pengen di jilatin.” Pikirku rasanya egois klo tidak muasin Mama juga, tanpa pikir lagi aku langsung menjilati puting Mama. kiri dan kanan bergantian aku jilati sembari memainkan tangan kananku di vagina Mama.
“Awwww...anton kamu nakal juga ya” ucap Mama ketika jariku bergerayam di vaginanya. Kemudian aku turunkan jilatanku ke vagina Mama,
“Anton kamu pintar banget, belajar dari mana sayang? Sering nonton ya?”
“Iya ma biasa sama anak-anak”
“gak apa-apa asal kamu jangan jajan sembarangan” Aku terus melanjutkan permainanku di vagina Mama.
Melihat ekspresi Mama yang terangsang akupun kembali mulai terangsang, penisku perlahan-lahan mulai naik dan bergerak bebas di kaki dan paha Mama.
“Sayang penis kamu udah naik lagi ya, Mama udah ga tahan masukin aja punyamu ke vagina Mama”. “beneran ma?”
“Iya sayang, sini biar Mama hisap dulu penis kamu” Mama memintaku untuk memasukan penisku di mulutnya lagi. Bibir seksi Mama dan lidah Mama yang bermain di kepala penisku membuat penisku semakin tegang.
“Anton, sekarang kamu masukin punyamu ke vagina Mama” Mama melepaskan penisku dan membimbingnya ke vagina Mama.
“Jangan takut, Mama kan suka minum pil KB, Mama ga akan hamil ko”.
Aku arahkan penisku ke lubang vagina Mama, lubang tempat dulu aku lahir. Posisi Mama terlentang dan selangkangannya terbuka, Mama menyelipkan bantal kecil di bawah pantatnya sehingga Vaginanya sedikit terangkat, kemudian tangan Mama membimbing penisku sampai di bibir vaginanya. Aku merasakan hangat sekali di kepala penisku.
“sayang, sekarang kamu tekan perlahan “ perlahan aku menekannya sampai kepala penisku masuk. “Ahhh sayang, punya kamu gede dan enak, terus tekan”. Terasa hangat, basah dan enak sekali Vagina Mama. Aku melanjutkan sampai seluruh batang penisku amblas di telan Vagina Mama.
“Tahan dulu sayang, biarkan vagina Mama terbiasa dulu dengan penis kamu” akupun membiarkan penisku tertancap di dalam vagina Mama yang sangat basah.
“Sekarang kamu kocok perlahan” aku pun mengocoknya secara perlahan
“Gimana enak kan”
“enak banget ma baru kali ini anton menyetubuhi perempuan”.
“Sayang, ini namanya ngentot, teruskan genjotanya sampe Mama puas”
“Terus kocok sampe Mama puas sayang”, “Ahhhhh......ahhhhhh” Mama terus mengerang kenikmatan
aku terus mengocok penisku. Sekitar 10 menit berlalu, mama mengerang semakin keras.
“Ton Mama udah mau nyampe, ahhhh.... udah gak tahan sayang”, “ahhhhhh......ahhhhh....sayang.....enakkk.... .” Mama orgasme dengan sangat hebat, membuat vagina Mama semakin basah. Dingding vaginanya berkendut-kendut dan membuat cengkramannya semakin sempit di penisku. Aku pun terus melanjutkan kocokanku.
“terus sayang, lanjutkan Mama puas banget udah lama Mama ga sepuas ini”
Aku terus melanjutkan kocokanku cukup lama sampe aku merasa ada yang ingin keluar dari ujung penisku, aku tidak menyangka aku bisa bertahan sejauh ini. Aku terus mempercepat kocokanku, dan mengerang.
“Ton, kamu udah mau keluar ya?” mama bertanya sambil tangannya membelai-belai kepalaku
“Iya ma, anton mau keluar”
“Keluarin di dalem sayang, Mama juga udah mau keluar lagi”
Aku semakin dalam menancapkan penisku dan terus mengocoknya”
“Ahhhh,,,anton keluar maaaaaa,,, ahhhhhh....“ “Crootttt.....crrroottttt.....” semua sperma ku tembakkan ke dalam rahim Mama, terasa enak banget rasanya mengeluarkan sperma di dalam vagina yang dulu pernah melahirkanku. Sampai tetesan terakhir aku tak henti mengcocok vagina Mama, ketika sperma ku mulai habis Mama pun berteriak,
“Anton Mama juga enak,,,,,,ahhhhh,,,ahhhhhh enak....sayang....Mama sampe....”
Mama kembali orgasme dengan hebat untuk kedua kalinya, setelah itu aku terbaring lemas di atas dada Mama yang seksi.
“Ma klo anton mau lagi boleh kan? Aku meminta dengan lirih.
“Boleh sayang asal Papa dan adikmu tidak tahu”. Mama menjawab dengan lembut
“Iya ma ini akan jadi rahasia kita”.
Sejak saat itu aku terus menyetubuhi Mama, di kamar, di dapur di ruang tengah, bahkan di kamar mandi sepanjang di rumah tidak ada siapa-siapa aku selalu menyetubuhi Mama. Aku juga tidak perlu khawatir membuat Hamil karena Mama selalu minum pil KB.
Tamat

Pembantu Sex Dengan Majikan

 vimax izon asli


Sudah dua tahun dia bekerja dirumahku sebagai house keeper. Segala urusan tetek bengek rumah kuserahkan padanya. Aku hanya perlu mentransfer gaji ke ATMnya tiap bulan, dan segalanya beres, mulai dari memasak, mencuci sampai membayar semua rekening tagihan bulanan.
Sebagai eksekutif muda, aku memang terlalu sibuk untuk lebih memperhatikannya. Sepanjang segalanya beres, tak ada masalah buatku. Namanya Anggun, asal Solo. Aku menemukan dia dari agen pembantu rumah tangga. Sebetulnya aku termasuk beruntung karena Anggun bukanlah type pembantu rumah tangga biasa. Dari apa yang kutahu, dia cerdas, bersih, rajin tetapi sedikit misterius. Usianya dua puluh delapan tahun, sama denganku. Hubunganku dengannya hanya sebatas majikan dan pembantu walaupun pada prakteknya, aku tidak pernah memperlakukannya sebagai pembantu. Dia bagiku adalah teman, meski komunikasi diantara kami sangat minim. Kami tinggal berdua di rumahku, di kawasan Thamrin kota Madiun.
Kisah yang bermakna bagiku ini dimulai ketika aku terserang Typus. Harus dirawat inap selama dua minggu di Rumah Sakit. Sepanjang minggu itu, dia terus menjenguk dan menjagaku karena perawat hanya sesekali memeriksa keadaanku. Aku bisa merasakan betapa perhatiannya dia. Adalah wajar, selaku posisiku sebagai majikan, begitulah aku menilai. Rawat inap itu dilanjutkan dengan istirahat di rumah selama seminggu total. Hingga pada suatu pagi..
“Mas.. saatnya mandi.”
“Mandi? Bukankah aku belum boleh mandi?” tanyaku heran.
“Iya.. tapi mandi yang ini khusus, tubuh Mas dilap dengan handuk yang dibasuh air hangat”, katanya menerangkan.
“Ooo.. baiklah”, sambungku lagi.
“Permisi Mas..”
Dia segera membuka bajuku satu persatu dengan hati-hati. Kerjanya yang cekatan bahkan melebihi perawat kemarin. Sedikit demi sedikit tubuhku mulai bersih. Hingga akhirnya sampai juga di daerah selangkangan. Dia memandangku sejenak.
“Silakan saja”, kataku memutus kebimbangannya.
“Kok masih tidur Mas..”
“Apanya?”
“Itu..” katanya sambil menunjuk batang kemaluanku. Aku agak kaget juga.
“Dia juga ikut-ikutan sakit”, balasku karena tidak tahu apa lagi yang mesti kukatakan.
Dia segera membersihkan daerah keramatku dengan lembut. Aku memperhatikan kerjanya saat itu. Dia sesekali memandangku tanpa rasa sungkan. Pada saatnya tanpa terasa, batang kemaluanku mulai naik karena sentuhan-sentuhan menawan tepat di area senjata pamungkasku itu.
“Jangan nakal dong Mas..”, katanya sambil tersenyum penuh arti kepadaku.
Aku hanya bisa terdiam. Terus terang aku malu juga.
“Saya tidurkan lagi ya Mas..”
“Apanya yang ditidurkan?”
“Punya Mas.. kalau bangun gitu.. saya nggak bisa konsentrasi.”
“Hah? Car.. ann. nya”, kalimatku terpotong karena tiba-tiba dia melempar handuk ke lantai dan mencengkeram batang kemaluanku. Diusap-usapnya lembut. Wajahnya langsung didekatkan ke arah selangkanganku. Tanpa bicara langsung dikulumnya batang itu dengan mantap. “Ohh.. ahhsshh..” Dengan rakus diemutnya kemaluanku, dijilati, dikulum dan dikocok-kocok pakai tangan bergantian. Aku hanya bisa merasakan kenikmatan ini dengan nafas yang mulai sesak karena nafsu. Dia melakukannya dengan sangat indah. Aku tenggelam dalam kenikmatan kilat yang tiada tara, hingga akhirnya..
“Aku mauu.. ke.luarhh.. ashh.”
“Ya udah keluarin aja Mas..”
“Di mulut kamu?”
“He eh..” katanya singkat. Dia mempercepat gerakan kepalanya. Aku merasa enak sekali apalagi di saat spermaku akan memancar keluar. Kupegang kepalanya erat, dan.., “Ahh..” aku berseru hebat tatkala maniku menyembur di dalam mulutnya. Sebagian berceceran di bibirnya karena pancaran mani itu banyak. Batang kemaluanku pun dijilatinya sampai bersih. Dia tersenyum, melihatku babak belur dalam permainan ini. Anggun mengerjaiku dengan cara yang professional. Sungguh dia tidak terkesan murahan.
“Nah, sekarang saya sudah bisa tenang kerjanya, punya Mas udah terlelap lagi..” bisiknya mesra.
Batang kemaluanku memang sudah mengendur karena mengalami ejakulasi. Dia teruskan kerjanya di bagian kaki. Aku hanya bisa terpaku seperti orang bodoh.
“Kamu mengerti betul akan laki-laki.. kamu udah pengalaman ya?” tanyaku setengah begurau ketika kerjanya sudah rampung.
“Pengalaman apa Mas?” tanyanya penasaran.
“Cara kamu tadi sungguh bikin aku hampir mati keenakan.”
“Ah.. saya cuma nonton CD yang saya sewa di pasar.”
“Masa sih? Kamu suka nonton gituan ya?” selidikku.
“Nggak.. lagi bosan aja, habis Mas nggak pernah peduli ama saya.. Saya kan kesepian Mas..”
“Upss..” aku disudutkan langsung, telak sekali.
“Emangnya kamu suka diperhatikan ya?” tanyaku dengan perasaan tidak nyaman.
“Ya.. boleh dibilang begitu, emang salah?”
“Nggak juga sih, kalau begitu aku salah.. lain kali aku pasti lebih memperhatikan kamu”, kataku meyakinkannya, dengan rasa penasaran yang belum hilang.
“Anggun.. kamu udah pernah bercinta belum?” tanyaku tanpa basa-basi lagi.
“Menurut Mas gimana?”
“Mana aku tahu?”
“Bentar Mas..”
Dia segera duduk di dekatku. Roknya disingkap sampai atas hingga yang tampak hanya celana dalamnya yang berwarna hitam.
“Nih, silakan Mas periksa deh, biar yakin gitu”, timpalnya seraya menantang. CD itu langsung dilepaskan sampai terbuka, dengan gaya menantang disibakkannya rambut halus yang mengitari liang kewanitaannya. Terlihatlah lubang kemaluannya yang berwarna merah muda dan segar. Darahku langsung terkesiap.
“Ayo Mas.. diperiksa, kok cuman bengong aja sih?”
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Jika aku memeriksa, gimana caranya. Itu kan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Walau demikian, naluri laki-lakiku langsung menyeruak tatkala Anggun mengelus-elus barangnya sendiri. Batang kemaluanku langsung bangkit lagi, kali ini getarannya lebih keras, hingga batang kemaluanku berdenyut hebat.
“Lho, ditanya kok malah punya Mas yang menyahut.. nakal ah.”
Dia segera memakaikan lagi celana dalamnya. Kutangkap tangannya, agar CD itu tidak menutupi liang kewanitaannya.
“Anggun.. aku sudah nggak tahan.. sini dong..”
“Eitss.. ntar dulu Mas, ada syaratnya”, katanya lagi yang membuat kepalaku terasa mau meledak menahan nafsu yang manjadi-jadi.
“Apa.. ayo cepat sebutkan syaratnya”, pintaku terbata-bata. Sungguh aku tak tahan lagi.
“Syaratnya nggak banyak.. Mas hanya harus mencintai aku dulu, baru punyaku yang ini terserah mau Mas apain”, katanya mantap seraya menunjuk liang kewanitaannya. Bagaikan tersambar petir aku mendengar permintaannya itu. Selama hidup aku memang tidak pernah merasa mencintai seorang wanita. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, wanita secantik apapun pasti selalu takluk padaku, disebabkan banyak hal. Yang pertama karena aku memang punya tanda fisik yang bagus, menurun dari mamaku yang berdarah Spanyol-Israel dan papaku yang berdarah Batak. Yang kedua, karena sejak kecil, kehidupan ekonomiku memang sangat mapan. Jadi rasanya tidak terlalu berlebihan kalau aku mengatakan demikian.
“Aku nggak akan berbohong padamu, aku tidak mencintai kamu.. setidaknya saat ini.. kenapa harus memakai cinta segala?” tanyaku.
“Kalau begitu, lupakan saja punya saya Mas.. itu bukan untuk Mas..permisi”, katanya segera mengenakan CD-nya dan berlalu. Aku langsung menangkap tangannya, kulihat kesedihan di wajahnya.
“Anggun.. aku.. udah nggak tahann.. ayolahh..”
“Maaf Mas, kalau Mas memaksa, mulai sekarang saya berhenti kerja di sini..”
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Dia meninggalkan aku dalam kondisi mengenaskan. Betapa tidak, gairahku dibuatnya terkatung-katung.
Sejak peristiwa itu perasaan bersalahku selalu muncul. Aku tidak melihatnya bekerja sebagaimana biasa. Kucari ke mana-mana, ternyata dia sedang berbaring di kamarnya, pakai selimut.
“Kenapa kamu?” tanyaku.
“Aku sakit Mas.. nggak enak badan”, mimiknya lelah dan pucat.
Kuraba keningnya, memang agak hangat. Entah kenapa, aku jadi begitu kasihan padanya. Aku merasa kalau ada bagian dari diriku yang sakit juga. Ahh.. inikah namanya cinta? Segera kutelepon dokter pribadiku. Anggun diperiksa dan diberi beberapa obat. Sejak Anggun sakit, aku pulang dari kantor lebih cepat. Aku hanya menangani bisnis utama. Pekerjaan lain yang agak ringan kuserahkan pada sekretarisku.
“Mas, Saya mau mandi, udah tiga hari berbaring terus.. kan bau Mas..”
“Lho.. kan kamu belum sembuh benar, dokter bilang seminggu ini kamu harus istirahat.”
“Mandi lap aja Mas, tolong yah Mas”, pintanya kemudian.
Aku bergegas mengambil handuk kecil, membasuhnya dengan air hangat. Perlahan-lahan kubuka bajunya satu persatu. Sekarang dia sudah telanjang bulat. Dalam keadaan sakit pun, dia bahkan kelihatan tetap cantik dan seksi. Luar biasa, pikirku. Kurasakan batang kemaluanku perlahan naik ketika usapan handukku merambah bagian dadanya.
“Ohh.. lamain dikit di situ Mas.. aah..”
“Kenapa?”
“Enak sih”, katanya menggoda.
Aku hanya tersenyum. Kulap dengan perlahan. Puting susunya sejak tadi sangat menggodaku. Karena tak kuat menahan birahi..segera kupagut, kujilati. “Oughh.. Mashh.. kerjaa.. nyahh.. kan belum.. selesai.. Masshh..”
Aku tidak peduli. Aku tahu dia pun menikmatinya. Kuremas-remas payudaranya dan tanganku kemudian beranjak menuju ke selangkangannya. Pahanya langsung dirapatkan. Tanganku terhimpit tepat di liang kewanitaannya.
“Kenapa?”
“Janganh.. nakal Masshh..”
“Aku memang nakal.. terus kenapa?” kataku dan langsung memeluknya. Kulumat bibirnya sampai dia megap-megap, tapi tertawa senang. Kulepas bajuku sendiri, sesekali dibantunya. Kini kami sudah sama-sama telanjang bulat. Kutindih dia dan kujilati bibirnya. Lidahku kumasukkan ke mulutnya sementara tanganku terus mengelus permukaan lubang kemaluannya. “Ssshh.. Mass.. terushh Mas.. ashh..” Ciumanku turun ke dada. Satu persatu jilatanku mendarat di permukaan bukit kembarnya yang merangsang. Putingnya kusedot-sedot sampai berbunyi keras. Dia menggelinjang penuh nafsu. Nafasnya tersengal-sengal. Kuciumi perutnya dan tanganku mengusap-usap pahanya. Anggun semakin terlena. Dia terkulai pasrah. Aku merasa semakin perkasa. Sesampainya di bawah, kubuka pahanya dan kutekuk. Liang senggamanya langsung kuserbu. Liang itu tetap wangi meski dia tidak mandi tiga hari.
“Masshh.. yang itu.. jangghh..” belum sempat dia meneruskan kalimatnya, langsung kujilati dengan ganas. Kumulai dari permukaannya. “Ahhsshh.. shh..” dia menggoyang pinggulnya sampai mulutku timbul tenggelam di lembah surganya. Kumasukkan lidahku agak ke dalam, dia semakin bergetar dan mulai menjerit-jerit. Ouugghh.. Masshh!” dia berteriak lantang sembari menjambak rambutku ketika kusedot klitorisnya dan kukait-kait dengan nakal. Kali ini tanganku bergerilya lagi di susu segarnya. Sepuluh menit kemudian, cairan yang hangat dan bening keluar dari liang kewanitaannya membasahi mulutku. Dia mengerang seperti kesetanan tatkala cairan itu mengalir. Mulutku sampai becek karena aku terus menjilati lubang kemaluannya. Cairan itu makin lama makin membanjiri selangkangannya. Aku sampai tak tahu lagi yang mana air ludahku, yang mana cairannya. Benar-benar basah.
“Masshh.. yang itu milik Masshh.. terserah Masshh.. cepatt Mashh.. Anggun udah nggak kuat.. Masshh.. tolonglah.. ashh..” dia memohon sambil ngos-ngosan.
Aku jadi teringat peristiwa kemarin. Aku bangkit dan pura-pura berlalu meninggalkannya tergeletak.
“Mashh.. mau ke mana? Lebih.. baik bunuh Anggun aja.. Mas.. Mash..” dia berteriak-teriak memanggilku. Aku mendekatinya lagi.
“Dengan satu syarat”, kataku santai, walaupun sebenarnya batang kemaluanku pun sudah tak tahan lagi.
“Apah.. ayo.. Mashh.. jangan siksa Anggun dong.. hhssh..” bicaranya makin tidak karuan menahan getaran dahsyat yang kuhadiahkan. Saat itu dia bicara manja sekali.
“Kamu hanya harus mencintai aku dulu”, kataku lagi seperti yang diucapkannya dulu.
Tiba-tiba dia terkesiap. Dipandanginya aku setengah tak percaya. Dia bangkit dan menghambur ke pelukanku. Dibenamkannya wajah mungilnya ke dadaku.
“Oh.. Mas Brando, dari dulu Anggun udah cinta ama Mas.. Anggun bahagia sekali Mas.. Anggun cinta ama Mas Brando”, dia menyemburkan kalimat panjang itu setengah terharu.
“Aku juga mencintai kamu Anggun.. sungguh”, balasku jujur.
Dipandanginya aku dan langsung duduk di pangkuanku. Bibirku langsung dipagutnya dengan gemas. Yang kurasakan saat itu adalah perpaduan nafsu dan rasa sayang. Aku langsung membayangkan seks indah yang romantis. Sesekali kurasakan juga batang kemaluanku bergesekan dengan perutnya yang mulus. Dia menegakkan tubuhnya. Dadanya yang putih berhadapan dengan wajahku. Langsung kujilati dan kusedot-sedot dengan bergairah. Dia menggeliat liar dan menggoyangkan pinggulnya tak karuan. Gairahku makin meninggi.
“Anggun.. Mas masukin ya sayang..”
“Iyahh.. Mashh.. Anggunh juga udah.. nggak sabaran pingin bercinta ama Masshh..” balasnya.
Dipegangnya batang kemaluanku dan diarahkannya ke lubang yang sangat nikmat itu. “Aoohh.. shh.. Ahh.. Anggun.. ohh..” Digoyangnya terus pantatnya hingga terasa batang kemaluanku bagai dipijat-pijat dan diremas-remas. Nikmat sekali. Dia menggelinjang dan berteriak, sesekali mengerang, kemudian mendesis liar. Dia menari-nari di atas pangkuanku sambil meremas-remas payudaranya sendiri. Kadang-kadang dia juga mengelus dadaku yang dipenuhi bulu-bulu.
“Mass.. berhenti dulu, Anggunhh mau ganti posisi..” Segera dia merangkak membelakangiku. Sambil melirik ke belakang, dia merangkak sambil pantatnya bergoyang aduhai. Liang kewanitaannya yang basah kuyup tampak menggoda. Kususul dia dari belakang, kutusukkan batang kemaluanku. Dia berseru manja, membuat batang kemaluanku makin gatal rasanya. Aku merasa sedap sekali. Saat itu aku tahu Anggun sudah tidak perawan lagi. Namun kuurungkan hingga permainan ini usai.
“Mass.. Anggunnhh mau.. nyampe..” dia terbata ketika orgasme akan didapatnya lagi. Sodokanku kupercepat namun tetap terkontrol.
“Aughh.. ohh.. nikkmat.. Mashh..”
Aku meremas payudaranya lembut ketika orgasme diraihnya.
“Sekarang giliranku, Sayang”, bisikku lembut di telinganya. Dia cuma tersenyum. Dibalikkannya tubuhnya dan memegang batang kemaluanku. Dia langsung mengulumnya penuh gairah. Dijilatinya dan dikocoknya lembut perlahan secara bergantian. “Ohh..” aku semakin merasa orgasme akan segera datang. Kuraih tubuhnya. “Enak.. mana Nggun? Kamu yang nentuin sekarang.. shh..”
“Aku di atas Mas.. Mas telentang aja..”
Akupun telentang, dia duduk di atasku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya. Digoyangnya sambil terkadang menyambar bibirku tiba-tiba. Kami semakin hanyut. Pantatnya kuremas-remas gemas. Dadanya bergoyang-goyang seirama dengan tarian sensualnya. “Anggun.. aku mau keluar.. tahann.. yahh.. say.. sayang..” aku berseru sambil menyodok liang kewanitaannya sekuat tenaga. Dia memekik. Akhirnya kami terkulai dan terdampar berdampingan. Lumayan untuk pasangan yang baru sembuh. Dipeluknya aku dan diciuminya. Kami berpelukan dengan mesranya. Lama kami terdiam dan tenggelam dalam kebahagiaan. Kukecup bibir dan keningnya. Dia hanya melenguh pelan.
“Aku bukan yang pertama”, desisku.
Anggun bangkit dan memandangku dengan perasaan bersalah.
“Apa Mas kecewa karena Anggun nggak virgin lagi?”
Kupandangi dia lalu tersenyum, kupeluk dengan rasa sayang.
“Bukan itu sayang, aku mencintaimu apa adanya.. hanya saja mungkin sangat nikmat bila menikmati tubuhmu ketika masih utuh”, balasku meyakinkan sambil main mata padanya.
“Lagipula.. aku juga tidak terlalu suci untukmu..” lanjutku lagi.
“Ah, Mas nakal sih”, dicubitnya hidungku. Dia menarik nafas dalam-dalam.
“Anggun memang pertama kali disetubuhi sepupu, dia cinta pertama.. dulu aku sangat memujanya, ternyata dia brengsek..”
“Apa cintamu padanya dulu sebesar cintamu padaku sekarang?” selidikku dengan nada cemburu.
“Aku menyerahkan kehormatanku karena dulu cintaku sangat besar Mas. Sekarang, Mas harus berjuang untuk mendapatkan seluruh cinta Anggun..”
Aku tertegun. Sungguh wanita itu luar biasa.
“Lalu apa yang harus aku lakukan, agar kamu mencintaiku dengan segenap hati dan melebihi si brengsek itu?”
Dia menatapku mesra. Ditindihnya aku.
“Yang pertama, Mas harus memberikan seluruh cinta Mas padaku. Yang kedua, menikahlah dengan Anggun supaya Mas lebih bertanggung jawab dan perhatian sama Anggun.. dan yang ketiga..” Dia langsung mencengkeram batang kemaluanku erat, aku meringis tapi enak, “Ini milik Anggun, ini hanya boleh dimasukkan ke dalam punya Anggun, dan..”
“Dan apalagi?” tanyaku tak sabar.
Dibimbingnya tanganku ke liang kewanitaannya, dan mengelusnya bersama-sama.
“Mulai sekarang, ini seutuhnya untuk Mas Brando..”
“Ahh.. aku mencintaimu Anggun.”
“Anggun juga Mas..”
Dan kami pun saling memagut dengan ganasnya. Beragam duel seru kami nikmati lagi hingga menjelang pagi. Segala gaya yang dia tahu sudah kami praktekkan, demikian juga posisi-posisi yang aku tahu. Sampai kami kelelahan dan tertidur pulas.
Akhirnya, aku hanya bisa mengatakan kepada pembaca sekalian bahwa seks juga bisa membuat kita mengenal pasangan lebih jauh. Ini terdengar kebarat-baratan, tapi itulah kenyataannya. Jangan kita meneruskan kebiasaan munafik kita, supaya tingkat perceraian di Indonesia bisa ditekan semaksimal mungkin. Well, dalam waktu dekat kami akan menikah di Madiun.

Belajar Nyentot Sama Ibu Tiri

 vimax izon asli
Saat usia 10 tahun, Papa dan Mama bercerai karena alasan tidak cocok. Aku sebagai anak-anak sih nerima aja tanpa bisa protes. Saat aku berusia 15 tahun, Papa kawin lagi. Papa yang saat itu berusia 37 tahun kawin dengan Tante Nuna yang berusia 35 tahun. Tante Nuna orangnya cantik, setidaknya pikiranku sebagai lelaki disuia ke 15 tahun yang sudah mulai merasakan getaran terhadap wanita. Tubuhnya tinggi, putih, pantatnya berisi dan buah dadanya padat. Saat menikah dengan Papa, Tante Nuna juga seorang janda tapi nggak punya anak.

Sejak kawin, Papa jadi semangat hidup berimbas ke kerjanya yang gila-gilaan. Sebagai pengusaha, Papa sering keluar kota. Tinggallah aku dan ibu tiriku dirumah. Lama-lama aku jadi deket dengan Tante Nuna yang sejak bersama Papa aku panggil Mama Nuna. Aku jadi akrab dengan Mama Nuna karena kemana-mana Mama minta tolong aku temenin. DirumaHPun kalo Papa nggak ada aku yang nemenin nonton TV atau nonton film VCD. Aku senang sekali dimanja sama Mama baruku ini.

Setahun sudah Papa kawin dengan Mama Nuna tapi belom ada tanda-tanda kalo aku bakalan punya adik baru. Bahkan Papa semakin getol cari duit dan sering banget keluar kota. Aku dan Mama Nuna semakin akrab aja. Sampai-sampai kami seperti tidak ada batasan sebagai anak tiri dan ibu tiri. Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama. Mama Nuna mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku walaupun tidak bener-bener telanjang. Tapi terkadang aku suka menangkap basah Mama Nuna lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi. Beberapa kali kejadian aku jadi apal kalo setiap habis mandi Mama pasti masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai dikamar handuk pasti ditanggalkan.

Beberapa kali kejadian aku membuka kamar Mama yang nggak dikunci aku kepergok Mama Nuna masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong didepan cermin. Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Mama mandi beberapa menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu dan pemandangan indah terhampar dimata mudaku. Sampai suatu ketika, mungkin karena terdorong nafsu laki-laki yang mulai menggeliat diusia 16 tahun, aku menjadi bernafsu besar ketika melihat Mama sedang tiduran dikasur tanpa pakaian. Matanya terpejam sementara tangannya menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih. Aku terpana didepan pintu yang sedikit terbuka dan menikmati pemandangan itu. Lama aku menikmati pemandangan itu. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana pendekku. Ah, inikah pertanda kalo anak laki-laki sedang birahi? Batinku. Aku terlena dengan pemandangan Mama Nuna yang semakin hot menggeliat-geliat dan melolong. Tanpa sadar tanganku memegang dan memijit-mijit si otong kecil yang sedari tadi tegang. Tiba-tiba aku seperti pengen pipis dan ahh koq pipisnya enak ya. Akupun bergegas kekamar mandi seiring Mama Nuna yang lemas tertidur.

Kejadian seperti jadi pemandanganku setiap hari. Lama-lama aku jadi bertanya-tanya. Mungkinkah ini disengaja sama Mama? Dari keseringan melihat pemandangan ini rupanya terekam diotakku kalau wanita cantik itu adalah wanita yang lebih dewasa. Wanita berumur yang cantik dimataku terlihat sangat sexi dan sangat menggairahkan.

Suatu siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku. Seperti biasa aku melongok ke kamar Mama. Kulihat Mama Nuna dalam keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas. Kuberanikan untuk mendekat Mumpum perempuan cantik ini lagi tidur, batinku. Kalau selama ini aku hanya berani melihat Mama dari balik pintu kali ini tubuh cantik tanpa busana bener-bener berada didepanku. Kupelototi semua lekuk liku tubuh Mama. Ahh, si otong bereaksi keras, menyentak-nyentak ganas. Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yang nggak bisa dibendung, kuberanikan tanganku mengusap paha Mama Nuna, pelan, pelan. Mama diam aja, aku semakin berani. Kini kedua tanganku semakin nekad menggerayang tubuh cantik Mama tiriku. Kuremas-remas buah dada ranum dan dengan naluri plus pengetahuan dari film BF aku bertindak lebih lanjut dengan mengisap puting susu Mama. Mama masih diam, aku makin berani. Terispirasi film blue yang kutonton bersama temen-temen, aku tanggalkan seluruh pakaianku dan si otong dengan marahnya menunjuk-nujuk. Aku tiduran disamping Mama sambil memeluk erat.

Aku sedikit sadar dan ketakutan ketika Mama tiba-tiba bergerak dan membuka mata. Mama Nuna menatapku tajam.

“Ngapain Ndy? Koq kamu telanjang juga?” tanya Mama.

“Maaf ma, Andy khilaf, abis nafsu liat Mama telanjang gitu” jawabku takut-takut.

“Kamu mulai nakal ya” kata Mama sambil tangannya memelukku erat.

“Ya udah Mama juga pengen peluk kamu, udah lama Mama nggak dipeluk papamu. Mama tadi kegerahan makanya Mama telanjang, e nggak taunya kamu masuk” jelas Mama.

Yang nggak kusangka-sangka tiba-tiba Mama mencium bibirku. Dia mengisap ujung lidahku, lama dan dalam, semakin dalam. Aku bereaksi. Naluri laki-laki muda terpacu. Aku mebalas ciuman Mama tiriku yang cantik.

Semuanya berjalan begitu saja tanpa direncanakan. Lidah Mama kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.

“Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu” gumam Mama disela telusuran lidahnya.

“Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang”, cerocos Mama lagi.

Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Mama lebih banyak aktif menuntun (atau mengajariku). Si otong kemudian dijilatin Mama. Ini membuat aku nggak tahan karena kegelian. Lalu, punyaku dikulum Mama. Oh indah sekali rasanya. Lama aku dikerjain Mama cantik ini seperti ini.

Mama kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki dan menarik tubuhku agar tiduran diatas tubuh indahnya. Mama kemudian memegang punyaku, mengocoknya sebentar dan mengarahkan keselangkangan Mama. Aku hanya diam saja. Terasa punyaku sepertinya masuk ke vagina Mama tapi aku tetep diam aja sampai kemudian Mama menarik pantatku dan menekan. Berasa banget punyaku masuk ke dalam punya Mama. Pergesekan itu membuat merinding. Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju mundur biar terjadi lagi gesekan. Mama juga mengoyangkan pinggulnya. Mama yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda diatas pinggul Mama.

Tiba-tiba Mama berteriak kencang sambil memelukku erat-erat, “Andyy, Mama enak Ndy” teriak Mama.

“Ma, Andy juga enak nih mau muncrat” dan aku ngerasain sensasi yang lebih gila dari sekedar menonton

Mama kemarin-kemarin.

Aku lemes banget, dan tersandar layu ditubuh mulus Mama tiriku. Aku nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur, Mama juga. Aku tersadar ketika Mama mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya. Mama kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi. Akupun menyusul Mama dalam keadaan telanjang. Kuraba punyaku, lengket sekali, aku pengen mencucinya. Aku melihat Mama lagi mandi, pintu kamar mandi terbuka lebar. Uhh, tubuh Mama tiriku itu memang indah sekali. Nggak terasa punyaku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi punyaku menunjuk aku berjalan ke kamar mandi menghampiri Mama.

“Ma, mau lagi dong kayak tadi, enak” kini aku yang meminta.

Mama memnandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kamuipun melanjutkan kejadian seperti dikamar.
Kali ini Mama berjongkok di kloset lalu punyaku yang sedari tadi mengacung aku masukkan ke vagina Mama yang memerah. Kudorong keluar masuk seperti tadi. Mama membantu dengan menarik pantatku dalam-dalam. Nggak berapa lama Mama mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku menancap erat di vagina Mama. Aku menikmati ini, karena punyaku seperti dijepit. Mama menciumku erat. Baru kusadari kalau badanku ternyata sama tinggi dengan mamaku. Dlama posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan ketika cairan kental kembali muncrat dari punyaku sementara Mama mengerang dan mengejang sambil memelukku erat. Kami sama?sama lunglai.

Setelah kejadian hari itu, kami selalu melakukan persetubuhan dengan Mama tiriku. Hampir setiap hari sepluang sekolah, bahkan sebelum berangkat sekolah. Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun Papa ada dirumah. Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo Papa lagi tidur. Kehadiran Papa dirumah seperti siksaan buatku karena aku nggak bisa melampiaskan nafsu terhadap Mama. Aku sangat menikmati. Aku senang kalo Papa keluar kota untuk waktu lama, Mama juga seneng. Mama terus melatih aku dalam beradegan sex. Banyak pelajaran yang dikasi Mama, mulai dari cara menjilat vagina yang bener, cara mengisap buah dada, cara mengenjot yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana memperlakukan wanita dengan enak. Aku sadar kalo aku menjadi hebat karena Mama tiriku.

Sekitar setahun lebih aku menjadi pemuas Mama tiriku menggantikan posisi ayah. Aku bahkan jatuh cinta dengan Mama tiriku ini. Nggak sedetikpun aku mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Dikelaspun aku selalu memikirkan Mama dirumah, pengen cepet pulang. Aku jadi nggak pernah bergaul lagi sama temen-temen. Sebagai cowok yang ganteng, banyak temen cewek yang suka mengajak aku jalan tapi aku nggak tertarik. Aku selalu teringat Mama. Justru aku akan tertarik kalo melihat Bu guru Ratna yang umurnya setua Mama tiriku atau aku tertarik melihat Bu Henny tetanggaku dan temen Mama.

Tapi percintaan dengan Mama hanya bertahan setahun lebih karena kejadian tragis menimpa Mama. Mama meninggal dalam kecelakaan. Ketika itu seorang diri Mama tiriku mengajak aku nemenin tapi aku nggak bisa karena aku ada les. Mama akhirnya pergi sendiri ke mal. Dijalan mobil Mama tabrakan hebat dan Mama meminggal ditempat. Aku merasa sangat berdosa nggak bisa nemenin Mama tiriku tercinta. Aku shock. Aku ditenangkan Papa.

“Papa tau kamu deket sekali dengan Mama Nuna, tapi nggak usah sedih ya Ndy, Papa juga sedih tapi mau bilang apa” kata papaku.

Selama ini papaku tau kalo aku sangat deket dengan Mama. Papa senang karena Papa mengira aku senang dengan Mama Nuna dan menganggapnya sebagai Mama kandung. Padahal kalau Papa tau apa yang terjadi selama ini. Aku merasa berdosa terhadap Papa yang dibohongi selama ini.

Tapi semua apa yang diberikan Mama Nuna, kasih sayang, cinta dan pelajaran sex sangat membekas dipikiranku. Sampai saat ini, aku terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Mama Nuna dulu. Aku mendambakan wanita seumur Mama, secantik Mama, sebaik Mama dan hebat di ranjang seperti Mama tiriku itu. Kusadari sekarang kalo aku sangat senang bercinta dengan wanita STW semuanya berawal dari sana.